Skip to main content

7 Cara Mengatasi Baterai Laptop 0 % Terus (Tidak Bisa Dicharge/Dicas)

Perangkat mobile seperti laptop, handphone, atau tablet menggunakan baterai agar menyala dan dapat digunakan. Karena kapasitas baterai terbatas, maka harus dicas atau dilakukan charging ulang jika dayanya akan habis.

Saat dicharge dalam kondisi normal, baterai laptop akan terisi daya sesuai kapasitasnya. Sebaliknya, baterai laptop kadang tidak bisa dicharge dan terisi daya. Bahkan, mungkin proses charging tidak berjalan. Hal ini biasanya ditandai dengan dengan pesan notifikasi "battery 0%","not charging" atau "power unplugged".

Baterai laptop yang tidak bisa diisi daya ulang sama sekali merupakan masalah besar bagi pengguna laptop. Artinya, baterai tidak dapat menyimpan daya listrik. Tentu, sudah pasti laptop tidak dapat digunakan dengan semestinya.

Tips memperbaiki baterai laptop yang tidak dapat mengisi daya ulang (baterai selalu 0 %)

Penyebab laptop tidak bisa dicas/dicharge

Kenapa laptop tidak bisa dicas ? Kasus laptop tidak dapat mengisi daya ulang atau baterai selalu 0 % disebabkan oleh beberapa hal. Misalnya

  • Kerusakan baterai
  • Kerusakan kabel cas/charger
  • Adaptor daya bermasalah
  • Kendala pada power regulator pada motherboard
  • Driver hardware bermasalah

Daya listrik merupakan "nyawa" dari perangkat elektronik, tak terkecuali komputer laptop. Jika aliran daya listrik terganggu, sudah pasti laptop tidak akan dapat menyala sempurna. Bahkan, kemungkinan laptop tidak akan dapat menyala sama sekali.

Berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan jika laptop tidak bisa dicharge ulang 

Cek lampu indikator baterai charge

Credit : Danicek/Shutterstock via pcmag.com

Hampir semua produk laptop dilengkapi dengan lampu indikator proses pengisian daya baterai. Kegunaan dari lampu charge yaitu untuk memastikan jalannya proses charging. Jika lampu tersebut menyala, berarti proses charging berjalan normal.

Semua sistem operasi untuk laptop semisal Windows, Linux, atau MacOS juga menyediakan notifikasi saat proses pengisian daya baterai berlangsung. Dalam kondisi charging normal, akan muncul pesan notifikasi "plugged in", "battery ...% charging", "AC mode", atau "Power mode".

Saat baterai laptop tidak bisa diisi daya, notifikasi charging biasanya tidak akan muncul. Lampu charger juga tidak akan menyala. Bahkan, notifikasi pada sistem operasi kadang hanya merespon dengan tanda "0 % available".

Cek kesehatan baterai laptop

OS Windows menyediakan fungsi untuk memeriksa kesehatan baterai laptop. Dengan fungsi tersebut, kalian bisa mengetahui informasi spesifikasi teknis baterai laptop yang digunakan. Misalnya informasi manufaktur, nomor seri beterai, kapasitas, kesehatan baterai, riwayat penggunaan baterai, dan lainnya.

Informasi ini bisa digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk penggantian baterai baru. Berikut ini cara mengetahui spesifikasi dan memeriksa kesehatan baterai laptop

  1. Buka Command Prompt dengan akses administrator. Caranya, buka menu Start lalu ketik perintah CMD kemudian pilih opsi Run as Administrator
  2. Ketik perintah berikut powercfg /batteryreport
  3. Laporan hasilnya akan tersimpan dalam direktori folder C:\Windows\System32 dengan nama file battery-report.html

Silahkan buka file laporan tersebut dan coba pahami informasi di dalamnya.

Ganti baterai laptop baru

Credit : Intel Free Press, https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0 CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons

Penyebab utama dan paling umum jika laptop tidak dapat dicharge yaitu kerusakan baterai. Sedikit demi sedikit umur baterai laptop akan terus berkurang seiring penggunaannya. Umumnya, kerusakan pada baterai laptop dikarenakan kapasitasnya yang telah habis atau kesehatan baterai menurun.

Jika kapasitas baterai tidak lagi penuh 100%, pengisian dayanya juga tidak akan maksimal. Kondisi ini biasa disebut "baterai soak" yang berarti masih bisa berfungsi normal tapi tidak mampu bertahan lama. Akibatnya, laptop harus selalu tersambung ke stop kontak/sumber listrik.

Pola penggunaan seringkali mempengaruhi usia baterai laptop tersebut. Usia baterai bisa menjadi lebih pendek jika penggunaan laptop tergolong berat. Sebaliknya, penggunaan laptop yang lebih wajar dan tidak terlalu berat akan membuat baterai laptop bisa terasa lebih awet.

Ketika proses pengisian daya pada laptop bermasalah, mengganti baterai baru mungkin bisa jadi solusi yang ideal. Tentu saja, baterai baru tersebut wajib sesuai dan bisa dipasang pada laptop yang dipakai. Artinya, unit baterai lama dan baterai baru yang dipilih mesti punya spesifikasi teknis yang sama.

Sebagian produk laptop mungkin ada yang memakai jenis model baterai removable. Tipe baterai ini akan lebih gampang untuk dilepas-pasang atau diganti terutama bagi pengguna pada umumnya. Kalau laptop kalian masih menggunakan baterai semacam ini, cukup beli unit baterai baru yang serupa lalu memasangnya pada laptop tersebut.

Kini, banyak produk laptop yang menggunakan baterai varian non-removable. Biasanya disebut baterai tanam. Jenis baterai ini dapat dikatakan sulit untuk diganti atau dilepas-pasang. Kalian wajib membawa laptop tersebut ke service center atau teknisi ahli yang terpercaya jika ingin mengganti baterai tipe non-removable

Ganti kabel charger/power adapter baru

Kerusakan kabel charger atau adaptor daya bisa jadi menyebabkan laptop tidak dapat melakukan pengisiaan daya. Seperti yang diketahui, kabel charger atau power adapter merupakan perangkat penting yang berfungsi mengalirkan arus listrik dari colokan listrik ke dalam laptop (atau baterai).

Bukan sekedar mengalirkan, tapi juga mengubah voltase tinggi menjadi tegangan yang dapat diterima oleh komponen hardware (termasuk baterai) laptop. Jika perangkat ini bermasalah, laptop bukan hanya tidak bisa dicharge, mungkin juga akan terjadi kerusakan pada komponen hardware.

Sebetulnya, kasus kabel charger atau power adaptor yang bermasalah tidak begitu sering terjadi seperti kerusakan baterai laptop. Selama arus atau tegangan listrik di tempat tersebut stabil, kerusakan perangkat ini masih bisa dihindari.

Kalaupun terjadi kerusakan semisal laptop tidak bisa dicas, penggantian kabel charger/power adaptor baru relatif mudah. Cukup beli kabel charger atau adaptor daya baru yang sesuai dengan yang lama.

Reinstall driver baterai laptop

Credit : raymond.cc

Seperti halnya komponen hardware lainnya, baterai laptop juga perlu driver agar bisa dikenali oleh sistem operasi dan bisa bekerja secara normal. Pada Windows 10 (dan OS Windows lainnya), driver baterai laptop ini sudah terinstal secara default.

Driver ini bisa saja mengalami kendala sehingga menyebabkan baterai laptop tetap 0 % dan tidak dapat diisi daya ulang. Jika sudah begini, cara mengatasinya yaitu dengan menginstall ulang driver baterai laptop. Berikut ini langkah-langkahnya

  1. Pertama tekan tombol Win + X pada keyboard lalu pilih Device Manager
  2. Buka katergori Batteries
  3. Klik kanan Microsoft ACPI-Compliant Control Method Battery
  4. Pilih Uninstall Device
  5. Jika diminta konfirmasi, klik tombol Yes
  6. Tutup semua aplikasi yang sedang berjalan kemudian lakukan restart laptop

Setelah laptop restart, Windows akan menginstal ulang driver baterai laptop.

Memperbaiki komponen power regulator

Kerusakan pada power regulator khususnya dalam laptop merupakan kasus yang cukup jarang terjadi. Namun jika terjadi kerusakan, akibatnya sangat beresiko. Misalnya, laptop tidak dapat dicharge ulang, tak bisa menyala hingga kerusakan hardware laptop.

Jika terjadi kerusakan pada power regulator, maka satu-satunya cara untuk memperbaikinya yaitu dengan membawa laptop tersebut pada service center resmi atau teknis ahli yang terpercaya. Sebab, kejadian seperti ini umumnya tidak dapat diatasi oleh banyak pengguna laptop.

Instal driver laptop dengan benar

Seharusnya, driver tidak akan menyebabkan kerusakan pada komponen daya dalam laptop. Namun, driver yang bermasalah akan menyebabkan sistem operasi tidak dapat berjalan normal. Seperti, OS tidak mampu mendeteksi proses charging dengan akurat.

Oleh karena itu, instal driver laptop merupakan suatu kewajiban. Ini bertujuan agar sistem operasi dapat mengenali dan menjalankan hardware secara optimal. Driver yang diinstal juga sebaiknya versi terbaru dan sesuai dengan sistem operasi yang terpasang.

Biasanya, setiap pembelian produk laptop baru akan diberikan CD/DVD driver resmi. Kalian juga dapat mengunduh driver tersebut lewat website resmi vendor/manufaktur laptop.

Pesan dari Tekno Jempol, gunakan laptop sebaik dan sewajar mungkin. Jangan digunakan terlalu berat atau berlebihan. Tujuannya, agar laptop tersebut lebih awet dan tahan lama.

Selamat mencoba dan semoga membantu.

Baca juga artikel terkait :

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar