Skip to main content

Cara Mudah Mengecek Bottleneck Hardware Pada PC Desktop

Pernahkah anda mendengar kata "bottleneck" ? Bottleneck dalam bahasa Indonesia berarti leher botol. Dalam bidang elektronika komputer, bottleneck adalah terhambatnya kinerja operasional sistem komputer yang disebabkan penyempitan jalur komunikasi. Bottleneck bisa terjadi jika proses transfer atau transmisi data antar komponen hardware tidak berjalan maksimal.

Penyebab bottleneck bisa bermacam-macam. Salah satunya yaitu dari sisi hardware. Seperti yang kita tahu, komponen hardware pada komputer seringkali spesifikasi teknis yang cukup beragam. Hal ini yang menyebabkan kinerja komputer selalu memiliki tingkatan yang berbeda-beda.

Perangkat yang memiliki kinerja tinggi jika dihubungkan dengan perangkat kinerja rendah maka akan menyebabkan bottleneck. Hal ini disebabkan data yang ditransfer oleh perangkat kinerja tinggi tidak dapat ditangani secara maksimal oleh perangkat kinerja rendah.

Contoh bottleneck lainnya semisal proses transfer data ternyata lebih kecil daripada kemampuan maksimal suatu komponen hardware. Hal ini membuat potensi kinerja komponen hardware tersebut tidak bisa dimanfaatkan sepenuhnya. Akhirnya, kinerja komputer juga menjadi kurang maksimal.

Baca juga : Cara Membuat Rancangan Spesifikasi PC Rakitan

Bottleneck dapat mengakibatkan penurunan kinerja komputer sekaligus membuat potensi kinerja komputer menjadi lebih rendah. Biasanya dapat ditemui dalam bentuk delay (keterlambatan) transfer data.

Dalam game PC, bottleneck juga dapat menyebabkan penurunan FPS (Frame Per Second) sehingga mengganggu kenyamanan saat bermain. Perangkat komputer yang dapat mengalami bottleneck diantaranya processor, GPU (Graphic Processing Unit)/VGA Card, memori RAM, dan media penyimpanan (HDD/SSD).

Bagaimana cara mengetahui bottleneck hardware pada komputer ?

Anda dapat menggunakan tools online yang dinamakan Bottleneck Calculator. Tools ini dapat menghitung perkiraan kinerja antar komponen sebelum menentukan ada atau tidak bottleneck pada komputer. Berikut ini cara mudah mengecek bottleneck pada PC gaming

  1. Pertama, anda harus tahu spesifikasi teknis komputer terutama komponen vital yang anda gunakan.

Cara Mengecek Spesifikasi Laptop/PC Desktop

  • Pada laptop atau komputer built-up, silahkan cek label spesifikasi yang tersedia pada buku manual atau kotak paket penjualannya.
  • via BIOS. Anda cukup masuk ke menu UEFI BIOS dengan menekan tombol Esc/F2/F12/Del (tergantung motherboard yang digunakan) begitu komputer dinyalakan. Pada menu utama UEFI BIOS pasti tertera informasi processor, kapasitas/jenis memori, GPU, dan hard disk.
  • via Task Manager
    • Buka Task Manager. Caranya, klik kanan taskbar lalu pilih Task Manager
    • Buka tab Performance
    • Di situ akan tertera komponen PC desktop/laptop beserta spesifikasinya
  • via DirectX Diagnostic Tool.
    1. Tekan tombol Win + R untuk membuka kotak dialog Run. Cara alternatifnya, tekan tombol Win + X kemudian pilih Run
    2. Ketikkan perintah "dxdiag" (tanpa tanda petik)
    3. Tekan tombol Enter
    4. Pada menu utama DirectX Diagnostic Tool tertera informasi versi sistem operasi, processor, kapasitas memori, dan versi DirectX
  • via System Information
    1. Tekan tombol Win + R untuk membuka kotak dialog Run. Cara alternatifnya, tekan tombol Win + X kemudian pilih Run
    2. Ketikkan perintah "msinfo32" (tanpa tanda petik)
    3. Tekan tombol Enter
    4. Aplikasi System Information akan memberikan informasi yang lebih lengkap dan detail mengenai seluruh hardware dan software yang terpasang pada komputer

Tonton video ini dulu!Jika ingin mengetahui spesifikasi teknis PC/laptop lebih dalam, anda juga dapat menggunakan aplikasi khusus. Diantaranya

Baca juga : Cara Mengecek GPU VGA di Laptop/PC Desktop Windows

Cara paling mudah mengetahui bottleneck pada PC desktop/Laptop

Setelah mengetahui spesifikasi teknis komputer, anda pasti akan memahami komponen-komponen yang terpasang di dalamnya. Salah satu komponen penyebab bottleneck yang sering kali tidak diketahui oleh pengguna PC yaitu hard disk.

Kenapa hard disk ??? Saat ini, CPU, RAM, dan GPU modern memiliki potensi kinerja yang cukup tinggi. Jika perangkat vital tersebut tidak diimbangi dengan kinerja perangkat penyimpanan (hard disk) yang memadai, tentu akan sangat menghambat kinerja PC secara keseluruhan.

Seperti yang kita tahu, hard disk bekerja secara mekanik. Akses data seperti proses baca tulis dilakukan dalam piringan (disk) magnetis. Hal ini yang menyebabkan proses transfer atau akses data pada hard disk menjadi sangat lambat. Ditambah hard disk juga sangat rentan dengan guncangan atau getaran fisik yang beresiko merusak disk di dalamnya.

Bottleneck yang disebabkan oleh CPU. Credit : thakoni.com

Cara memperbaiki bottleneck akibat hard disk

Satu-satunya cara memperbaiki (atau mungkin menghilangkan) bottleneck yang disebabkan oleh hard disk yaitu upgrade ke SSD (Solid State Drive). SSD sudah jelas memiliki kecepatan transfer data yang jauh lebih kencang daripada hard disk. Akses data pada SSD juga lebih cepat karena tidak menggunakan proses mekanik. SSD juga unggul karena tahan dengan getaran atau guncangan.

Baca juga : Tips memilih SSD yang tepat buat PC

Cara mengecek bottleneck hardware pada komputer mode advanced

Bila kalian memahami betul-betul spesifikasi hardware komputer, kalian bisa menentukan ada tidaknya potensi bottleneck. Seperti ini misalnya

CPU-kartu grafis-motherboard

CPU, kartu grafis, dan motherboard harus sama-sama mendukung interface PCI Express yang sama persis, misalnya PCI Express 3.0 x16. Jika ada salah satu yang memiliki dukungan yang berbeda, misalnya PCI Express 2.0 x16 atau PCI Express 3.0 x8, maka di situ akan ada potensi terjadi bottleneck.

CPU-RAM

Kecepatan maksimal memory controller pada CPU sebaiknya sama persis dengan kecepatan maksimal yang didukung oleh modul RAM. Jika ada yang berbeda, misalnya memory controller mendukung DDR4-2666, sedangkan modul RAM mendukung DDR4-3200 maka akan muncul potensi bottleneck.

Sebenarnya, hal ini bisa diatasi dengan cara mengganti kecepatan memori pada UEFI BIOS. Misalnya dengan mengaktifkan fitur XMP dengan profil kecepatan maksimal modul RAM. Nantinya, kecepatan memori bisa lebih seragam dan potensi terjadinya bottleneck bisa dihindari.

Storage

Misal, perangkat SSD 2.5" dengan port konektor SATA3 bisa bekerja secara maksimal jika dipasang pada port konektor SATA3 juga. Jika dipasang pada port konektor SATA2, maka bandwidth transfernya menjadi tidak maksimal sehingga potensi perangkat SSD tersebut tidak sepenuhnya bisa dimanfaatkan.

Contoh lain misalnya SSD NVME PCI Express 3.0 jika dipasang pada slot M.2 NVME PCI Express 4.0, maka akan muncul potensi terjadinya penurunan transfer bandwidth. Sebab, di situ ada perbedaan kinerja yang cukup signifikan antara PCI Express 3.0 dan PCI Express 4.0.

Tonton video ini dulu!

Mengetahui adanya potensi bottleneck lewat tools Bottleneck Calculator

  1. Kunjungi website Bottleneck Calculator
  2. Pilih merk CPU yang anda gunakan, AMD atau Intel
  3. Pada label CPU, pilih processor yang terpasang sesuai spesifikasi teknis komputer.
  4. Pilih merk GPU yang anda gunakan, AMD atau Nvidia
  5. Pada label GPU, pilih GPU atau kartu grafis yang anda gunakan. GPU yang didukung hanya AMD dan NVidia. Anda juga dapat memasukkan jumlah GPU jika menggunakan lebih dari satu GPU (multi GPU).
  6. Pada label RAM, pilih jumlah keping, kapasitas, dan jenis modul memori RAM yang anda gunakan. Jenis modul memori RAM yang didukung hanya DDR3 dan DDR4.
  7. Pada label Storage, pilih jumlah dan jenis media penyimpanan yang digunakan.
  8. Anda juga bisa memberi tanda centang pada pilihan Advanced Settings
  9. Di bagian tersebut anda dapat mengatur perkiraan kinerja CPU dan GPU. Sebaiknya tetap diatur pada presentase 100%.
  10. Jika sudah terisi semua, jangan lupa konfirmasi dan klik tombol Calculate
  11. Sistem akan menampilkan hasil kalkulasi perkiraan bottleneck pada komputer anda.
Perhatian! Website Bottleneck Calculator mungkin tidak/belum menyertakan semua seri komponen komputer, terutama CPU dan GPU. Semua komponen PC yang ada pada daftar hanya yang banyak ditemui dalam pasar. Jika seri komponen PC yang anda gunakan tidak termasuk dalam daftar, BUKAN berarti PC anda akan mengalami bottleneck.
Artikel penting tentang hardware komputer

Contoh : Untuk komputer dengan spesifikasi seperti berikut

  • CPU : Intel Core i3 6100
  • GPU : AMD Radeon RX 460
  • RAM : 2x4GB DDR4
  • Storage : SSD
Spesifikasi PC Gaming 1

Maka hasil kalkulasi perkiraan bottleneck yaitu

Komputer berjalan optimal. Bottleneck hanya 7%

Pada spesifikasi PC di atas, semua komponen penting dapat bekerja secara optimal meski masih terjadi bottleneck dengan intensitas rendah. Tools tersebut juga memberikan rekomendasi spesifikasi komponen agar PC dapat berjalan lebih optimal.

Baca juga : Jenis dan perbedaan memori pada GPU VGA card

Lalu, bagaimana dengan komputer dengan spesifikasi berikut

  • CPU : AMD APU A8-7600
  • GPU : AMD Radeon R7 260X
  • RAM : 2x2GB DDR3
  • Storage : HDD 7200 RPM
Spesifikasi komputer 2

Maka hasil kalkulasi perkiraan bottleneck yaitu

Terjadi bottleneck 20% karena GPU tidak seimbang dengan CPU

Jika terjadi bottleneck pada spesifikasi komputer, maka tools akan memberikan rekomendasi komponen yang harus diganti. Selain memberikan rekomendasi, juga memberikan perbandingan singkat antara komponen yang mengalami bottleneck dengan komponen pengganti.

Perbandingan GPU yang bottleneck dengan GPU pengganti

Cara memperbaiki bottleneck CPU/GPU/RAM

  • Jika ada budget lebih, mungkin dapat dipertimbangkan untuk mengupgrade komponen tersebut.
  • Sebaliknya jika tidak ada biaya, maka harus merubah skenario penggunaan aplikasi seperti menurunkan pengaturan, merubah resolusi, atau mengurangi hal-hal yang tidak dibutuhkan.

Tips sederhana : Kombinasi Ideal Spesifikasi PC Desktop untuk Gaming/Desain/Editing ala Tekno Jempol

Komponen inti Spesifikasi minimal Spesifikasi rekomendasi
CPU CPU kelas Low-end CPU Mid-end/High-end
GPU IGP/GPU kelas low-end/Mid-end GPU kelas Mid-end/High-end/Enthusiast
RAM Sesuaikan dengan kemampuan motherboard. Makin kencang & gede kapasitasnya, makin bagus
Penyimpanan primer SSD. Hard disk sebaiknya untuk penyimpanan sekunder/tambahan
Sistem operasi Kapasistas RAM 4 GB atau lebih wajib pakai OS 64-bit. RAM kurang dari 4 GB wajib pakai OS 32-bit
Baca juga : Cara mengatasi lag/stuttering saat main game

Komputer terdiri dari berbagai macam komponen. Semua komponen tersebut harus dapat bekerja secara optimal dan memiliki kinerja yang seimbang. Jika salah satu komponen tidak memiliki kinerja yang optimal, dapat dipastikan kinerja komputer keseluruhan dapat terganggu.

Sebetulnya, semua sistem komputer pasti akan mengalami bottleneck. Hanya saja dengan presentase yang sangat kecil sehingga tidak terlalu berpengaruh pada kinerja sistem. Atau mungkin pengguna sendiri sudah "berdamai" dan "memaklumi" boottleneck tersebut.

Tools yang disediakan oleh Bottleneck Calculator ini hanya mengecek dari sisi hardware. Hasil pengecekan bottleneck tools tersebut mungkin berbeda dengan operasional komputer yang anda gunakan. Namun, tools ini bisa menjadi acuan bagi anda yang ingin merakit atau mengganti komponen komputer untuk mendapatkan kinerja yang lebih maksimal.

Baca juga : Cara Merawat Komputer Windows Dengan Mudah Agar Kinerjanya Tetap Optimal

Bottleneck tidak hanya dapat terjadi dari sisi hardware saja, tapi juga dapat terjadi dari sisi software. Jika skenario pengaturan aplikasi melebihi batas maksimal yang dapat dijangkau oleh hardware, bottleneck mungkin dapat terjadi.

Umumnya, bottleneck terjadi pada proses yang membutuhkan resource sistem tinggi misalnya gaming, editing/rendering, dan pembuatan konten. Pada proses yang ringan seperti membuat dokumen, menonton film, atau browsing, bottleneck mungkin tidak begitu terasa.

Akhir kata, itulah cara mudah mengecek bottleneck pada komputer. Semoga artikel ini bermanfaat...

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar