Skip to main content

Ampuh! 8 Cara Mencegah Virus Ransomware

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Peribahasa ini juga berlaku di dunia komputer. Seperti yang kita tahu, ancaman serangan/infeksi virus, malware, atau ransomware selalu mengintai. Jika lengah, bukan tidak mungkin kita yang akan menjadi korbannya.

Sebelum terjadi hal yang tidak diinginkan terjadi, langkah-langkah pencegahan harus segera dilakukan. Termasuk cara mencegah virus masuk ke dalam komputer. Setidaknya, langkah-langkah pencegahan virus ransomware bisa menurunkan resiko kerusakan komputer yang jauh lebih besar.

Cara mencegah virus Ransomware masuk ke dalam laptop/PC desktop (Windows 10)

Daftar isi

Install antivirus dan update secara rutin

Hal paling mudah untuk mencegah virus ransomware yaitu menginstal antivirus. Kalian boleh menginstal antivirus apapun khususnya yang mampu mendeteksi ransomware. Akan lebih bagus jika kalian menggunakan antivirus versi premium yang tentunya memiliki fitur yang lebih lengkap.

Jika tidak punya dana untuk membeli aplikasi antivirus versi premium, kalian juga dapat memanfaatkan antivirus standar bawaan sistem operasi. Misalnya dalam sistem operasi Windows 10 sudah disertakan antivirus Windows Defender dalam paket Windows Security.

Meski terkesan standar, antivirus Windows Defender dinilai cukup ampuh untuk melindungi dari berbagai virus dan malware termasuk ransomware. Penggunaan antivirus Windows Defender atau lainnya bisa menjadi salah satu cara mencegah virus masuk ke dalam komputer.

Tapi yang perlu diperhatikan, antivirus tersebut harus selalu diupdate atau diperbaharui secara rutin. Bila perlu setiap hari. Tujuannya agar antivirus mampu mengenali lebih banyak variasi virus atau malware. Apalagi yang setiap hari terkoneksi dengan internet, update antivirus merupakan hal wajib yang harus dilakukan.

Update sistem operasi dan program aplikasi secara rutin

Selain antivirus, sistem operasi juga perlu diupdate. OS Windows misalnya telah menyediakan fitur untuk memperbaharui yaitu Windows Update. Cukup terhubung dengan internet, Windows Update akan berjalan secara otomatis.

Dengan mengupdate sistem operasi yang digunakan, kalian akan mendapatkan beberapa keuntungan diantaranya

  • perbaikan bug, error, celah keamanan, dan kekurangan lainnya
  • peningkatan kestabilan dan kinerja operasi
  • kompatibilitas dengan banyak hardware dan program aplikasi
  • menambah fitur atau layanan baru yang sebelumnya belum ada

Bagaimana dengan program aplikasi ? Tentu sama saja. Kalian cukup gunakan fitur update pada setiap program aplikasi yang digunakan. Jika tidak ada, kalian juga dapat mendownload secara manual program aplikasi versi terbaru kemudian menginstallnya. Program aplikasi versi terbaru tersebut dapat diunduh lewat website resmi vendor masing-masing.

Matikan fungsi Autorun/Autoplay

Autorun atau Autoplay adalah fungsi untuk menjalankan sebuah perintah secara otomatis pada penyimpanan eksternal. Misalnya, CD/DVD, flash drive, atau kartu memori. Salah satu yang sering menggunakan fungsi ini yaitu CD/DVD installer aplikasi yang otomatis berjalan begitu dimasukkan.

Sayangnya, fungsi Autorun ini juga dimanfaatkan oleh virus, malware, dkk untuk bisa aktif secara otomatis. Virus yang menyebar lewat flash drive (FD) misalnya, akan otomatis bekerja begitu flash drive tersebut dipasang/dicolok. Guna mencegah virus masuk lewat flash drive, tidak ada salahnya untuk mematikan fungsi autorun/autoplay ini.

Begini langkah-langkahnya

  1. Tekan tombol Win + X lalu pilih menu Settings
  2. Pilih opsi Devices
  3. Pada sisi kiri, pilih AutoPlay
  4. Pada bagian Use AutoPlay, atur pada posisi Off

Menginstall adblock pada web browser

Bagi yang belum tahu, Adblock merupakan addon atau fitur tambahan web browser yang berfungsi untuk memblokir iklan yang tampil dalam suatu halaman web. Saat bekerja, adblock akan menghilangkan link atau skrip iklan yang dianggap mengganggu kenyamanan pengguna internet.

Memasang adblock bisa jadi salah satu langkah pencegahan ransomware sekaligus cara mencegah malware masuk. Sebab, saat ini banyak iklan dalam internet yang ternyata disusupi kode-kode untuk tujuan kejahatan, seperti pencurian identitas, sabotase komputer, hingga penyebaran malware.

Jika kalian sering bekerja dengan web browser, ada baiknya untuk menginstall adblock. Dengan adanya adblock, selain lebih aman, loading halaman web juga jadi lebih cepat. Dengan begitu, aktivitas di dunia maya bisa lebih nyaman.

Beberapa adblock yang dapat kalian gunakan diantaranya

  • AdBlock (Google Chrome)
  • AdBlock Plus (Google Chrome, Mozilla Firefox)
  • uBlock Origin (Mozilla Firefox)

Lakukan backup data secara berkala

Di era informasi saat ini, data merupakan salah satu aset yang sangat penting. Wajar jika serangan malware terutama ransomware lebih banyak menarget pada data dalam PC korbannya. Entah data tersebut dicuri, dirusak, atau bahkan dihilangkan.

Oleh karena itu, pengguna komputer harusnya sudah mulai melakukan backup atau mencadangkan data secara berkala. Data yang harus dibackup misalnya

  • data pekerjaan seperti dokumen, presentasi, proyek, skripsi, laporan, dan database
  • informasi kredensial seperti identitas pribadi, rekening bank, kartu kredit, serta akun media sosial
  • data pribadi semisal media foto, video, lagu, dan film.

Tentunya jika sudah punya cadangan data, akan lebih mudah untuk memulihkan data yang sudah terinfeksi ransomware. Bukan begitu ?

Lalu bagaimana cara membackup data-data tersebut ? Cukup gandakan data-data tersebut kemudian letakkan dalam media yang jarang diakses. Kalian dapat menggunakan berbagai jenis media penyimpanan seperti hard disk eksternal, flash drive, atau CD/DVD.

Selain media fisik, kalian juga dapat menggunakan layanan penyimpanan online seperti DropBox, Google Drive, OneDrive dan lain sebagainya.

Aktifkan fitur keamanan atau pertahanan tambahan

Semua sistem operasi sudah pasti menyertakan beberapa fitur keamanan tambahan guna meningkatkan pertahanan terhadap virus dan malware. Ada beberapa fitur keamanan yang wajib kalian aktifkan guna mencegah serangan ransomware. Misalnya pada OS Windows ada fitur Windows Firewall dan User Account Control.

Microsoft melengkapi Windows 10 dengan beberapa fitur proteksi. Misalnya otentikasi biometrik seperti pengenalan wajah dan rekam sidik jari. Dua fitur ini membutuhkan perangat khusus semisal kamera dan fingerprint reader.

Windows 10 juga menggunakan PIN sebagai fitur keamanan. Namun, di sini PIN bekerja dengan dengan metode enkripsi asimetris. PIN akan dipecah menjadi dua kunci enkripsi kembar yang hanya dapat diketahui oleh si pengguna.

Bila perlu, kalian juga dapat mengaktifkan spam filter dalam email. Spam filter ditengarai dapat mencegah ancaman ransomware yang menyebar melalui lampiran pesan elektronik. Bagi kalian yang bekerja dibidang jaringan komputer, mungkin ada baiknya untuk menonaktifkan fitur file sharing guna mencegah penyebaran ransomware melalui jaringan komputer.

Mengaktifkan Controlled folder access di Windows 10/Windows 11

Untuk yang belum tahu, Windows 10 dan Windows 11 telah menyediakan fitur khusus untuk mencegah ancaman dari virus Ransomware. Namanya Controlled folder access. Fitur ini berfungsi untuk melindungi file dan folder tertentu dari aplikasi-aplikasi jahat yang mencoba mengaksesnya.

Jadi, file atau folder yang sudah diproteksi oleh fitur Controlled folder access tidak akan dapat diakses oleh sembarang aplikasi. Artinya, hanya aplikasi-aplikasi terpercaya saja yang diijinkan untuk mengakses file atau folder tersebut.

Cara mengaktifkan Controlled folder access cukup mudah, berikut ini langkah-langkahnya

  1. Buka Windows Security dengan klik ganda ikon perisai di pojok kanan bawah (Taskbar)
  2. Setelah Windows Security terbuka, pilih Virus & threat protection di sisi kiri
  3. Scroll ke bawah dan periksa bagian Ransomware protection
  4. Klik Manage ransomware protection
  5. Pada bagian Controlled folder access, pastikan pada posisi On
  6. Untuk melihat folder yang sudah terproteksi, silahkan klik Protected Folder
  7. Untuk mengetahui aplikasi yang boleh mengakses folder tersebut, klik Allow an app through Controlled folder access
  8. Selama menggunakan fitur ini, kalian akan diminta konfirmasi akun. Cukup jawab dengan klik tombol Yes

Secara default, folder yang sudah otomatis diproteksi yaitu folder dokumen, gambar, musik, dan video pada direktori Local Disk C:. Jika ingin menambahkan folder lain, klik tombol Add a protected folder. 

Menggunakan RAM berkapasitas besar

Sistem operasi Windows modern mendukung teknik Address Space Layout Randomization (ASLR). Teknik keamanan ini yang mampu mengacak lokasi data/program dalam memori sehingga dapat menyulitkan virus/malware sebelum bisa menyerangnya.

Jika lokasi yang ditebak salah, maka virus/malware tersebut akan crash sehingga tidak akan mampu mengancam data/program. Dulu sebelum ada fitur ASLR, lokasi data/program dalam memori telah diprediksi sehingga memudahkan virus/malware menyerangnya.

Fitur ASLR telah digunakan sejak era sistem operasi Windows Vista hingga sekarang. ASLR bisa berjalan efektif khususnya pada Windows versi 64-bit karena dapat mengacak data/program pada lokasi yang jauh lebih luas mengingat dukungan kapasitas memori yang lebih besar.

Kesadaran menjaga dan melindungi komputer

Terakhir dan yang paling utama, pengguna harus sadar dan mau menjaga serta melindungi data ataupun sistem komputer yang dimiliki. Hal ini merupakan kawajiban yang harus dilakukan agar terhindar dari serangan virus, malware, atau ransomware terutama saat terkoneksi dengan internet.

Ingat, tidak ada sistem operasi manapun yang 100% kebal dari ancaman virus, malware atau serangan cyber. Kedepan, bukan tidak mungkin ada virus atau malware yang mampu menembus sistem keamanan OS Windows terbaru dan merugikan data-data kalian.

Beberapa hal yang wajib diperhatikan serta dilakukan agar tetap aman dari ancaman ransomware diantaranya

  • Gunakan OS Windows, aplikasi, dan driver secara resmi
  • Hindari penggunaan cheatcrackactivator, atau tools pembobol keamanan lainnya
  • Hati-hati saat mengunjungi suatu website apalagi jika website tersebut tidak dapat dipercaya dan mencurigakan. Ini penting dilakukan karena merupakan salah satu cara menghindari ransomware
  • Waspada dengan iklan atau link yang memuat konten vulgar dan memikat, karena bisa jadi hal tersebut merupakan jebakan untuk mengelabui pengguna internet
  • Download aplikasi, media, dan file sejenisnya hanya dari sumber yang benar-benar terpercaya
  • Pastikan email yang masuk dalam inbox berasal dari pihak yang jelas dan dapat dipertanggung jawabkan. Waspada dengan lampiran dalam setiap email yang diterima.

Itulah beberapa tips mencegah dan cara mengatasi infeksi ransomware. Ransomware akan sangat mengerikan bagi mereka yang tidak sadar akan sisi keamanan komputer. Sebaliknya, dengan keamanan komputer yang baik, ransomware apapun akan dapat dihalau dengan mudah.

Semoga bermanfaat dan selamat mencoba...

Baca juga artikel terkait :

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar