Skip to main content

5 Cara Mengatasi Laptop Panas dan Overheat

Tidak seperti PC desktop, komputer jenis laptop mengkonsumsi daya listrik yang jauh lebih rendah. Hal ini disebabkan karena komponen hardware laptop yang lebih ringkas dan tidak terlalu kompleks. Alhasil, daya yang dibutuhkan juga tidak sebesar komputer desktop.

Meski begitu, komponen hardware laptop tetap menghasilkan panas saat beroperasi. Pada beberapa kasus, kipas pendingin laptop berbunyi agak keras dan berisik karena sedang mendinginkan komponen di dalamnya. Bahkan, suhu panas yang ditimbulkan kadang terasa hingga body cover laptop.

Cara mengatasi laptop panas dan overheat

Penyebab laptop cepat panas

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab temperatur tinggi pada laptop. Diantaranya yaitu

  • Komponen hardware bekerja terlalu keras
  • Terlalu banyak aplikasi yang dijalankan sehingga membebani sistem
  • Skenario penggunaan yang berlebihan atau tidak wajar
  • Mekanisme pendingin laptop atau sirkulasi udara dalam laptop tidak berfungsi dengan baik
  • Kerusakan pada perangkat pendinginan

Saat suara kipas pendingin terdengar berisik atau cukup keras, bisa jadi komponen hardware dalam laptop sedang mengalami suhu yang cukup panas. Kipas pendingin tersebut harus berputar kencang untuk mengurangi suhu komponen agar tidak terlalu tinggi serta mencegah terjadinya kerusakan.

Hawa panas yang dihasilkan oleh komponen hardware ini harus benar-benar terkontrol. Jika tidak, akan mengakibatkan laptop mengalami overheat atau kelebihan panas. Overheat dapat menyebabkan kinerja laptop tidak stabil. Bahkan dalam jangka panjang, overheat dapat mengakibatkan kerusakan hardware.

Berikut ini beberapa cara mengatasi laptop panas dan overheat. Langkah-langkah dalam artikel ini berdasarkan platform Windows 10. Tentu saja bisa diaplikasikan pada sistem operasi Windows yang lain atau platform OS lainnya.

Cara mengecek suhu laptop

Kalian mungkin perlu mengetahui suhu atau temperatur komponen hardware dalam laptop ketika sedang beroperasi. Misalnya CPU, GPU, RAM, dan penyimpanan (SSD/hard disk). Dengan begitu, kalian dapat mengontrol suhu serta penggunaan laptop yang lebih wajar.

Untuk mengetahui suhu komponen hardware laptop, kalian dapat menggunakan aplikasi monitor hardware. Ada beberapa aplikasi yang dapat kalian gunakan, diantaranya yaitu

Credit: overclock.net

Aplikasi-aplikasi tersebut memberikan informasi mengenai operasi kerja suatu komponen laptop. Mulai dari clock speed, voltase, presentase penggunaan, hingga suhu operasi. Komponen vital seperti CPU dan GPU memiliki batas maksimal suhu operasional. Biasanya sekitar 90o C dengan pendinginan standar (heat sink fan).

Jika terdeteksi suhu operasinal mendekati maksimal, sistem akan memberikan notifikasi atau pesan peringatan "temperature too high". Ada pula sistem yang langsung menurunkan konsumsi daya dan kinerja agar suhu tidak terlampau tinggi. Hal ini dilakukan guna mengatasi laptop yang cepat panas.

Lakukan restart/matikan laptop sebentar

Salah satu langkah paling mudah untuk mengatasi laptop yang panas yaitu melakukan restart ulang. Memulai kembali nyala laptop (restart) dapat membuat suhu komponen di dalamnya turun dengan signifikan. Saat melakukan restart ulang laptop, sebaiknya dilakukan secara normal seperti berikut ini

  1. Buka menu Start kemudian pilih menu Power lalu klik Restart
  2. Atau tekan tombol Alt + F4 secara bersamaan, kemudian pilih opsi Restart

Perlu diketahui, restart juga merupakan salah satu langkah yang akan dilakukan sistem operasi jika terdeteksi ada hardware laptop mengalami suhu yang terlampau tinggi. Windows misalnya, juga akan merestart laptop bila mendeteksi CPU, GPU, RAM, dll memiliki temperatur yang melewati batas maksimal.

Untuk apa ? Tentunya untuk menghindari kerusakan hardware yang lebih parah akibat suhu tinggi. Setidaknya, performa tetap stabil dan bisa dioperasikan dengan normal.

Mungkin bisa dicoba untuk matikan laptop sebentar terutama setelah dipakai untuk pekerjaan yang cukup berat. Misalnya seperti bermain game, desain. atau editing. Dengan mengistirahatkan selama beberapa waktu, harapannya performa laptop kembali optimal saat digunakan lagi.

Tutup aplikasi yang sudah tidak dibutuhkan

Pada beberapa kasus, ada aplikasi yang masih berjalan meski sudah tidak digunakan lagi. Aplikasi tersebut pasti akan membebani CPU dan RAM. Hal ini menjadi salah satu penyebab komponen hardware tersebut bekerja cukup ekstra sehingga menyebabkan laptop menjadi lebih mudah panas.

Nah, bagaimana cara mengetahui aplikasi yang sudah tidak dibutuhkan ? Lalu bagaimana cara menutup aplikasi tersebut ? Di sini, kalian bisa menggunakan aplikasi yang dinamakan Task Manager. Berikut ini langkah-langkahnya

  • Buka aplikasi Task Manager dengan cara klik kanan pada area kosong dalam taskbar lalu pilih Task Manager
  • Periksa tab Procesess. Di situ akan tampil semua aplikasi yang tengah dijalankan
  • Silahkan cek aplikasi yang dirasa membebani CPU atau RAM. Indikasinya, pada kolom CPU atau RAM terlihat label kuning atau bahkan merah. Selain itu, presentase penggunaannya cukup tinggi, hampir 100%. Jika ini terjadi, maka kamu harus berhati-hati
  • Pilih aplikasi yang sekiranya sudah tidak diperlukan kemudia klik tombol End task di bagian bawah aplikasi.
  • Cara seperti ini juga bisa kamu gunakan jika ada aplikasi yang mengalami "not responding" atau tidak responsif.

Namun, kalian tidak bisa sembarangan menutup aplikasi lewat Task Manager. Kalian hanya boleh menutup aplikasi pada bagian Apps atau Background processes saja. Aplikasi pada bagian System Process JANGAN coba-coba ditutup karena merupakan aplikasi penting milik Windows.

Jika aplikasi System Process ditutup, kemungkinan sistem laptop tidak akan bekerja dengan stabil atau bahkan tidak dapat digunakan dengan semestinya. Harusnya, aplikasi tersebut memiliki proteksi khusus jika ditutup dengan sengaja.

Selain lewat Task Manager, kalian juga perlu memeriksa aplikasi dalam notification area

  • Silahkan periksa taskbar khususnya di bagian pojok kanan bawah
  • Di sebelah informasi jam dan waktu, biasanya terdapat beberapa ikon aplikasi yang sedang berjalan secara background
  • Kalian bisa cek aplikasi-aplikasi tersebut. Jika memang sudah tidak dibutuhkan, boleh ditutup dengan cara klik kanan ikon aplikasi tersebut lalu pilih menu close/exit

Saat pertama kali instalasi, program aplikasi biasanya juga akan memasang ikon notifikasi khusus dalam notification area. Jika kamu menginstal banyak program aplikasi, kemungkin notification area juga akan disesaki oleh beberapa aplikasi tersebut. Jadi untuk itu, sebaiknya kamu hanya menginstal beberapa program aplikasi yang diperlukan saja.

Letakkan laptop pada posisi yang tepat

Seperti yang diketahui, komponen vital dalam laptop seperti processor, RAM, GPU, atau chipset akan mengeluarkan energi berupa suhu panas terutama saat digunakan dalam waktu yang lama atau saat bekerja keras. Energi panas ini akan mengalir ke luar lewat lubang ventilasi udara pada laptop.

Ketika menggunakan laptop, alangkah baiknya jika kalian meletakkan laptop pada posisi yang benar. Lubang ventilasi udara laptop tidak boleh tertutup benda apapun. Tujuannya agar udara panas dalam laptop bisa cepat dikeluarkan. Dengan begitu, kasus laptop cepat panas tidak akan terjadi.

Sebagai informasi, ventilasi ini berguna untuk sirkulasi udara pada komponen laptop. Kalau suhu panas tidak dibuang atau segera dialirkan keluar, komponen dalam laptop berpotensi akan mengalami overheat (kelebihan suhu). Hal inilah yang akan menyebabkan kinerja laptop jadi menurun (throttling).

Berikan pendinginan tambahan

Credit: justcreative.com

Saat ini sudah banyak beredar produk pendingin laptop tambahan yang bisa digunakan. Umumnya, berupa alas/dudukan laptop dengan kipas pendingin (cooler pad). Produk ini biasanya dibanderol dengan harga yang cukup terjangkau. Jika punya anggaran, kalian membeli perangkat tersebut.

Cara menggunakannya juga sangat mudah. Letakkan perangkat pendingin pada tempat yang rata. Kemudian letakkan laptop di atas perangkat tersebut. Jangan lupa pasang kabel (USB) power kipas pendingin pada port USB pada laptop. Selesai! Itulah salah satu cara agar laptop tidak panas.

Namun perlu diketahui juga, perangkat pendingin yang digunakan harus menyesuaikan dengan laptop. Perangkat pendingin tambahan itu harus benar-benar mendukung mekanisme pendinginan laptop. Tujuannya agar proses pendinginan laptop berjalan efektif dan lancar.

Perangkat pendingin tambahan laptop mungkin bisa jadi tidak bisa bekerja maksimal jika aliran udaranya hanya menyentuh body bawah laptop. Efek panas pada body laptop mungkin akan sedikit berkurang tapi tidak akan ada dampaknya pada sirkulasi udara dalam laptop.

Tips mencegah laptop panas dan overheat

Agar laptop tidak cepat panas sehingga berakibat overheat, ada beberapa hal yang dapat kalian dilakukan. Berikut ini misalnya

Pastikan spesifikasi laptop sesuai dengan kebutuhan

Saat membeli laptop, kalian harus pastikan spesifikasinya memenuhi kebutuhan yang akan dikerjakan. Laptop tersebut harus benar-benar mampu menjalankan aplikasi yang dibutuhkan. Tujuannya agar pekerjaan tidak terganggu dengan hal-hal seperti laptop yang cepat panas.

Jika kebutuhan aplikasi tidak terjangkau oleh spesifikasi laptop, tentu akan beresiko munculnya masalah seperti error, hang, atau crash. Bahkan, mungkin aplikasi tidak dapat dijalankan sama sekali.

Untuk mengetahui spesifikasi kebutuhan aplikasi, kalian dapat mencarinya pada website resmi pengembang aplikasi tersebut. Kemudian, kalian mesti mencocokkannya dengan spesifikasi teknis laptop yang kalian punya.

Rutin lakukan maintenance

Mungkin kalian juga harus melakukan perawatan atau maintenance pada komputer laptop secara rutin. Hal ini bertujuan agar laptop kalian tetap awet dan tahan lama. Caranya dapat kalian baca pada artikel dengan judul Cara Merawat Komputer Windows Dengan Mudah Agar Kinerjanya Tetap Optimal atau tonton video di bawah ini.

Mengganti thermal paste dan membersihkan komponen dalam laptop

Panas yang dihasilkan oleh CPU/GPU/chipset laptop ditransfer melalui thermal paste yang kemudian dialirkan ke tembaga penghantar dan didinginkan oleh kipas pendingin. Alur tersebut sebetulnya juga terdapat pada perangkat komputasi lain.

Seiring berjalannya waktu, thermal paste atau pasta/gel penghantar panas pasti akan mengalami penurunan kualitas sehingga harus diganti secara berkala. Kipas pendingin atau ventilasi laptop juga perlu dibersihkan secara rutin karena biasanya dipenuhi debu atau kotoran.

Sayangnya, untuk membersihkan kipas pendingin atau mengganti thermal paste harus membongkar body cover laptop. Pengguna laptop yang awam pasti akan mengalami kesulitan melakukannya. Cara yang bisa dilakukan yaitu dengan membawa laptop tersebut kepada teknisi ahli reparasi terpercaya untuk ditangani.

Itulah beberapa tips dan cara mengatasi laptop cepat panas. Cara dan tips tersebut dapat kalian aplikasikan pada semua tipe laptop bahkan pada komputer desktop. Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...

Baca juga artikel terkait :

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar