Skip to main content

Cara Mengatasi No Bootable Device & Operating System Not Found

Booting adalah salah satu tahapan yang dilakukan oleh komputer sebelum bisa digunakan. Proses booting berjalan sesaat setelah komputer dinyalakan hingga akhirnya bisa masuk ke dalam sistem operasi. Tidak hanya komputer, proses booting juga dilakukan oleh gadget seperti smartphone, handphone, atau tablet.

Kadang kala, proses booting tidak selalu berjalan lancar. Adakalanya proses booting justru tidak dapat dilakukan karena adanya masalah "No bootable device". Artinya, tidak ada perangkat untuk booting ke sistem operasi. Ada juga kasus booting tidak berhasil disebabkan error "Operating system not found".

Cara mengatasi No bootable device & Operating system not found pada laptop/PC desktop

Daftar isi

Penyebab laptop no bootable device/operating system not found

Masalah tidak akan terjadi jika tidak ada penyebabnya. Berikut ini penyebab munculnya error pada laptop/PC desktop Windows yang berupa pesan "No bootable device", "Operating system not found", atau "Insert boot disk and press any key"

  • Perangkat booting seperti hard disk atau SSD belum terpasang dengan benar
  • Perangkat booting bermasalah seperti tidak terdeteksi/terbaca oleh UEFI BIOS
  • Boot manager/boot loader bermasalah
  • Sistem operasi (Windows misalnya) memang belum terinstall

PC desktop atau laptop tidak bisa booting sudah pasti tidak akan bisa masuk ke dalam sistem operasi (Windows misalnya). Akhirnya, komputer hanya dapat menyala tapi tak bisa digunakan. Sangat percuma, bukan ?

Baca juga :
Cara mengatasi hard disk tidak terdeteksi
Cara mengatasi SSD tidak terbaca

Kali ini, Tekno Jempol akan menjelaskan beberapa cara mengatasi No bootable device dan Operating system not found pada laptop (atau PC desktop).

Pastikan hard disk/SSD telah terpasang dengan benar

Munculnya pesan error "No bootable device. Please restart system" atau "No hard disk detected" menandakan terjadi kendala hardware. Di sini, UEFI BIOS tidak dapat mendeteksi atau mengenali perangkat storage (penyimpanan) untuk booting. Yang harus dilakukan yaitu memeriksa secara langsung kondisi pemasangan perangkat tersebut.

  1. Matikan laptop dan pastikan tidak terhubung pada sumber listrik. Jika memungkinkan, lepas baterai laptop
  2. Buka cover perangkat storage di bagian bawah. Pada beberapa produk laptop, mungkin harus membuka semua cover body bawah laptop
  3. Pastikan perangkat penyimpanan (hard disk atau SSD) telah terpasang dengan benar
  4. Jika perlu, lepas perangkat hard disk atau SSD lalu bersihkan pin tembaga pada konektornya dengan penghapus karet
  5. Pasang kembali perangkat tersebut dengan benar. Jangan lupa pasang baut penguncinya secara tepat
  6. Tutup covernya dan nyalakan kembali laptop kalian

Pada PC desktop, langkah-langkahnya lebih mudah

  1. Matikan komputer dan cabut kabel power dari sumber listrik (colokan listrik)
  2. Buka case dan cari tempat instalasi perangkat storage
  3. Pastikan perangkat penyimpanan (hard disk atau SSD) telah terpasang dengan benar
  4. Sambungkan kabel data SATA pada port yang berbeda dalam motherboard, misal port 2, port 3, dan seterusnya. Jika ada, gunakan kabel data SATA yang lain atau sambungkan dengan kabel power SATA yang lain
  5. Jika menggunakan SSD tipe M.2 NVME, lepas perangkat lalu bersihkan pin tembaga pada konektornya dengan penghapus karet. Pasang kembali perangkat tersebut dengan benar. Jangan lupa pasang baut penguncinya secara tepat
  6. Tutup covernya dan nyalakan kembali laptop kalian

Setelah melakukan langkah-langkah di atas, harusnya perangkat penyimpanan sudah bisa terbaca oleh UEFI BIOS pada laptop/PC desktop. Proses booting pun bisa berjalan dengan normal. Cara mengecek adanya perangkat booting di UEFI BIOS sangat mudah

  1. Masuk ke menu pengaturan UEFI BIOS
  2. Cek di halaman utama UEFI BIOS. Di sana sudah pasti ada tersedia informasi perangkat penyimpanan yang sudah terpasang
  3. Atau coba cari menu Boot. Kemudaian cek di bagian Boot order atau Boot priority

Apabila masih tidak terdeteksi oleh BIOS maka yang harus dilakukan yaitu memasang perangkat hard disk/SSD tersebut pada laptop/komputer lain. Jika hard disk/SSD tersebut bisa terbaca di BIOS, berarti ada masalah dengan komputer yang dipakai sebelumnya, entah pada koneksi SATA atau masalah power.

Namun, jika masih tetap tidak terbaca juga, kemungkinan hard disk/SSD tersebut mengalami kerusakan. Kalian bisa mempertimbangkan untuk membeli perangkat hard disk atau SSD baru.

Credit : Alan

Pastikan sudah terinstal sistem operasi

Dalam sebuah perangkat komputer (laptop/PC desktop) wajib terpasang setidaknya satu sistem operasi. Bisa seri Windows atau platform Linux. Tanpa ada sistem operasi, praktis komputer tidak akan dapat digunakan dengan semestinya. Bahkan akan muncul pesan error "Operating system not found".

Oleh karena itu, dalam perangkat penyimpanan (hard disk/SSD) yang digunakan harus sudah terinstall sistem operasi. Dengan begitu, proses booting bisa berjalan sempurna dan komputer bisa dipakai sepenuhnya. Jika belum ada, lakukan instalasi sistem operasi sesuai kebutuhan.

Baca juga : Cara mempercepat booting Windows 10 di laptop/PC desktop

Atur urutan booting pertama pada lokasi sistem operasi

Pada pengaturan UEFI BIOS, terdapat menu boot priority atau boot sequence. Menu ini menunjukkan urutan atau prioritas perangkat booting yang akan dieksekusi. Urutan pertama pasti akan diboot lebih awal. Jika urutan pertama gagal/tidak berhasil, booting berlanjut ke urutan kedua dan seterusnya.

Agar proses boot bisa berjalan lebih cepat, sebaiknya urutan pertama boot diatur pada perangkat penyimpanan tempat sistem operasi terpasang. Misalnya, pada laptop terdapat dua storage, hard disk dan SSD. Kemudian, Windows 10 diinstall dalam SSD. Maka, SSD tersebut harus diatur dalam booting urutan pertama.

Kecuali, saat pertama kali menginstall Windows 10. Installer OS Windows 10 yang berupa USB flash drive atau DVD harus jadi urutan pertama booting. Setelah installasi selesai, urutan pertama booting kembali diatur pada lokasi Windows 10 tersebut diinstall (SSD).

Itulah beberapa cara mengatasi masalah "No bootable device" dan "Operating system not found" pada laptop/PC desktop. Akhir kata, selamat mencoba dan semoga bermanfaat..

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar