Skip to main content

Begini Cara Mengatasi Hard Disk Tidak Terdeteksi

Seperti diketahui bersama, hard disk adalah salah satu perangkat vital yang berfungsi untuk menyimpan semuda data. Bahkan, file-file sistem operasi pun juga harus disimpan dalam hard disk untuk memudahkan proses booting. Bayangkan jika suatu saat hard disk mengalami kendala sehingga tidak bisa beroperasi dengan baik.

Salah satu masalah yang umum dialami oleh hard disk yaitu tidak terbaca atau terdeteksi oleh sistem. Banyak pengguna PC desktop atau laptop (mungkin termasuk kalian) yang pernah mengalami hard disknya tidak terbaca oleh UEFI/BIOS maupun sistem operasi. Ada juga yang mengalami hard disk eksternalnya tidak terbaca oleh OS meski sudah dipasang lewat port USB.

Bagaimana jika hard disk tiba-tiba tidak terdeteksi ? Jangan panik dulu!

Berikut ini Tekno Jempol berikan beberapa cara mengatasi hard disk tidak terdeteksi yang bisa dilakukan. Yuk disimak!

Cara mengatasi hard disk tidak terdeteksi di laptop & PC desktop (Windows 10)

Penyebab hard disk drive tidak terbaca

  • Pemasangan hard disk yang tidak tepat
  • Kabel konektor SATA atau power yang bermasalah
  • Installer sistem operasi (Windows) belum dilengkapi driver khusus
  • Driver SATA bermasalah
  • Kerusakan pada fisik hard disk 

Kasus pertama, hard disk tidak terdeteksi di BIOS

Jika hard disk tidak terdeteksi oleh UEFI BIOS laptop/PC desktop, sudah pasti kalian tidak bisa boot ke dalam sistem operasi. Sebab, hard disk tersebut tidak muncul dalam boot priority. Umumnya, akan muncul pesan error semisal "No boot device" atau "No hard disk detected".

Ini artinya terjadi kendala pada komponen fisik hard disk. Yang seharusnya dilakukan adalah memeriksa langsung keadaan fisik hard disk dalam laptop/case. Berikut ini proses langkah-langkahnya.

Credit : datanumen.com
  • Matikan laptop atau komputer dan pastikan sedang tidak tersambung pada sumber listrik 
  • Untuk mengecek kondisi fisik hard disk, kalian harus membongkar case (pada PC desktop0 atau kalian bisa membuka cover hard disk di bagian bawah (pada laptop)
  • Di sini kalian harus pastikan kabel-kabel yang terhubung dengan hard disk memiliki kondisi yang baik
  • Selain itu, pastikan pula kabel-kabel tersebut (kabel power SATA atau kabel data SATA) sudah terkoneksi dengan pas
  • Perhatikan pula jumper pada hard disk tersebut. Jumper adalah serangkaian pin konfigurasi untuk mengaktifkan fitur-fitur khusus pada hard disk. Letaknya berada di samping port kabel data. Cara mengatur konfigurasi jumper ini cukup mudah karena sudah disertakan dalam label yang melekat pada hard disk. Sebaiknya jumper ini diatur pada posisi standar/default
  • Tutup case atau cover hard disk dan nyalakan kembali laptop/komputer kalian

Harusnya kalau langkah-langkah di atas telah dijalankan, hard disk sudah dapat terbaca dalam UEFI/BIOS. Tetapi, jika masih belum mampu terbaca ketika booting, ada langkah-langkah lanjutan yang bisa dikerjakan. Yaitu

  • Lepas kabel data SATA dan kabel power SATA
  • Pasang kabel data SATA tersebut pada port yang berbeda dalam motherboard, misal port 2 atau port 3.
  • Jika ada, gunakan kabel power SATA yang lain untuk disambung ke hard disk

Seandainya masih tak terdeteksi oleh BIOS, mungkin yang mesti dilakukan adalah memasang hard disk tersebut pada laptop/komputer desktop lain.

Apabila pada komputer lain, hard disk dapat terbaca dalam BIOS, berarti ada permasalahan dengan komputer/laptop yang digunakan sebelumnya. Bisa jadi pada koneksi SATA atau sambungan power dari PSU. Tetapi, kalau masih tak mampu terbaca juga, ada kemungkinan hard disk mengalami kerusakan dan kalian wajib mempertimbangkan untuk membeli unit hard disk baru.

Cara serupa juga bisa diterapkan pada hard disk eksternal. Jika hard disk eksternal tidak terdeteksi, cabut kabel konektornya kemudian pasang kembali. Restart komputer untuk memastikan apakah sudah muncul dalam menu BIOS.

Kasus kedua, hard disk tidak terdeteksi saat instalasi Windows 10

Credit : oracle.com

Secara hardware, hard disk mungkin tidak bermasalah. UEFI/BIOS juga bisa membaca hard disk dengan baik. Tapi, begitu dilakukan instalasi sistem operasi misal Windows 10, ternyata hard disk tidak terdeteksi oleh sistem operasi tersebut. Dalam hal ini, partisi hard disk tersebut tidak dikenali oleh sistem operasi yang akan diinstall.

Misalnya, kasus hard disk tidak terbaca pada setup instalasi Windows 10. Biasanya akan muncul pesan "No drives were found. Click Load Driver to provide a mass storage driver for installation." atau "We couldn't find any drives. To get a storage driver, click Load driver".

Salah satu penyebab hard disk tidak terdeteksi saat instalasi Windows adalah penggunaan mode RAID, bukan pada mode AHCI. Mode SATA RAID memang memerlukan driver khusus yang umumnya tak tersedia pada installer Windows. Berbeda dengan driver SATA AHCI yang telah tersedia pada banyak sistem operasi modern, termasuk dalam Windows 10.

Di sini, ada tiga cara untuk mengatasi hard disk yang tidak terdeteksi saat instalasi Windows, yaitu 

Beralih ke mode SATA AHCI (Advanced Host Control Interface)

  1. Coba masuk ke menu pengaturan UEFI BIOS
  2. Cari menu pengaturan SATA Configuration Mode
  3. Pilih opsi menu AHCI
  4. Simpan pengaturan dan restart komputer/laptop
https://www.vichaunter.org/tecnologia/que-es-ahci-y-para-que-sirve, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

atau menyediakan driver RAID sesuai chipset/motherboard yang digunakan

  1. Download driver RAID yang disediakan oleh motherboard
  2. Masukkan driver tersebut dalam installer Windows
  3. Jika sudah masuk ke setup instalasi Windows, klik Load driver
  4. Cari driver RAID yang sudah diunduh
  5. Hard disk dengan mode RAID akan terdeteksi dan instalasi Windows siap dilakukan

atau mematikan fitur Secure Boot pada UEFI BIOS untuk untuk memperbaiki hard disk yang tidak terbaca saat instalasi Windows 10

  • Restart komputer/laptop tersebut
  • Masuk ke menu pengaturan UEFI BIOS
  • Cari opsi pengaturan Secure Boot dan atur dalam posisi Disable
  • Cari opsi pengaturan Boot Mode dan pilih opsi Legacy/CSM
  • Simpan perubahan dan restart untuk kembali melakukan installasi sistem operasi

Pada komputer modern sudah menggunakan sistem UEFI dan didalamnya terdapat fitur Secure Boot dan Legacy/CSM. Sistem ini relatif masih baru sehingga belum didukung oleh banyak sistem operasi. Beberapa sistem operasi yang sudah mendukung UEFI diantaranya Windows 8, Mac OS X v10.4 dan sesudahnya, serta Linux Ubuntu 12.10 dan sesudahnya.

Dulu, pengguna OS Windows XP juga pernah mengalami hal yang sama. Sebab, saat itu Windows XP belum mendukung bus SATA. Agar bisa diinstal Windows XP, pengguna harus mematikan mode AHCI dan mengaktifkan mode IDE lewat menu BIOS. Jikalau ingin menggunakan koneksi SATA secara penuh, pengguna harus memasukkan driver SATA secara manual.

Kasus ketiga, partisi hard disk tidak terbaca dalam File Explorer

Kali ini mungkin masalah hard disk tidak terlalu serius. Partisi hard disk yang tidak terbaca oleh Windows Explorer umumnya karena ada pengaturan yang belum diset. Sistem operasi Windows mengenali partisi hard disk dengan sebuah label/drive letter.

Untuk yang belum tahu, drive letter merupakan urutan huruf abjad (C:, D:, E:, dan seterusnya) sebagai tanda pengenal partisi hard disk. Tanpa label/drive letter ini, partisi hard disk tidak akan dapat dikenali dan tidak akan terbaca dalam File Explorer.

Berikut ini cara untuk memberi label/drive letter pada partisi hard disk

  • Klik kanan ikon Computer, pilih Manage
  • Atau tekan tombol Win + R untuk membukan kotak dialog Run. Ketik compmgmt.msc kemudian tekan tombol Enter
  • Pada jendela Computer Management, pilih Disk Management di bagian Storage. Akan muncul semua partisi hard disk
  • Secara default, label partisi hard disk menggunakan kata "Local Disk"
  • Cari partisi yang belum memiliki drive letter atau label. Kecuali partisi Recovery, System reserved, atau EFI yang wajib tidak diutak-atik karena merupakan partisi vital
  • Klik kanan partisi tersebut lalu kemudian pilih Change drive letter and paths
  • Klik tombol Add
  • Pada opsi Assign the following drive letter akan muncul abjad drive letter secara otomatis. Kalian bisa merubah abjad tersebut dengan huruf sesuai keinginan (selain A:, B:). Saran Tekno Jempol, sebaiknya drive letter tetap diurutkan sesuai abjad yang sudah ada.
  • Klik tombol OK
  • Klik Tombol OK
  • Partisi hard disk otomatis akan muncul dalam File Explorer

Pada sistem operasi yang lain, langkah-langkah di atas biasanya dikenal dengan istilah mounting drive.

Hard disk eksternal biasanya dapat segera terdeteksi oleh Windows dan lantas muncul dalam Windows Explorer. Pada kasus hard disk eksternal yang tak terdeteksi oleh Windows, lakukan langkah-langkah untuk perbaikannya seperto berikut ini

  • Cabut kabel konektor hard disk eksternal dan pasang kembali pada port USB
  • Coba pasang kabel konektor pada port USB yang lain
  • Jika masih belum terdeteksi, coba pasang pada laptop atau komputer lain
  • Pastikan kabel konektor atau konverternya dalam kondisi baik
  • Opsi terakhir yaitu ganti kabel atau konverternya

Jadi, pernahkan hard disk kalian tak terbaca/terdeteksi oleh BIOS dan Windows ? Langkah-langkah di atas merupakan solusi sekaligus jalan keluarnya. Salah satu cara supaya hard disk tahan lama dan enggak gampang rusak adalah rutin melakukan perawatan.

Oh ya, guna mengantisipasi terjadinya hard disk kembali tak terdeteksi yakni rutin membackup data-data yang sifatnya penting. Kalian bisa menjalankan mekanisme backup data lewat layanan hosting data online yang banyak tersedia.

Yuk, upgrade ke SSD

Saat ini, media penyimpanan SSD (Solid State Drive) mulai banyak digunakan. Selain punya kinerja yang jauh lebih cepat, SSD juga dianggap jauh lebih awet dan tahan lama dalam menyimpan data. Hal ini dikarenakan SSD memakai chip flash NAND sebagai wadah penyimpanan, bukan piringan magnetis seperti hard disk.

Kecepatan akses data pada SSD diklaim mampu mengimbangi performa CPU dan RAM generasi terbaru. Harapannya, SSD akan meningkatkan performa komputer secara keseluruhan. Jadi, operasional komputer akan lebih efektif dan efisien.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat....

Baca juga artikel terkait :

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar