Skip to main content

Cara Mudah Kalibrasi Baterai Laptop Semua Merk

Seiring penggunaannya, kapasitas baterai laptop akan terus berkurang. Hal ini akan menyebabkan laptop tidak dapat menyala dalam waktu yang cukup lama. Jadi, harus dilakukan charging atau pengisian ulang agar daya baterai kembali terisi penuh.

Namun, ada juga kasus laptop yang mendadak mati sendiri saat tengah digunakan tanpa ada peringatan. Padahal, daya baterai masih cukup untuk membuat laptop menyala dan digunakan untuk bekerja. Biasanya, kasus tersebut disebabkan karena pengukuran daya baterai yang tidak akurat.

Untuk mengatasi atau mencegah ketidak-akuratan pengukuran daya baterai laptop, kalian dapat melakukan kalibrasi baterai. Apa itu kalibrasi baterai ? Kalibrasi baterai laptop adalah melakukan pengukuran (deteksi) ulang dari spesifikasi agar tidak terjadi kesalahan saat pengaturan baterai.

Baca juga : Cara menghemat baterai laptop (Windows 10)

Cara kalibrasi baterai laptop Window 10 (merk apapun)

Manfaat fungsi kalibrasi baterai pada laptop

  • Meningkatkan akurasi spesifikasi daya baterai
  • Meningkatkan akurasi pada deteksi daya baterai oleh sistem operasi (Windows 10 misalnya)
  • Penggunaan daya baterai menjadi lebih terkontrol
  • Pengoperasian laptop akan lebih optimal atau efisien

Salah satu masalah yang bisa diatasi dengan kalibrasi baterai yaitu baterai laptop yang tidak bisa mengisi daya hingga penuh 100% meski sudah dicas dalam waktu yang cukup lama. Biasanya, proses charging baterai akan terhenti pada presentase 60%, 80%, 90%, 99% atau bahkan tetap 0% pada kasus tertentu.

Oleh karena itu, kalibrasi baterai bisa menjadi solusi yang mudah dan murah ketimbang harus membeli baterai laptop baru. Apalagi harga baterai laptop baru rasanya masih cukup mahal.

Persiapan proses kalibrasi baterai laptop

Sebelum memulai proses kalibrasi, ada beberapa hal atau persiapan yang harus dilakukan. Diantaranya yaitu

  • Tentu saja unit laptop lengkap dengan baterainya.
  • Perangkat charger laptop
  • Stop kontak sumber listrik. Sebaiknya pastikan juga tidak terjadi pemadaman listrik selama proses kalibrasi baterai laptop guna mendapatkan hasil yang lebih maksimal
  • Waktu luang. Proses kalibrasi baterai laptop mungkin memerlukan waktu yang lama. Jadi sebaiknya kegiatan ini dilakukan pada saat senggang atau tidak sedang mengerjakan aktivitas penting lainnya.
Credit: howtogeek

Mematikan fungsi Sleep pada laptop

Agar proses kalibrasi baterai bisa berjalan lancar tanpa gangguan, sebaiknya fungsi sleep pada laptop dimatikan. Berikut ini langkah-langkahnya

  1. Klik kanan ikon baterai pada pojok kanan bawah (notification area) kemudian pilih Power Options
  2. Pilih power plan yang sedang aktif (opsi dengan huruf tebal (bold), biasanya Balanced) lalu klik Change plan settings di sisinya
  3. Pada bagian Put the computer to sleep, pilih menu Never baik untuk mode On baterry atau mode Plugged in.

Mengatur fungsi Hibernate pada laptop (Windows 10)

  1. Klik kanan ikon baterai pada pojok kanan bawah (notification area) kemudian pilih Power Options
  2. Pilih power plan yang sedang aktif (opsi dengan huruf tebal (bold), biasanya Balanced) lalu klik Change plan settings di sisinya
  3. Klik Change advanced power settings
  4. Cari kategori “Battery” kemudian buka “Critical battery action” dan “Critical battery level.
  5. Atur Critical battery action pada Hibernate
  6. Atur Critical battery level ke tingkat 5%
  7. Klik tombol Apply/OK

Cara mudah mengaklibrasi baterai laptop Windows 10

  1. Kaliah hanya perlu mengisi daya pada baterai (charging) tersebut hingga penuh
  2. Kemudian gunakan laptop hingga daya baterai hampir habis
  3. Lakukan charging baterai hingga dayanya kembali penuh. Pengukur daya baterai pada laptop akan menganalisa seberapa lama baterai akan habis dan kemudian mendapatkan statistik realtime yang jauh lebih akurat mengenai daya yang tersisa pada baterai

Cara mengkalibrasi baterai laptop Windows 10, bagian ke dua

  1. Charge daya baterai laptop hingga penuh (100%)
  2. Kemudian biarkan baterai tersebut hingga setidaknya dua jam dengan charger yang masih tersambung ke laptop. Hal ini akan memastikan bahwa baterai tersebut mendingin dan tidak panas dari proses pengisian daya
  3. Kalian boleh bebas menggunakan laptop untuk bekerja (dengan normal/wajar) selama tetap tersambung dengan charger namun pastikan bahwa baterainya tidak terlalu panas.
  4. Terakhir, yang perlu kalian lakukan adalah cabut charger-nya dan biarkan laptop menyala hingga masuk ke mode hibernate karena kehabisan daya.
  5. Selama proses tersebut, kalian bisa tetap menggunakan laptop seperti biasa

Kalibrasi baterai laptop dengan aplikasi BatteryCare

Credit: neowin.net

Aplikasi BatteryCare berfungsi untuk mengoptimalkan penggunaan dan kinerja baterai pada laptop modern. Namun, kalian juga bisa menggunakan aplikasi ini untuk melakukan proses kalibrasi baterai laptop. Caranya pun sangat mudah, berikut ini langkah-langkahnya

  1. Download aplikasi BatteryCare di sini
  2. Instal dan jalankan aplikasi BatteryCare
  3. Isi penuh baterai laptop hingga kapasitas maksimumnya (100%)
  4. Biarkan baterai "beristirahat" setellah terisi penuh selama 2 jam atau lebih agar suhunya kembali dingin. Kalian dapat menggunakan laptop tersebut secara normal
  5. Cabut kabel charger dari colokan listrik
  6. Atur laptop untuk melakukan hibernasi secara otomatis ketika daya baterai mencapai 5%. Umumnya, power plan default (Balanced) pada laptop Windows 10 sudah mengatur hal tersebut
  7. Setelah laptop dalam kondisi hibernasi, biarkan selama 5 jam atau bahkan lebih
  8. Lakukan pengisian daya ulang beterai laptop hingga kapasitas maksimalnya (100%). Kalian dapat menggunakan laptop secara normal saat itu

Kalibrasi baterai laptop lewat UEFI BIOS

Beberapa produk laptop sudah menyertakan fungsi kalibrasi baterai yang bisa diakses lewat menu UEFI BIOS. Jika laptop kalian sudah memiliki fungsi tersebut, kalian tentu bisa menggunakannya. Berikut ini langkah-langkahnya

  1. Masuk ke menu UEFI BIOS
  2. Cari dan buka opsi Battery calibration
  3. Isi baterai laptop hingga mencapai level daya 100%
  4. Lepaskan charger lalu biarkan laptop hingga baterai habis dengan sendirinya
  5. Lakukan pengisian ulang baterai lagi hingga penuh 100%
  6. Jika sudah penuh, berarti proses kalibrasi telah selesai. Restart kembali laptop dan lepaskan chargernya.

Setelah proses kalibrasi selesai, tingkat keausan baterai biasanya akan terdeteksi lebih tinggi dari sebelumnya. Hal ini terbilang wajar karena pendeteksian baterai sudah lebih akurat. Baterai dengan jenis Lithium Ion memiliki jumlah siklus pengosongan yang terbatas (umumnya 200 hingga 300 siklus) dan seiring waktu akan semakin berkurang.

Kalibrasi dimaksudkan agar sistem operasi Windows mampu mendeteksi kapasitas baterai laptop secara tepat. Tujuannya untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan, misalnya, tiba-tiba laptop mati saat daya baterai masih dilevel 30 % atau laptop mati saat sedang presentasi.

Perlu dipahami, hasil kalibrasi baterai di atas sangat mungkin bervariasi pada setiap unit laptop. Selain itu, hasil dari kalibrasinya pun mungkin tidak selalu memuaskan. Ada hal-hal yang mempengaruhinya misalnya kondisi baterai laptop saat itu.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat..

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar