Skip to main content

Tips Memilih Processor Terbaik Untuk Gaming, Desain, dan Editing

Kita semua paham jika CPU (Central Processing Unit) atau processor merupakan komponen komputer yang paling vital karena berperan sebagai pengatur dan pengelola semua perintah yang diberikan. Oleh karena itu, processor dalam PC pasti siap untuk bekerja dalam banyak keperluan seperti standar office, gaming, hingga desain atau editing multimedia.

Untuk kebutuhan gaming, kalian tentu membutuhkan processor yang memadai. Mengingat game-game PC modern memerlukan CPU berkinerja tinggi agar mampu memainkan gameplay dengan nyaman. Selain itu, CPU berkinerja tinggi juga dibutuhkan untuk memaksimalkan fitur atau fungsi game sehingga permainan menjadi lebih seru dan menarik.

Dalam pekerjaan desain dan editing, processor sangat dibutuhkan untuk aktivitas multitasking, kalkulasi, atau rendering objek grafis. Serupa dengan gaming, desain dan editing menuntut CPU berkinerja paling optimal dengan tujuan efektivitas dan efisiensi pekerjaan. Diharapkan juga, mampu untuk menghasilkan produk multimedia seperti foto dan video yang berkualitas tinggi.

Memilih dan menentukan prosessor yang tepat untuk gaming, desain & editing ?

Bagaimana cara menentukan processor yang tepat untuk pekerjaan tersebut di atas ? Berikut ini Tekno Jempol akan menjelaskan tips memilih CPU terbaik untuk keperluan gaming, desain produk grafis, atau editing multimedia.

Pertama, yang perlu diperhatikan jika CPU atau processor terbaik ini berarti CPU/processor tersebut benar-benar sesuai dengan kebutuhan, dapat digunakan secara maksimal, dan dijangkau oleh budget.

Sebagus apapun spesifikasinya, semahal apapun harganya, jika tidak dapat digunakan maksimal atau sesuai keperluan tentu akan merugikan pengguna. Sebaliknya, meski harganya murah namun dapat dimanfaatkan secara maksimal tentu akan sangat menguntungkan.

Tips memilih CPU untuk kebutuhan gaming

Pahami kebutuhan sistem game-game PC yang akan dijalankan

Sebelum memilih CPU untuk bermain game, wajib bagi kalian untuk memahami system requirement dari aplikasi/game yang akan dimainkan. Setiap game (bahkan sistem operasi dan program aplikasi apapun) pasti punya kebutuhan sistem yang harus dipenuhi agar dapat dijalankan.

Kebutuhan sistem ini berisi spesifikasi vital komputer yang harus dipenuhi seperti CPU, kapasitas memori RAM, perangkat grafis (VGA card), kapasitas penyimpanan, dan seterusnya. Jika ada komponen yang tidak terpenuhi atau tidak sesuai, kemungkinan kalian tidak akan dapat memainkan game tersebut.

Game-game PC modern umumnya menyertakan dua jenis spesifikasi komputer yang dibutuhkan yaitu spesifikasi minimal dan spesifikasi yang disarankan. Spesifikasi minimal merupakan spesifikasi komputer yang setidaknya harus terpenuhi untuk dapat menjalankan game dengan fungsi/fitur standar.

Sedangkan jika ingin memainkan game dengan fungsi penuh, efek grafis yang menarik, atau resolusi tampilan tinggi, PC kalian harus memenuhi spesifikasi yang disarankan (Recomended spesification). Tentu saja spesifikasi tersebut lebih tinggi dari spesifikasi minimal. 

Baca juga : Cara Membuat Rancangan Spesifikasi PC Rakitan

Perhatikan pada aspek CPU/Processor pada system requirement

Dari spesifikasi kebutuhan sistem untuk game, kalian sudah dapat menentukan processor terbaik untuk bermain game dengan nyaman. Apakah processor tersebut layak untuk dipilih ? Kenapa tidak ! Processor tersebut pasti sudah diuji secara resmi oleh pengembang game tersebut. Semua game PC pasti akan berjalan dengan baik pada CPU yang memang sudah didukung.

Lalu mana yang harus dipenuhi ? Processor pada spesifikasi minimal atau spesifikasi rekomendasi ? Jika memang ada biaya lebih, processor pada spesifikasi rekomendasi boleh dibeli. Tentu kalian akan mendapatkan performa yang lebih bagus dan pengalaman bermain game yang lebih seru.

Jika mengacu pada kebutuhan sistem, mungkin pilihan processor tidak terlalu banyak. Sebab, kebutuhan sistem pada game-game PC seringkali berbeda. Ada yang membutuhkan spesifikasi sistem yang tinggi, ada pula yang hanya memerlukan spesifikasi rendah. Tapi, kebanyakan game PC modern punya kebutuhan spesifikasi yang tidak terlalu berbeda.

Baca juga : Tips memilih motherboard sesuai kebutuhan

Cari pilihan processor alternatif

Kadang kala, game PC hanya memerlukan processor generasi lawas yang sulit ditemukan di pasaran. Atau game PC ternyata membutuhkan merk processor yang harganya agak mahal. Di sini kalian perlu mencari alternatif processor pilihan yang mungkin lebih mudah dan murah untuk didapatkan.

Nah, kalian cukup mencari CPU yang mungkin setara dengan kebutuhan sistem game tersebut. Cukup mudah kok, kalian tinggal masuk ke website reviewer hardware. Di situ biasanya tersedia menu komparasi/perbandingan antar processor. Reviewer hardware biasanya membandingkan processor berdasarkan kinerja atau potensi performanya.

Baca juga : Urutan Processor Laptop/PC Desktop Intel dan AMD Update Terbaru

Menentukan sendiri processor yang akan digunakan

Kalian juga bisa menentukan sendiri processor yang ingin digunakan. Namun, kalian wajib memahami seluk beluk processor tersebut. Tentu saja kalian harus aktif menambah wawasan informasi mengenai spesifikasi teknis CPU pada komputer.

Ada begitu banyak produk processor di pasaran. Semuanya memiliki variasi produk yang beragam dengan spesifikasi yang bermacam-macam. Processor apa yang kira-kira cocok untuk bermain game ? Pertanyaan ini sering kali ditanyakan oleh banyak pengguna PC terutama kalangan awam. Jawaban pasti yaitu processor yang sesuai budget dan kebutuhan game.

Sekarang, pertanyaannya kembali pada kalian, berapa budget yang kalian punya ? Apa Game PC yang akan kalian mainkan ? Jika punya budget lebih, kalian bisa memilih processor kelas performance/high-end.

Seterusnya, jika budget tidak terlalu banyak, mungkin processor kelas menengah (medium/mid-end) sesuai untuk kalian. Sebaliknya, jika hanya mampu mengeluarkan biaya sedikit, cukup gunakan processor kelas bawah (low-end/entry-level).

Beranjak ke spesifikasi teknis CPU. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kalian wajib (sedikit) memahami seluk beluk spesifikasi CPU sebelum memilih atau membeli. Hal ini berkaitan langsung dengan proses instalasi dan kinerja teknis CPU pada sistem nantinya.

Bagi sebagian pengguna PC (terutama yang awam), spesifikasi teknis processor mungkin terasa cukup rumit. Mengingat processor merupakan perangkat elektronik yang kompleks. Nah, berikut ini beberapa hal dari spesifikasi processor yang wajib diperhatikan dan dipertimbangkan.

  • Merk processor. Saat ini merk processor untuk komputer desktop atau laptop yang paling banyak digunakan adalah Intel dan AMD. Baca juga : Perbedaan, Kelebihan, serta Kekurangan Processor Intel dan AMD
  • Nama dan seri/model processor. Processor Intel saat ini dipasarkan dengan nama Celeron, Pentium, Core i3/i5/i7/i9. Tiap seri/model processor Intel menunjukkan generasi CPU yang digunakan, misalnya Core i3-7100 berarti processor Core i3 generasi ke-7. Tidak berbeda dengan Intel, processor AMD juga dipasarkan dengan nama Athlon, APU, Ryzen, dan Ryzen Threadripper.
  • Jumlah core atau thread. Umumnya processor desktop modern untuk kelas konsumer memiliki 2/4/6/8 core atau thread. Makin banyak jumlah core, makin bagus performa multitasking-nya. Jika dianalogikan, tugas yang banyak akan lebih cepat selesai jika dikerjakan banyak orang. Pada beberapa seri processor Intel dan AMD, tiap core mampu mengeksekusi dua perintah atau thread sekaligus. Fitur ini dinamakan Hyper Threading (HT) pada Intel dan Simultaneus Multi-Threading (SMT) pada AMD.
  • Kecepatan frekuensi/clock speed. Makin tinggi kecepatannya, makin bagus kinerja processor. Jika ingin meningkatkan kecepatan CPU, kalian bisa melakukan overclock. Tapi tidak semua CPU bisa dilakukan overclock. Biasanya, hanya CPU dengan akhiran nama "K" atau "X" yang mampu ditambah kecepatannya. Selain itu, juga perlu motherboard yang sudah mendukung overclock.
  • Perangkat grafis terintegrasi. Solusi murah untuk perangkat display monitor tanpa harus membeli kartu grafis (VGA Card) secara terpisah. Hampir semua processor modern terutama Intel punya fitur ini.
  • Soket yang digunakan. Kadang, tiap generasi processor punya soket yang berbeda-beda. Processor pada generasi terbaru mungkin tidak bisa dipasang pada motherboard yang hanya mendukung processor generasi sebelumnya.
  • Harga. Relatif! Ada harga, ada rupa. Makin bagus, jelas makin mahal.

Spesifikasi teknis processor yang harus dipenuhi untuk komputer tahun 2021

  • Processor minimal dual-core dengan kecepatan 2.0 GHz
  • Dirilis setidaknya 1-3 tahun/generasi kebelakang
  • Sebaiknya memiliki fitur multithreading seperti Hyper Threading (HT) pada processor Intel dan Simultaneus Multi-Threading (SMT) pada processor AMD
  • Sebaiknya juga dilengkapi perangkat grafis terintegrasi (IGP/VGA Onboard)
Baca juga : Processor Intel dan AMD Yang Support Windows 11 dan Windows 10

Contoh kasus memilih CPU yang cocok untuk gaming

Tekno Jempol ingin membangun PC desktop rakitan untuk bermain game PUBG (Player Unknown Battle Ground). Menurut spesifikasi kebutuhan sistem pada game tersebut, CPU yang mesti digunakan minimal Intel i5-4430 / AMD FX-6300 atau disarankan Intel i5-6600K / AMD Ryzen 5 1600.CPU tersebut sudah jarang di temui di pasaran saat ini. Oleh karena itu, sebagai alternatif akan diganti dengan CPU yang memiliki spesifikasi yang serupa.

Maka pilihan processor terbaik menurut Tekno Jempol yaitu Intel Core i3 10100F dengan pertimbangan generasi lebih baru (kenerja lebih kencang), fitur HyperThreading, dan lebih mudah didapat karena masih banyak tersedia di pasaran.

Misalnya, budget yang dimiliki sebesar 2 jutaan. Saat ini, dengan budget tersebut, kalian sudah bisa mendapatkan processor kelas low-mid. Processor kelas low-mid sebetulnya mampu untuk menjalankan game-game PC modern. Contoh processor kelas low-mid misalnya

  • Seri Intel Core i3/i5
  • Seri AMD Ryzen 3/5

Petunjuk singkat

Untuk kebutuhan bermain game PC modern, prioritaskan memilih processor dengan clock speed (kecepatan frekuensi) yang tinggi. Makin tinggi, makin nyaman saat bermain game. Tidak perlu processor dengan jumlah core yang terlalu banyak. Empat/enam core sebenarnya sudah cukup. Kecuali, jika kalian bermain game sekaligus menjalankan aplikasi lain (multitasking).

Bermain game dengan processor kelas low-end/entry-level ? Masih bisa kok. Dengan catatan, game tersebut ringan dan tidak terlalu berat. Kalaupun memaksa ingin bermain game berat, kalian harus mematikan fitur/fungsi tertentu dan menurunkan resolusi tampilan agar tidak terlalu memberatkan CPU "murah".

Tips memilih CPU untuk kebutuhan desain dan editing

Credit : HS You

Pada dasarnya, CPU/processor untuk bermain game juga dapat digunakan untuk pekerjaan desain grafis dan editing multimedia. Secara teknis, semua processor bisa digunakan untuk berbagai bidang pekerjaan. Tinggal pengguna yang menyesuaikan keperluan pekerjaannya dengan komputer yang dipakai.

Menentukan processor terbaik untuk pekerjaan desain dan editing sama seperti memilih processor untuk menjalankan game. Kalian bisa memilih sendiri atau mengacu pada spesifikasi kebutuhan sistem pada program aplikasi desain/editing yang digunakan. Mungkin kalian juga harus mencari wawasan yang lebih dalam sebelum memutuskan untuk memilih processor tersebut.

Yang perlu diperhatikan, pekerjaan desain dan editing tidak sama dengan bermain game. Bermain game mungkin tujuannya untuk hiburan, refreshing, atau bersenang-senang. Jadi, tidak perlu menggunakan peralatan (maksudnya processor) yang terlalu canggih. Cukup dengan processor kelas low-end atau setidaknya mid-end sudah sangat bagus demi mengejar pengalaman bermain yang seru serta nyaman.

Beda dengan pekerjaan desain atau editing yang tujuannya lebih serius yaitu menunjang produktivitas atau mengejar profit/keuntungan misalnya. Pekerjaan ini menuntut hasil produk/konten multimedia seperti gambar, foto, atau video yang berkualitas terbaik. Disamping itu, tetap tidak mengesampingkan efisiensi dan efektivitas kerja. Oleh karena itu, pekerjaan ini disarankan menggunakan processor dengan kinerja paling tinggi.

Processor kelas performance atau high-end pasti menawarkan fungsi dan fitur yang sangat mendukung pekerjaan desain dan editing. Spesifikasinya jelas paling lengkap. Fungsi dan fitur yang dimiliki mungkin jarang ditemui pada processor kelas di bawahnya. Wajar, jika processor kelas high-end punya harga yang cukup mahal tapi pasti akan setara dengan performa dan profit yang dihasilkan.

Beberapa contoh produk processor untuk pekerjaan desain dan editing diantaranya

  • Seri Intel Core i7 dan Core i9
  • Seri AMD Ryzen 7
  • Seri AMD Ryzen Threadripper

Petunjuk

Untuk kebutuhan desain dan editing, kalian sebaiknya memilih CPU dengan jumlah core yang lebih banyak dan telah dibekali fitur hardware akselerator. Apa itu ? Hardware accelerator adalah komponen khusus yang digunakan untuk mengakselerasi atau mempercepat operasi fungsi-fungsi khusus.

Beberapa accelerator yang bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan desain-editing misalnya

  • GPU untuk komputasi grafis termasuk di dalamnya terdapat akselerasi untuk fungsi video processing, image processing, simulasi fisika, hingga ray tracing
  • Audio signal processor untuk akselerasi fungsi audio/sound processing
  • Artificial Intelligence untuk akselerasi fungsi kecerdasan buatan termasuk di dalamnya terdapat teknik computer vision.

Mendesain dan mengedit pakai processor kelas yang lebih rendah ? Bisa sih, tapi kalian pasti tidak akan mendapatkan optimalisasi dari processor tersebut. Pekerjaan mungkin akan lebih lama selesai dan produk yang dihasilkan mungkin tidak terlalu berkualitas. CPU kelas rendah mungkin lebih cocok untuk pekerjaan standar seperti membuat dokumen, bikin presentasi, dan browsing internet.

Setelah menentukan processor, tidak ada salahnya untuk mencari review mengenai processor tersebut. Tujuannya sebagai bahan pertimbangan sebelum berangkat ke toko. Kalian dapat mencari review produk processor yang banyak tersedia di internet.

Contoh kasus memilih CPU yang tepat untuk desain/editing

Tekno Jempol ingin membangun PC desktop rakitan untuk bekerja di bidang desain grafis. Program aplikasi yang digunakan yaitu Adobe Photoshop 2020. Menurut spesifikasi kebutuhan sistem pada aplikasi tersebut, CPU yang mesti digunakan minimal Intel/AMD dengan kecepatan minimal 2 GHz dan mendukung SSE 4.2.

Sebagai informasi, ekstensi SSE 4.2 sudah didukung sejak era Intel Core i7 (Nehalem, rilis 2008) dan AMD FX (Bulldozer, rilis 2011). Maka pilihan processor terbaik untuk menjalankan aplikasi tersebut menurut Tekno Jempol yaitu Intel Core i5 10400 dengan pertimbangan sebagai berikut

  • Generasi teknologi yang lebih baru
  • Jumlah core cukup banyak
  • Fitur HyperThreading
  • Lebih mudah didapat karena masih banyak tersedia di pasaran
  • Dibekali GPU terintegrasi (Intel UHD Graphic 630) yang mendukung fungsi akselerasi video processing (Intel Quick Sync dan Intel Clear Video HD)

Artikel ini ditulis untuk referensi kalian yang masih bingung memilih dan menentukan processor saat ingin membangun komputer rakitan. Semuanya tetap kembali pada pilihan masing-masing. Memilih processor tidak tergantung kebutuhan atau jumlah budget saja, tapi juga selera atau keinginan.

Silahkan kalian memilih processor sendiri, entah merk ini atau merk itu. Toh, nanti yang memakai juga kalian sendiri. Kalaupun takut memilih, silahkan membaca artikel ini mulai dari awal.


Semoga bermanfaat....

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar