Skip to main content

Tips Memilih Motherboard Sesuai Kebutuhan dan Budget

Sebelumnya, Tekno Jempol sudah memberikan penjelasan mengenai tips memilih processor untuk gaming, desain, dan editing. Kali ini, kembali Tekno Jempol akan memberikan pemaparan tentang tips memilih motherboard yang sesuai kebutuhan dan budget terutama di tahun 2022.

Seperti yang diketahui, motherboard atau mainboard merupakan "wadah" bagi semua komponen PC agar dapat bekerja bersama secara optimal. Jika ada hardware yang tidak terkoneksi dengan motherboard, kemungkinan, perangkat tersebut tidak akan dapat digunakan. Mengingat pentingnya perangkat motherboard, kalian tidak boleh melalaikan komponen yang satu ini.

Motherboard modern boleh dibilang perangkat yang CPU-oriented. Artinya, sebuah CPU hanya dapat dipasang pada motherboard yang memang sudah didukung atau dikenali oleh motherboard tersebut. Selain itu, motherboard juga ditentukan lewat platform CPU yang didukung. CPU dengan merk A misalnya, tidak dapat dipasang pada motherboard yang hanya mendukung CPU merk B.

Secara teknis, memang tidak memungkinkan untuk memasang sebuah processor pada sembarang motherboard. Motherboard yang dipilih harus memiliki soket yang memang sesuai dengan processor yang akan digunakan. Bahkan, beberapa processor mengharuskan chipset tertentu pada motherboard agar bisa berjalan optimal.

Tips memilih motherboard yang tepat untuk PC desktop

Jika memutuskan untuk merakit komputer sendiri, kalian sudah pasti harus menentukan motherboard yang akan digunakan. Di pasaran, ada begitu banyak varian produk motherboard yang tersedia. Brand atau merk motherboard juga cukup beragam.

Poin utama dari sebuah motherboard yaitu semakin banyak mewadahi atau mengakomodir banyak komponen PC, maka semakin bagus motherboard tersebut. Seperti halnya memilih processor, kalian juga harus paham dengan seluk-beluk spesifikasi teknis motherboard, mulai dari bagian-bagian serta fungsinya. Oleh karena itu, kalian harus mencari wawasan secara cermat mengenai spesifikasi motherboard yang akan dipilih.

Baca juga : Pengertian, Jenis, Dan Bagian-Bagian Motherboard Pada Komputer Desktop

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memilih motherboard terbaik untuk komputer. Berikut ini diantaranya

Pastikan CPU didukung oleh soket pada motherboard

Hal penting yang harus diperhatikan saat memilih motherboard yaitu soket CPU. Sebab, CPU yang akan digunakan nanti harus dipasang dalam soket ini. Jika, CPU yang akan digunakan tidak cocok dengan soket dalam motherboard, sudah pasti sistem komputer tidak akan dapat dihidupkan. Oleh karena itu, saat memilih motherboard pastikan punya soket yang sesuai atau kompatibel dengan CPU yang akan dipasang.

Bagaimana cara mengetahui soket CPU yang dimiliki oleh motherboard ? Mudah saja, tinggal cari di label spesifikasinya. Biasanya ada di kardus paket penjualan, buku manual, brosur atau info di website resmi, dan bahkan dalam motherboardnya sendiri juga sudah tertulis label jenis soket yang tersedia. Sebaliknya, jika ingin memilih CPU, pastikan juga CPU tersebut sesuai dengan soket dalam motherboard.

Biasanya, suatu soket processor hanya dapat digunakan untuk satu generasi processor. Ada juga soket yang ditujukan untuk kelas/target konsumen tertentu. Oleh karena itu, saat memilih motherboard periksa dengan teliti jenis soket CPU yang tersedia. Kemudian, sesuaikan dengan processor yang akan digunakan.

Pada beberapa jenis soket processor dapat digunakan untuk lebih dari satu generasi processor. Dengan begitu, kalian punya pilihan motherboard atau CPU yang lebih banyak. Namun, kalian tetap tidak bisa sembarangan menggunakan motherboard meski secara teknis CPU yang dipilih bisa dipasang dengan baik. Motherboard harus mengenali processor tersebut agar sistem bisa berjalan.

Pastikan saat memilih motherboard, kalian juga memeriksa daftar processor yang didukung oleh motherboard tersebut. Kadang, ada processor yang belum didukung meski soket yang digunakan sudah tersedia dalam motherboard. Jika hal ini terjadi, kalian harus mengupdate BIOS pada motherboard tersebut agar mendukung processor yang akan digunakan.

Sesuaikan penggunaan dengan chipset yang terpasang

Bagian satu ini boleh dibilang merupakan identitas utama motherboard. Umumnya, motherboard memang dikenali lewat chipset yang digunakan. Chipset lebih banyak menyediakan dukungan untuk periferal seperti jumlah konektor SATA dan USB atau fitur-fitur khusus seperti overclocking dan teknologi penyimpanan canggih.

Chipset menyesuaikan dengan soket CPU yang tersedia. Satu soket CPU bisa mendukung berbagai chipset yang berbeda-beda. Umumnya, chipset dikelompokkan dalam beberapa segmentasi konsumen diantaranya kelas rendah (low-end), kelas menengah (mid-end), kelas atas (high-end), atau kelas khusus.

Makanya, di pasaran banyak motherboard dengan soket CPU yang sama tapi chipsetnya bermacam-macam. Saat memilih motherboard, sebaiknya sesuaikan chipset yang ada dengan processor yang akan digunakan. Jika menggunakan CPU kelas atas (high-end) maka seharusnya menggunakan motherboard dengan chipset kelas high-end juga.

Tujuannya, agar fungsi atau fitur dalam processor tersebut dapat dimanfaatkan secara penuh. Kalian juga pasti paham jika motherboard kelas high-end memang sudah dioptimalkan khusus untuk menangani processor kelas high-end.

Bagaimana jika memasang CPU kelas high-end pada motherboard dengan chipset kelas menengah atau bahkan kelas rendah ? Atau sebaliknya, memasang CPU kelas rendah pada motherboard dengan chipset level high-end ?

Secara teknis, bisa saja (asal soketnya sesuai!). Namun, yang perlu diketahui, kalian mungkin tidak akan bisa menjalankan fitur/fungsi unggulan yang tersedia dalam processor atau motherboard tersebut. Sebab, ada hal yang membatasi fitur atau fungsi tersebut. Jika ingin berjalan maksimal, sesuaikan fungsi atau fitur tersebut dengan wadah yang akan menanganinya.

Tips menyesuaikan CPU dan chipset motherboard secara ideal

  • CPU kelas low-end dipasang pada motherboard dengan chipset kelas low-end/mid-end
  • CPU kelas mid-end dipasang pada motherboard dengan chipset kelas low-end/mid-end/high-end
  • CPU kelas high-end dipasang pada motherboard dengan chipset kelas mid-end/high-end
Baca juga : Cara Membuat Rancangan Spesifikasi PC Rakitan

Pastikan ukurannya cocok dengan case

Hal yang agak sepele tapi sebetulnya penting juga. Ukuran motherboard desktop yang umum di pasaran yaitu 30,5 cm x 24,4 cm (biasa dikenal ukuran ATX/standar) dan 24,4 cm x 24,4 cm (ukuran Micro ATX/M-ATX). Saat akan memilih motherboard, pastikan ukurannya sesuai dengan case yang ada. Jika belum memiliki case, maka nanti case tersebut harus menyesuaikan dengan ukuran motherboard yang akan dipilih.

Dari segi dimensi, ukuran ATX dan Micro ATX mungkin tidak terlalu berbeda. Namun, dengan ukuran yang lebih besar, motherboard ATX tentu punya kelengkapan yang lebih banyak ketimbang motherboard dengan ukuran Micro ATX.

Motherboard ATX memiliki slot periferal, konektor, slot memori, atau panel I/O yang tentu lebih banyak. Sebaliknya, motherboard M-ATX tentu hanya memiliki kelengkapan ekspansi yang lebih sedikit karena terbatasnya ukuran.

Biasanya, motherboard kelas high-end atau mid-end menggunakan ukuran ATX. Sebab, untuk mengakomodir berbagai fitur dan fungsi tentu saja membutuhkan wadah yang luas. Sedangkan motherboard kelas low-end kebanyakan memakai ukuran M-ATX karena fitur/fungsinya tidak terlalu memerlukan ruang yang banyak.

Meski, ada juga beberapa motherboard high-end atau mid-end yang menggunakan ukuran M-ATX untuk lebih menekan harga.

Periksa kelengkapan, fungsi, dan fitur yang disediakan

Hal ini mungkin relatif karena tergantung banyak faktor, misalnya brand, tipe, segmentasi penjualan, atau harga. Biasanya, brand motherboard yang terkenal semisal ASUS, Gigabyte, atau MSI menawarkan fitur-fitur tertentu pada produk mereka. Ada juga yang memberikan kelengkapan khusus atau fungsi-fungsi tambahan guna menarik dan memanjakan konsumen.

Intinya, semua motherboard pasti punya kelengkapan, fungsi, atau fiturnya masing-masing. Walaupun kadang kelengkapan, fungsi, atau fitur tersebut tidak terlalu berbeda jauh. Semuanya tetap kembali pada pilihan konsumen.

Umumnya, motherboard high-end pasti memiliki kelengkapan ekspansi yang lebih banyak, fungsi atau fitur yang menarik dan beragam (overclocking misalnya). Harga motherboard tersebut tentu jauh lebih mahal. Pada motherboard mid-end, kelengkapan, fitur, atau fungsinya mungkin tidak terlalu banyak. Namun, harganya tidak semahal motherboard high-end.

Di sini kalian sebaiknya sudah menentukan rencana penggunaan komputer. Jika ingin memasang banyak hardware atau merasakan fitur-fitur khusus, kalian disarankan memilih motherboard kelas high-end atau setidaknya mid-end. Namun, untuk kebutuhan standar atau hanya menjalankan PC secara default, cukup gunakan motherboard kelas low-end.

Baca juga : Yang Harus Dilakukan Setelah Merakit PC Gaming

Fungsi/fitur motherboard yang sebaiknya tersedia untuk komputer desktop tahun 2021

  • Slot M.2 key M (NVME/PCIE x4)
  • Mendukung fitur Intel XMP (Xtreme Memory Profile) atau AMD A-XMP
  • Konektor untuk modul TPM (Trusted Platform Module) versi 2.0. Lebih bagus lagi jika sudah terpasang chip TPM 2.0
  • Port HDMI 

Pastikan memiliki garansi resmi

Kita semua pasti tidak ingin produk yang dipakai mengalami kerusakan. Tapi, kita juga harus paham jika produk motherboard yang kita pakai merupakan hasil produksi massal dari manufaktur. Meski sudah melewati hasil pengujian (Quality Control misalnya), bukan tidak mungkin produk motherboard tersebut bisa saja mengalami error atau cacat.

Oleh karena itu, saat akan membeli, pastikan produk motherboard tersebut sudah disertai garansi resmi. Dengan begitu, saat motherboard yang dipakai mengalami kerusakan, kalian masih bisa membawanya ke service center atau outlet resmi dari manufaktur motherboard tersebut.

Merk motherboard terbaik ?

Ada banyak produsen/merk motherboard yang beredar di pasaran. Misalnya ASRock, ASUS, Gigabyte, MSI, Biostar, dan lainnya. Lalu, manakah merk motheboard yang terbaik ?

Sebetulnya, tidak ada indikator baku mengenai merk motherboard yang paling bagus atau terbaik. Semua merk atau brand motherboard pasti memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Setiap vendor akan selalu berusaha mengeluarkan varian produknya sesuai keinginan konsumen.

Sekarang pertanyaannya adalah apa produk motherboard yang spesifikasinya sesuai dengan kebutuhan dan budget kalian ?

Cara memilih motherboard sesuai kebutuhan dan budget

Sebelumnya, Tekno Jempol sudah menjelaskan beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih sebuah motherboard. Kali ini akan dijelaskan langkah mudah untuk memilih motherboard yang sesuai budget dan keperluan.

  • Pertama, tentukan anggaran dan kebutuhan prioritas komputer tersebut nantinya
  • Kalian juga harus sudah menentukan processor yang akan digunakan. Jika belum, processor nanti yang harus menyesuaikan dengan motherboard
  • Pahami dengan cermat spesifikasi teknis processor tersebut
  • Dari spesifikasi processor, perhatikan soket processor yang dipakai
  • Cari tahu lebih dalam mengenai soket processor, terutama tentang chipset yang didukung
  • Kalian bisa mencari motherboard yang memiliki chipset tersebut pada toko komputer. Kalian juga bisa secara langsung mencari motherboard berdasarkan soket processornya.
  • Baca spesifikasi detail motherboard yang akan dipilih
  • Periksa dan pastikan motherboard benar-benar telah mendukung processor yang akan dipasang. Kalian bisa memeriksa daftar dukungan processor pada website motherboard.
Tips penting : Pastikan processor sudah didukung oleh motherboard sejak versi BIOS paling awal. Dengan begitu, processor bisa dikenali dan langsung dapat digunakan. Jika CPU tersebut belum didukung versi BIOS paling awal, kalian tentu harus mengupdate BIOS motherboard tersebut agar CPU dapat dikenali.
  • Sesuaikan kelengkapan, fitur, atau fungsinya sesuai dengan kebutuhan kalian.
  • Pastikan juga harga motherboard tersebut sesuai dengan kebutuhan dan budget yang kalian miliki
  • Jika sempat, mungkin kalian bisa membaca review motherboard tersebut yang banyak tersebar di internet
  • Terakhir yang perlu diperhatikan saat memilih motherboard yaitu pastikan ketersediaan stok di toko atau tempat yang akan kalian beli.

Cara mengganti motherboard baru

  1. Memahami seluk beluk spesifikasi motherboard dan spesifikasi komponen komputer vital yang sudah ada. Misalnya CPU, RAM, GPU/VGA card, PSU, Storage, dkk
  2. Pastikan sudah menentukan budget
  3. Karena kebutuhannya mengganti, maka spesifikasi motherboard baru nantinya harus menyesuaikan dengan komponen-komponen yang sudah ada. Atau setidaknya spesifikasi motherboard baru tidak jauh berbeda dengan motherboard yang lama
  4. Pastikan CPU/Processor yang ada harus kompatibel dengan soket pada motherboard baru
  5. Sesuaikan penggunaan CPU dengan chipset yang ada
  6. Pastikan komponen lainnya juga sesuai/cocok/kompatibel dengan motherboard
  7. Pastikan ukuran motherboard cocok dengan case
  8. Periksa kelengkapan, fungsi, dan fitur yang disediakan
  9. Pastikan memiliki garansi resmi atau ada jaminan garansi

Setelah itu, kalian bisa merakit dan memasang motherboard tersebut pada komputer. Oh, ya, kalian sebaiknya juga melakukan instalasi ulang sistem operasi yang terinstal.

Contoh kasus

Tekno Jempol baru membeli processor Intel Core i5 10400. Processor ini punya spesifikasi sebagai berikut

  • 6 core 12 thread (Hyper Threading)
  • Clockspeed 2.9 GHz (Turbo Boost hingga 4.3 GHz)
  • DDR4-2666
  • Soket LGA 1200
  • IGP Inteh UHD Graphic 630

Soket LGA 1200 tergolong soket generasi terbaru. Jadi, soket ini hanya bisa digunakan untuk processor Intel generasi ke-10/11 (rencananya). Soket LGA 1200 sudah mendukung teknologi memori RAM DDR4 dengan konfigurasi dual channel. Beberapa chipset yang didukung oleh soket ini diantaranya

  • High-end/enthusiast
    • Z490
  • Mid-end/Mainstream
    • B460
  • Low-end/Entry level
    • H410

Karena processor Intel Core i5 10400 termasuk CPU untuk konsumen kelas menengah, jadi sebaiknya menggunakan motherboard khusus processor Intel dengan chipset kelas menengah B460. Dengan budget Rp. satu setengah jutaan, saat ini Tekno Jempol dapat memilih motherboard MSI B460M Pro VDH Wifi. Kenapa memilih motherboard tersebut ? Berikut ini pertimbangannya

  • Ukuran M-ATX 
  • Spesifikasi teknis cukup bagus, misalnya
    • Built-in Wireless adapter 802.11 ac dan Bluetooth 4.2
    • 4 slot memori DDR4 dual channel dengan kecepatan hingga 3000 MHz
    • 2 slot M.2
    • Mendukung Intel Optane Memory
    • 4 konektor SATA3 yang mendukung RAID 0,1,5, dan 10

Mungkin, itulah beberapa tips yang harus diperhatikan dan cara mudah memilih motherboard untuk calon komputer idaman kalian. Tulisan di atas hanya sebagai referensi saja. Kalian bisa memilih motherboard apapun sesuai selera dan keinginan.

Kalau tak mau ribet, silahkan konsultasi ke teknisi ahli (dan terpercaya) untuk minta referensi atau mengganti motherboard baru. Semoga bermanfaat...

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar