Skip to main content

Memahami Fungsi dan Cara Kerja Memori RAM

Pada komputer desktop dan laptop (atau jenis komputer lainnya) memiliki dia jenis media penyimpanan. Media penyimpanan tersebut yaitu media penyimpanan utama (primer) dan media penyimpanan sekunder.

RAM (Random Access Memory) adalah salah satu jenis media penyimpanan utama dalam komputer yang datanya dapat diakses secara acak (random) tanpa memperhatikan letak data tersebut. Memori RAM bersifat volatile yang hanya dapat menyimpan data jika memiliki daya listrik.

Banyaknya data yang dapat dapat ditampung dalam memori RAM tergantung kapasitas memori RAM tersebut. Memori RAM yang mempunyai kapasitas 8 GB tentu dapat menyimpan data yang lebih banyak daripada memori RAM berkapasitas hanya 2 GB atau 4 GB.

Fungsi dan cara kerja memori RAM dalam komputer desktop atau laptop

Fungsi RAM pada komputer

RAM memiliki fungsi utama sebagai wadah penyimpanan sementara data-data yang akan diproses oleh CPU sebelum ditampilkan dalam bentuk informasi yang dapat dikenali oleh user. Memori RAM juga berfungsi sebagai media perantara antara CPU dengan media booting atau media penyimpanan sekunder.

Perlu diketahui, processor/CPU selalu mengambil data dari RAM. Namun pada beberapa kasus, processor juga kadang harus mendapatkan data langsung dari penyimpanan sekunder. Meski prosesnya cukup mengganggu kinerja processor itu sendiri.

Hal ini disebabkan karena media penyimpanan sekunder seperti hard disk, flash drive, atau CD/DVD memiliki kecepatan akses data yang terbatas. Jika processor harus mengakses file, memproses, dan menyimpan data pada perangkat penyimpanan tersebut secara langsung, sistem komputer akan berjalan sangat lambat.

Baca juga : Manajemen Memori Pada Sistem Operasi Bagian 1

Beberapa fungsi RAM yang lain diantaranya

Mendukung multitasking

Multitasking merupakan suatu keadaan sistem yang dapat menjalankan lebih dari satu aplikasi sekaligus dalam waktu bersamaan. Saat multitasking, RAM akan dipenuhi oleh banyak data program aplikasi yang diproses oleh CPU secara bergantian.

Agar dapat melakukan multitasking dengan nyaman, kalian harus menggunakan RAM dengan kapasitas besar agar dapat menampung lebih banyak data aplikasi yang sedang dijalankan. Kapasitas memori RAM yang luas menjadi salah satu faktor kinerja komputer yang optimal.

Sebagai alternatif VRAM IGP

Processor modern saat ini telah dilengkapi IGP (Integrated Graphic Processor) sebagai solusi komponen display mudah (dan murah). Dengan begitu, pengguna PC tidak perlu lagi membeli kartu grafis terpisah/GPU diskrit yang harganya jauh lebih mahal.

Agar dapat berjalan dengan semestinya, IGP juga membutuhkan VRAM (Visual RAM). Namun, karena keterbatasan tempat, IGP bawaan CPU tidak disertai dengan VRAM. Jadi, IGP akan memanfaatkan sebagian kapasitas memori utama (RAM) sebagai VRAM.

Jika memutuskan untuk memakai IGP pada CPU, kalian wajib menggunakan RAM dengan kapasitas besar agar dapat mengakomodasi kebutuhan sistem dan alokasi VRAM IGP. Kalian juga disarankan untuk menggunakan RAM dengan kecepatan tinggi guna meningkatkan kinerja IGP.

Baca juga : Cara Gampang Pilih RAM Yang Cocok Dengan Motherboard PC

Cara kerja memori RAM dalam komputer

Saat pengguna ingin menjalankan sebuah program aplikasi, data atau file yang dibutuhkan untuk menjalankan program tersebut akan diambil dari media penyimpanan sekunder (Hard disk, SSD, atau flash drive).

Kemudian, sistem mentransfer data tersebut ke memori RAM untuk selanjutnya diproses oleh processor. Setelah pemrosesan selesai, processor akan menampilkan hasilnya ke perangkat output atau mengembalikannya kembali ke dalam perangkat penyimpanan.

Jika jumlah data yang akan ditampung sudah melebihi kapasitas memori RAM, sistem operasi akan menjalankan prosedur swap atau "pemindahan sementara". Data tersebut akan dipindah untuk sementara ke sebuah ruang dalam penyimpanan sekunder yang biasa disebut swap file atau virtual memory.

Umumnya data yang dipindah ke memori virtual merupakan data program aktif dengan prioritas rendah misalnya aplikasi atau service yang berjalan secara background. Proses swap dapat menyebabkan kinerja komputer menjadi tidak optimal sehingga sistem berjalan lebih lambat.

Untuk mencegah masalah tersebut, gunakan memori RAM dengan kapasitas sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh sistem operasi atau program aplikasi yang dijalankan.

Baca juga : Manajemen Memori Pada Sistem Operasi Bagian 2

Bentuk modul memori RAM

Secara fisik, RAM berbentuk modul yang berisi sejumlah chip memori dan terpasang pada slot RAM. Ada dua jenis modul RAM yang umumnya digunakan pada perangkat komputer. Yaitu DIMM dan SO-DIMM

DIMM atau Dual In-line Memory Module merupakan jenis modul memori RAM yang digunakan untuk perangkat komputer dengan ukuran besar seperti PC desktop, workstation, atau server. Memori RAM DIMM memiliki pin konektor terpisah di setiap sisi modulnya.

Perbandingan ukuran modul SO-DIMM vs DIMM. Credit : pearsonitcertification.com

Tidak jauh berbeda dengan DIMM, SO-DIMM atau Small Outline DIMM adalah jenis modul memori yang digunakan untuk perangkat komputer yang berukuran kecil seperti laptop, notebook, tablet, atau pada motherboard ukuran Mini-ITX.

Karena tujuannya untuk perangkat mobile, ukuran modul SO-DIMM biasanya hanya separuh dari DIMM. Jumlah pin konektornya juga lebih sedikit ketimbang versi DIMM.

Baca juga : Pengertian, Jenis, Dan Bagian-Bagian Motherboard Pada Komputer Desktop

Komponen pada modul memori RAM

  • Chip SPD (serial presence detect) yaitu chip yang berisi profil pengaturan memori dan spesifikasi standar dari modul RAM. SPD biasanya dideteksi secara otomatis oleh motherboard atau BIOS yang bertujuan untuk menentukan proses operasi memori RAM. Beberapa produsen memori RAM melengkapi konfigurasi SPD dengan fitur XMP (Extreme Memory Profile). Dengan fitur XMP, memori RAM dapat diatur lebih optimal bahkan lebih dari konfigurasi standar sehingga dapat menghasilkan kinerja yang lebih cepat. Fitur XMP biasanya disertakan pada memori RAM kelas premium atau high-end.
  • Chip RAM. Chip yang digunakan untuk menyimpan data sebelum diproses oleh CPU. Chip RAM ditempatkan secara berjajar dalam satu sisi modul (single side a.k.a single-rank) atau kedua sisi modul (double side a.k.a double-rank) pada memori RAM. Jumlah rank akan menentukan banyaknya chip RAM yang terpasang.
  • Heatsink atau heatspreader adalah logam bersirip untuk menghantarkan panas yang dihasilkan oleh chip RAM. Heatsink menutupi chip RAM dengan tujuan melindungi dari overheat yang dapat merusak fisik chip tersebut. Heatsink biasa digunakan untuk memori RAM kelas premium atau high-end.
  • Notch merupakan lubang kecil tempat kait yang berfungsi untuk pengunci modul pada slot memori dalam motherboard. Notch berada di sisi samping dan bagian bawah konektor modul memori. Notch pada konektor berfungsi untuk mencegah modul memori ditempatkan di slot yang tidak sesuai dengan jenis memori RAM yang digunakan. Jenis memori yang dapat digunakan oleh sistem komputer adalah memori yang memiliki notch yang cocok dengan slot memori pada Motherboard.
  • Konektor memori RAM yang dipasang ke slot memori pada Motherboard. Berbentuk seperti pin berwarna kuning tembaga di bagian bawah kedua sisi modul memori. Konektor memori ini cukup sensitif terhadap kotoran yang dapat menyebabkan error pada sistem. Jika konektor tersebut kotor, kita dapat membersihkan konektor tersebut dengan menggosokkan karet penghapus.
  • Pada beberapa modul RAM terutama yang ditujukan untuk kelas premium, biasanya dilengkapi dengan LED RGB. Hal ini bertujuan sebagai tambahan ciri estetika pada sistem komputer yang berupa nyala lampu warna-warni. Bahkan, warnanya dapat diubah sesuai keinginan pengguna komputer tersebut.

Itulah penjelasan singkat mengenai fungsi dan cara kerja memori RAM pada PC. Semoga bermanfaat...

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar