Skip to main content

Cara Merawat SSD Agar Awet Dan Tahan Lama

Solid State Drive atau bisa disingkat SSD adalah salah satu jenis perangkat penyimpanan yang umum digunakan pada komputer desktop maupun laptop. Yang menarik dari SSD yaitu menggunakan memori flash NAND sebagai penyimpan data. Hal ini membuat SSD memiliki kecepatan akses yang jauh lebih kencang dan daya tahan fisik yang lebih baik ketimbang hard disk.

Namun, penyimpanan SSD juga tetap memiliki kelemahan. Setiap kali kalian menulis data ke dalam SSD, akan sedikit mengurangi usia SSD tersebut. Ini disebabkan karena SSD memiliki batas siklus baca/tulis data yang oleh banyak pengguna komputer dirasa cukup mengkhawatirkan.

Pada artikel ini, Tekno Jempol akan membagikan langkah-langkah dan cara merawat SSD agar awet sekaligus mencegah SSD untuk melakukan operasi penulisan data yang terlalu sering. Tujuannya agar SSD yang kalian gunakan tetap awet dan bisa terus dipakai dalam waktu yang lebih lama.

Cara Merawat SSD Agar Awet Dan Tahan Lama

Biasanya, umur SSD umumnya dapat diketahui lewat nilai TBW. Untuk yang belum tahu, TBW atau singkatan dari Terabyte Written merupakan nilai maksimal penulisan data yang dapat dilakukan oleh suatu produk SSD.

Setiap byte data yang ditulis dalam partisi SSD akan diakumulasikan hingga mencapai nilai TBW. Jika jumlah data yang ditulis sudah mencapai angka maksimal TBW, ada kemungkinan SSD tersebut tidak akan dapat ditulis data kembali. Hal tersebut berarti SSD rusak dan tidak dapat digunakan lagi.

Ada beberapa hal yang dapat kalian lakukan agar usia SSD bisa lebih panjang atau tidak cepat rusak. Berikut ini cara dan langkah-langkahnya

Hapus file-file yang tidak perlu

Perangkat SSD yang digunakan sebagai instalasi sistem operasi Windows akan menyimpan bermacam-macam tipe file. Contohnya seperti file cache, temporary, cookies, history, file log, session, dan lainnya. Seiring pemakaian laptop/komputer, file-file itu akan semakin bertambah banyak dan ukurannya kian membesar.

Walhasil, kapasitas partisi atau drive Local disk C: dalam penyimpanan SSD akan semakin berkurang. Malah kalau tidak dihiraukan, ruang penyimpanan drive C ini mungkin saja akan habis. Hal ini tentu akan menyebabkan terganggunya operasional kerja sistem operasi Windows.

Oleh sebab itu, kalian sebaiknya rutin membersihkan file-file "sampah" tersebut atau file-file yang dirasa sudah tidak dibutuhkan supaya tidak terlalu memenuhi ruang kapasitas SSD. Berikut ini langkah-langkah membersihkan ruang partisi C: pada SSD. Di sini, kalian bisa memanfaatkan aplikasi bawaan Windows 10 yaitu Disk Cleanup

  1. Pertama, buka aplikasi Disk Cleanup. Caranya, buka menu Start lalu pilih menu Windows Administrative Tools
  2. Pilih aplikasi Disk Cleanup
  3. Setelah aplikasi Disk Cleanup terbuka, pilih Local Disk C: atau drive partisi C:
  4. Di bagian bawah aplikasi, klik tombol Cleanup system file
  5. Pada bagian File to delete, aktifkan atau beri tanda centang pada semua pilihan. Ini berarti semua jenis file tersebut akan dihapus
  6. Klik tombol OK
  7. Tunggu prosesnya hingga selesai

Selain menggunakan aplikasi Disk Cleanup, kalian juga dapat menggunakan aplikasi pihak ketiga seperi CCleaner. Aplikasi CCleaner memiliki fungsi yang sama seperti Disk Cleanup, bahkan mungkin lebih handal. Lebih detailnya, kalian dapat membaca artikel dengan judul Cara Membersihkan File Sampah Pada Laptop/PC Desktop Dengan CCleaner.

Pembersihan file-file yang tidak dibutuhkan semacam ini sebaiknya dilakukan secara rutin. Bisa seminggu sekali atau setidaknya sebulan sekali. Cara ini bisa menjadi maintenance atau upaya perawatan komputer agar performanya tetap terjaga.

Menghapus file temporary secara manual

  1. Buka aplikasi Run dengan menekan tombol Win + R
  2. Ketik perintah temp lalu tekan tombol Enter
  3. Jika dimintai konfirmasi, klik tombol Continue
  4. Hapus semua file atau folder di sana

Menghapus file temporary secara manual #2

  1. Buka aplikasi Run dengan menekan tombol Win + R
  2. Ketik perintah %temp% lalu tekan tombol Enter
  3. Jika dimintai konfirmasi, klik tombol Continue
  4. Hapus semua file atau folder di sana

Aktifkan fitur Storage Sense

Merupakan fitur untuk menghapus file-file sampah secara otomatis. Jadi, kalian tidak perlu repot-repot melakukan pembersihan secara manual. Berikut ini langkah-langkahnya

  1. Buka Settings dengan cara menekan tombol Win + I pada keyboard atau buka menu Start lalu pilih Settings
  2. Pilih opsi System
  3. Pada sisi kiri, pilih Storage (Penyimpanan)
  4. Klik link Configure Storage Sense
  5. Aktifkan switch Storage Sense pada posisi On
  6. Pada bagian Run Storage Sense, pilih waktu pembersihan Storage Sense sesuai yang diinginkan. Bisa setiap hari, setiap minggu, atau setiap bulan

Lakukan optimisasi secara berkala

Windows 10 telah mensupport perangkat penyimpanan SSD secara penuh. Dengan demikian, pemakaian SSD bisa benar-benar dimaksimalkan. Salah satunya contohnya adalah mengganti fungsi Defragmentation menjadi Optimize.

Defragment merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kinerja media penyimpanan, khususnya hard disk. Proses defragment akan menata ulang potongan-potongan file yang bertebaran dengan cara memindahkan pada lokasi tertentu secara utuh. Tujuannya, agar saat diakses kembali tidak membutuhkan waktu yang lama.

Namun, defragment seharusnya tidak dilakukan pada SSD. Sebab, proses defragment akan menyebabkan penulisan data berkali-kali sehingga dapat meningkatkan siklus penulisan data pada sel penyimpanan SSD. Hal ini dikhawatirkan akan mengurangi usia SSD tersebut.

Untungnya, sistem operasi Windows 8 (dan yang lebih baru) yang diinstal pada SSD telah menyediakan fitur aplikasi untuk mengoptimasi SSD. Namanya Optimize Drive. Berikut ini cara melakukan optimasi pada SSD (Windows 10)

  1. Buka menu Start
  2. Cari menu Windows Administrative Tools
  3. Pilih aplikasi Defragment and Optimise Drives
  4. Pilih salah satu partisi/drive SSD yang ingin dioptimalkan khususnya partisi Local Disk C (untuk sistem operasi Windows) dan statusnya "day since last retrim"
  5. Klik tombol Optimise
  6. Tunggu prosesnya hingga selesai

Kalian juga bisa mengaktifkan opsi penjadwalan sehingga proses optimasi SSD tersebut dapat dijalankan secara otomatis

  1. Masih dalam aplikasi Defragment and Optimise Drives
  2. Cek aktifasi status penjadwalan. Caranya, periksa pada bagian Scheduled optimization dan pastikin tertera label On
  3. Jika penjadwalan belum aktif, klik tombol Change settings
  4. Beri centang Run on schedule (Recomended)
  5. Pada bagian Frequency, pilih jadwal optimasi SSD yang diinginkan. Kalian bisa memilih jadwal harian (Daily), mingguan (Weekly), atau bulanan (Monthly)
  6. Klik tombol OK

Cara melakukan trim SSD secara manual

Sebetulnya, optimasi SSD yang dilakukan pada penjelasan sebelumnya adalah proses trim. Jadi, Windows 10 akan melakukan proses pembersihan sel penyimpana SSD dan bisa dilakukan oleh pengguna sendiri. Berikut ini langkah-langkah melakukan proses trim secara manual

  1. Di sini kalian menggunakan aplikasi PowerShell
  2. Buka menu Start
  3. Ketik powershell
  4. Jika sudah ketemu, klik Run as administrator
  5. Klik tombol Yes jika dimintai konfirmasi
  6. Ketik perintah
    Optimize-Volume -DriveLetter C -ReTrim -Verbose
    lalu tekan tombol Enter
  7. Tunggu proses Trim hingga selesai

Perintah tersebut berfungsi untuk melakukan proses trim secara manual khususnya untuk partisi Local Disk C:. Huruf C bisa diganti dengan drive letter partisi lainnya (jika ada) dalam perangkat SSD. Beberapa aplikasi manajemen SSD juga menyediakan fungsi trim yang bisa kalian gunakan.

Cek partisi SSD

Langkah ketiga yang bisa dilakukan adalah menjalankan pengecekan pada partisi penyimpanan dalam  SSD. Partisi adalah mekanisme pemisahan ruang penyimpanan yang diterapkan untuk memisahkan file milik sistem dan file pengguna. Biasanya diberi tanda label "local disk", C:, D:, E:, dan seterusnya.

Tujuan dari pengecekan partisi ini yaitu diharapkan bisa mengoptimalkan metode penyimpanan file dalam perangkat SSD. Untuk melakukan pengecekan partisi, kita bisa menggunakan aplikasi Check Disk (CHKDSK). Aplikasi ini cukup efektif untuk mengatasi kerusakan data pada partisi penyimpanan.

Berikut ini langkah-langkah memeriksa partisi SSD dengan aplikasi Check Disk

  1. Buka aplikasi Command Prompt dengan cara buka menu Start lalu ketik perintah
    cmd
  2. Pilih Run as administrator
  3. Jika dimintai konfirmasi, klik tombol Yes
  4. Ketik
    chkdsk /f
    Tanda /f merujuk pada perintah fix (perbaikan)
  5. Misal, jika ingin melakukan pengecekan partisi D:, maka ketik perintah
    chkdsk /f D: 
  6. Tunggu hingga proses selesai. Khusus partisi Local Disk C:, proses pengecekan akan dilakukan saat proses booting/restart. Oleh karena itu, akan diminta konfirmasi penjadwalan. Cukup ketik huruf Y
  7. Ulangi pada partisi SSD yang lain jika ada.

Seperti komponen komputer yang lain, SSD juga perlu dijaga agar tetap dapat bekerja dengan optimal. Pastikan daya listrik pada komputer/laptop tetap stabil. Gunakan penyimpanan SSD sebaik dan sebijak mungkin.

Sebetulnya, kalian tidak perlu terlalu khawatir saat menggunakan SSD. Saat ini, sudah banyak produk SSD yang memiliki ketahanan yang lebih baik dan umur yang relatif lebih panjang. Bahkan meski batas TBW sudah terlewati, SSD masih dapat bekerja dengan normal. Semoga bermanfaat..

Baca juga artikel terkait :

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar