Skip to main content

Begini Cara Mengatasi Suara Kipas Laptop Berisik

Komponen hardware laptop vital seperti chip processor, chip GPU, RAM, atau chipset I/O akan selalu menghasilkan sisa energi berupa hawa panas saat sedang beroperasi. Hawa panas ini harus segera dihilangkan karena bisa menyebabkan overheat (kelebihan panas) pada komponen tersebut.

Untuk itu, komputer laptop selalu dipasang perangkat yang dikenal dengan HSF (Heat Sink Fan). Perangkat ini berfungsi untuk mendinginkan komponen vital pada komputer. Caranya yaitu mengalirkan hawa panas dari chip hardware melalui plat penghantar panas (heat sink) lalu suhunya diturunkan dengan semburang angin kipas pendingin (fan).

Pada beberapa kasus, kipas pendingin dalam laptop justru bermasalah. Misalnya, suara kipas laptop berisik atau kipas laptop berbunyi cukup kencang. Bahkan, ada juga kasus kipas pendingin laptop malah mati dan tidak dapat berfungsi seperti biasanya.

Cara mengatasi suara kipas laptop berisik

Daftar isi

Penyebab kipas laptop berisik

Kasus suara kipas pendingin yang terdengar berisik tidak hanya terjadi pada laptop, tapi juga pada PC desktop. Kipas pendingin laptop yang berbunyi keras disebabkan oleh banyak hal. Beberapa diantaranya yaitu

  • Laptop tengah menjalankan aplikasi yang besar atau melakukan pekerjaan yang "berat" seperti bermain game PC, desain-editing, atau bahkan overclocking
  • Aplikasi yang sedang berjalan terlalu banyak. Bahkan, ada proses aplikasi yang masih berjalan meski sudah ditutup/tidak diperlukan lagi
  • Suhu chip hardware yang didinginkan terlalu tinggi (panas)
  • Perangkat kipas pendingin/HSF tidak mampu bekerja secara optimal atau mungkin justru mengalami kerusakan
  • Dan lainnya
Saud, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Sebetulnya, suara fan laptop berisik bukan hal buruk. Kipas laptop yang berputar kencang akan selalu mengeluarkan suara keras yang mungkin kurang nyaman untuk didengar. Padahal, kipas tersebut sedang bekerja dengan normal untuk mengurangi temperatur/suhu komponen hardware yang tinggi..

Yang jadi masalah mungkin jika kipas pendingin terus menerus berputar kencang sehingga suaranya terdengar berisik. Inilah yang mungkin harus menjadi perhatian bagi pengguna laptop.

Pada artikel ini, Tekno Jempol akan menjelaskan beberapa langkah-langkah berikut cara mengatasi suara kipas laptop berisik. Berikut ini selengkapnya

Lakukan restart/matikan laptop sementara

Ketika komponen hardware dalam laptop sedang beroperasi penuh, maka akan terjadi peningkatan suhu komponen. Oleh karena itu, kipas pendingin harus beroperasi maksimal guna menurunkan temperatur agar tidak terlalu tinggi. Alhasil, terdengar kipas laptop bunyi berisik atau cukup keras.

Salah satu langkah mudah untuk menangani hal tersebut yaitu dengan memulai ulang (restart). Laptop akan dinyalakan lagi dari awal sehingga suhu komponen di dalamnya bisa menurun drastis. Saat merestart laptop, sebaiknya dilakukan dengan cara yang normal seperti berikut ini.

  1. Buka menu Start kemudian pilih Power lalu klik Restart, atau
  2. Tekan tombol Alt + F4 secara bersamaan kemudian pilih opsi Restart dilanjut dengan menekan tombol Enter

Perlu diketahiu, biasanya sistem operasi (termasuk Windows) juga akan melakukan restart komputer jika mendeteksi ada komponen hardware yang mengalami suhu panas berlebih (overheat). Tujuannya agar terhindar dari kerusakan hardware yang lebih parah atau performa yang tidak stabil.

Bila perlu, lakukan shutdown atau matikan laptop untuk sementara disela-sela waktu. Terutama selepas dipakai untuk pekerjaan yang cukup berat seperti desain-editing-rendering atau bermain game. Maksudnya, kalian perlu mengistirahatkan laptop sebentar sebelum nanti digunakan kembali.

Tutup aplikasi yang sudah selesai digunakan

Pada kondisi tertentu, ternyata masih ada aplikasi yang tetap berjalan meski telah ditutup. Aplikasi seperti inilah yang akan membebani processor, RAM, atau GPU terus-menerus. Hal tersebut yang menyebabkan hardware laptop bekerja terlalu keras sehingga menghasilkan suhu panas.

Jika suhu komponen hardware laptop terdeteksi cukup tinggi (panas), maka kipas pendingin akan berputar lebih kencang guna menurunkan suhu komponen tersebut. Akibatnya, suara kipas akan terdengar cukup berisik akibat komponen laptop panas.

Kini pertanyaannya, bagaimana cara menutup aplikasi yang sudah selesai digunakan ? Di sini, kalian dapat memanfaatkan aplikasi bawaan OS Windows yang dinamakan Task Manager.

  1. Pertama, klik kanan area taskbar yang lalu pilih Task Manager atau tekan tombol Ctrl + Shift + Esc untuk membuka aplikasi Task Manager
  2. Pada tab Procesess akan terlihat semua aplikasi yang sedang berjalan/dijalankan
  3. Periksa aplikasi dengan penggunaan resource CPU atau GPU mencapai 100%. Biasanya ditandai dengan kolom CPU-GPU warna kuning-oranye-merah
  4. Tentukan aplikasi yang dirasa sudah tidak digunakan atau tidak terlalu diperlukan
  5. Klik tombol End task di bagian bawah untuk menutup aplikasi tersebut
  6. Untuk aplikasi yang tidak merespon atau mengalami "not responding", langkah-langkah sebelumnya juga bisa diaplikasikan

Perlu kalian pahami, menutup aplikasi lewat Task Manager tidak bisa sembarangan lho! Pada Windows 8, Windows 10, atau Windows 11, kalian hanya boleh menutup aplikasi pada daftar Apps atau Background process saja. Itupun harus dilakukan dengan cermat dan berhati-hati.

Aplikasi dalam bagian Windows processes JANGAN ditutup. Kenapa ? Sebab, aplikasi-aplikasi ini merupakan aplikasi sistem Windows yang menjalankan operasional fungsi komputer. Jika aplikasi tersebut berhenti berjalan, kemungkinan laptop tidak akan berjalan dengan semestinya.

Selain lewat aplikasi Task Manager, kalian juga bisa mengecek aplikasi yang berada dalam notification area

  1. Perhatikan di bagian pojok kanan bawah (Taskbar)
  2. Di sebelah label jam dan tanggal, terdapat berbagai ikon sistem atau aplikasi yang sedang dijalankan secara background
  3. Silahkan cek aplikasi-aplikasi tersebut.
  4. Kalau memang sudah tidak digunakan atau saat itu tidak diperlukan, aplikasi bisa ditutup. Caranya, klik kanan ikon aplikasi yang diinginkan kemudian pilih menu close/exit

Untuk yang belum tahu, aplikasi dalam notifikasi area biasanya sudah ada sejak pertama kali diinstall. Tujuannya yaitu agar aplikasi tersebut lebih cepat dibuka atau diakses.

Nah, semakin banyak program aplikasi yang terinstall, aplikasi pada notification area (berjalan secara background) mungkin juga akan semakin banyak. Jadi, kalian sebaiknya hanya memasang program aplikasi yang benar-benar dibutuhkan saja.

Nonaktifkan service Windows 10 yang tidak diperlukan

Salah satu komponen penting dalam OS Windows yaitu Windows Services. Komponen ini merupakan sekumpulan aplikasi yang berjalan di belakang layar (background process) guna menyediakan fungsi-fitur layanan (service) khusus. Misalnya seperti dukungan konektivitas jaringan dan proteksi antivirus.

Dari semua layanan, tentu tidak semuanya dapat dimanfaatkan secara penuh terutama oleh pengguna awam. Bahkan, kadang Windows Service ini justru sering membebani sistem. Untuk itu, kalian bisa mencoba mematikan beberapa service yang dirasa sudah tidak dibutuhkan.

Berikut ini langkah-langkah atau cara mematikan service Windows yang tidak terlalu diperlukan agar tidak membebani sistem laptop

  1. Pertama, buka kotak dialog Run dengan cara menekan tombol Win + R
  2. Ketikan perintah
    services.msc
    kemudian diakhiri dengan menekan tombol Enter
  3. Setelah jendela Services terbuka, silahkan cek bagian Status. Jika bagian Status berisi label Running, maka service tersebut sedang berjalan.
  4. Perhatikan juga kolom Startup type. Pada bagian ini, ada tiga tipe/jenis, yaitu Automatic, Manual, dan Disabled. Tipe Automatic menandakan service dijalankan otomatis saat proses booting ke Windows. Tipe Manual berarti service tersebut hanya dapat berjalan ketika dijalankan oleh aplikasi, service lain, atau pengguna laptop itu sendiri. Disabled berarti service tersebut benar-benar telah dinonaktifkan sehingga tidak dapat dijalankan.

Beberapa service pada Windows 10 yang bisa dimatikan dengan aman jika memang sudah tidak dibutuhkan

  • Downloaded Maps Manager (Boleh didisable jika tidak perlu menggunakan aplikasi Maps bawaan Windows)
  • Connected User Experiences and Telemetry
  • Geolocation service (jika tidak tersedia perangkat penanda lokasi seperti GPS, sebaiknya dimatikan saja)
  • Diagnostic Policy Service
  • Distributed Link Tracking Client (Bisa dimatikan kalau tidak terhubung pada jaringan komputer)
  • Fax (Bisa dinonaktifkan jika tidak menggunakan fungsi faksimile)
  • TCP/IP NetBIOS Helper (Jika tidak terkoneksi dengan jaringan workgroup, service ini bisa dinonaktifkan)
  • Payment and NFC (kalau tidak tersedia perangkatnya atau menggunakan layanan tersebut)
  • Print Spooler (Bisa didisable jika tidak membutuhkan fungsi cetak kertas)
  • Secondary Logon
  • Xbox (Bisa didisable jika tidak menggunakan laptop untuk bermain game)
  • Windows Image Acquisition (WIA) (Boleh dimatikan kalau tidak menggunakan fungsi scanner atau kamera)

Namun, Tekno Jempol sebenarnya tidak menyarankan untuk menonaktifkan service di atas secara penuh. Cukup diatur pada posisi manual agak bila sewaktu-waktu dibutuhkan, service tersebut langsung bisa dioperasikan. Kalaupun benar-benar tidak diperlukan, boleh juga untuk dimatikan.

Berikut ini langkah-langkah mematikan service Windows

  1. Masih dalam kotak jendela Services. Tentukan service yang benar-benar sudah tidak dibutuhkan
  2. Klik kanan service tersebut lalu pilih menu Properties
  3. Pada label Startup Type, pilih Manual atau Disabled
  4. Bila service tersebut sedang berjalan dan ingin dihentikan, klik tombol Stop
  5. Klik tombol Apply dan OK

Posisikan laptop dengan tepat

Komponen hardware dalam laptop semisal CPU, RAM, GPU, chipset motherboard, dan lainnya akan mengeluarkan hawa panas ketika beroperasi. Apalagi kalau bekerja dalam waktu yang lama. Hawa panas ini akan didinginkan oleh HSF (Heat Sink Fan) atau ditransfer keluar melalui lubang ventilasi udara laptop.

Saat sedang digunakan, sebaiknya kalian meletakkan laptop pada posisi yang tepat. Lubang ventilasi udara pada laptop jangan sampai tertutup benda apapun. Pastikan juga masih ada sedikit celah ruang antara body laptop dengan dudukan atau alas.

Perlu diketahui, lubang ventilasi berguna sebagai mekanisme sirkulasi udara dalam laptop. Kalau tidak didinginkan atau dibuang keluar, hawa panas akan tetap berada dalam body laptop. Akibatnya, komponen hardware laptop berpotensi mengalami kelebihan suhu (overheat).

Inilah yang bisa menyebabkan thermal throttiling atau penurunan kinerja akibat suhu tinggi. Bahkan jika tidak segera diatasi, mungkin komponen hardware tersebut akan mengalami kerusakan yang lebih parah.

Berikan pendingin laptop tambahan jika perlu

Credit: justcreative.com

Saat ini sudah banyak tersedia produk pendingin tambahan untuk laptop di pasaran. Varian produknya cukup banyak serta harga yang ditawarkan relatif cukup terjangkau. Umumnya, pendingin tambahan ini berbentuk dudukan laptop yang diberi kipas pendingin (cooler pad).

Namun perlu kalian pahami juga, laptop dan perangkat pendingin laptop tambahan ini harus benar-benar sesuai. Bila perlu, gunakan perangkat pendingin yang bisa bekerja sesuai sirkulasi udara dalam laptop. Jadi, mekanisme pendinginan hardware laptop bisa jauh lebih efektif.

Biasanya, perangkat pendingin berupa cooler pad hanya mengalirkan udara pada body laptop saja. Efek panas pada body laptop mungkin akan sedikit berkurang namun rasanya tidak akan terlalu mempengaruhi sirkulasi udara dalam laptop.

Memperbaiki mekanisme HSF

Credit : Instructable.com

Alur kerja HSF sebetulnya mudah dipahami. Berikut ini misalnya

  1. Hawa panas yang dihasilkan oleh CPU/GPU/chipset laptop dialirkan ke plat penghantar panas melalui thermal paste (pasta penghantar panas)
  2. Kemudian plat penghantar panas tersebut didinginkan oleh kipas pendingin yang mendapatkan suplai udara dari ventilasi
  3. Alur mekanisme HSF ini sebetulnya juga diterapkan pada komputer desktop atau perangkat lainnya.

Semakin lama digunakan, bisa jadi thermal paste akan mengalami penurunan kualitas sehingga perlu dilakukan penggantian secara rutin. Begitu juga dengan kipas pendingin atau lubang ventilasi laptop yang harus dibersihkan secara berkala karena biasanya selalu dipenuhi debu atau kotoran.

Jangka waktu penggantian thermal paste atau pembersihan kipas laptop sebenarnya tidak menentu. Kalau laptop sering digunakan dalam waktu lama atau sering dibawa bepergian, bisa jadi penggantian thermal paste berikut pembersihan kipas laptop dilakukan dalam jangka waktu yang lebih pendek.

Ada juga kasus kipas pendingin ini ternyata tidak dapat berfungsi atau bahkan tidak bisa menyala dengan normal. Jadi, harus dilakukan pengecekan kipas laptop sebelum penggantian unit kipas pendingin.

Hanya saja, cara ini mengharuskan untuk membuka body cover laptop. Umumnya, pengguna laptop yang awam akan kesulitan melakukan hal tersebut. Maka, satu-satunya cara yang bisa dilakukan yaitu dengan membawa laptop tersebut kepada teknisi ahli reparasi terpercaya untuk ditangani.

Itulah beberapa tips dan cara mengatasi suara kipas laptop yang berisik. Cara atau tips tersebut bisa juga kalian aplikasikan pada berbagai merk laptop dan bahkan pada komputer desktop. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...

Baca juga artikel terkait :

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar