Skip to main content

Pengertian, Jenis, Dan Bagian-Bagian Motherboard Pada PC Desktop/Laptop

Komputer merupakan sebuah sistem yang terdiri dari berbagai macam komponen yang terhubung sehingga menjadi satu kesatuan. Monitor, keyboard, mouse, CPU, media penyimpanan, RAM, dll semuanya harus dihubungkan agar dapat digunakan dengan optimal. Jika salah satu komponen tersebut rusak atau tidak terkoneksi dengan baik, tentu akan mengganggu penggunaan komputer itu sendiri.

Oleh karena itu, diperlukan perangkat atau media untuk menghubungkan semua komponen komputer. Perangkat tersebut dinamakan Motherboard atau kadang disebut Mainboard. Motherboard, dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai papan induk adalah salah satu perangkat penting yang digunakan untuk menghubungkan komponen-komponen komputer menjadi satu sistem utuh.

Motherboard memiliki fungsi utama yaitu menyusun rangkaian sistem komputer, khususnya untuk komponen penting seperti CPU (Central Processing Unit/Prosesor), memori RAM (Random Access Memory), media penyimpanan, Chipset, Display, fungsi I/O (Input/Output) dll.

Motherboard merupakan komponen komputer yang cukup kompleks. Seperti fungsinya, dalam motherboard juga terdapat bagian-bagian tertentu yang memiliki fungsi tersendiri. Saat ini, motherboard sangat bergantung pada platform prosesor yang digunakan.

Misalnya, jika ingin menggunakan prosesor Intel, maka motherboard yang dipakai juga harus menggunakan platform dari Intel. Sama halnya jika menggunakan prosesor AMD. Hal ini disebabkan karena bagian-bagian dalam motherboard tersebut harus disesuaikan dengan platform prosesor yang digunakan agar komputer dapat berjalan lebih optimal.

Baca juga : Tips Memilih Motherboard Sesuai Kebutuhan dan Budget

Berikut ini adalah bagian-bagian motherboard pada komputer desktop atau laptop beserta fungsinya

Processor Socket/Soket CPU

Soket merupakan tempat untuk instalasi atau pemasangan prosesor. Selain prosesor, soket juga digunakan untuk acuan dalam pemasangan perangkat pendingin prosesor seperti HSF (Heat Sink Fan) yang biasanya disertakan dalam paket penjualan prosesor. Soket dalam motherboard menyesuaikan platform dan teknologi prosesor yang digunakan.

Soket prosesor. Soket PGA (kiri) dan Soket LGA (kanan). Credit : digitalworld839.com

Motherboard modern yang digunakan pada komputer desktop umumnya memakai dua jenis soket prosesor yaitu soket LGA (Land Grid Array) dan PGA (Pin Grid Array). Soket LGA adalah jenis soket dengan pin konektor yang tersambung pada motherboard. Jenis soket ini sering kali digunakan oleh CPU Intel. Sedangkan Soket PGA adalah jenis soket dengan pin konektor yang terpasang pada chip prosesor dan umumnya digunakan oleh CPU AMD.

Sedangkan pada komputer laptop, soket prosesor yang digunakan umumnya menggunakan jenis BGA (Ball Grid Array). Soket ini membuat prosessor laptop menjadi tersolder pada motherboard. 

Pada beberapa motherboard, terdapat buah 2 socket prosesor yang tersedia. Motherboard tersebut biasanya ditujukan untuk komputer workstation, server, atau komputer dengan kinerja tinggi. Ada juga motherboard yang tidak memiliki soket, namun prosesornya telah terpasang langsung (tersolder) pada motherboard. Misalnya seperti pada komputer mini atau komputer laptop. Semua perangkat yang tersolder pada motherboard akan sangat sulit diganti bila rusak, kecuali membeli motherboard baru.

Baca juga : Tips Memilih Processor Terbaik Untuk Gaming, Desain, dan Editing

VRM (Voltage Regulator Module) / Modul Regulasi Tegangan Listrik

Bila anda perhatikan, disamping soket prosesor terdapat sejumlah modul elektronik yang terpasang. Itulah Voltage Regulator Module (VRM) atau modul elektronik yang mengatur tegangan listrik untuk digunakan oleh processor. Processor modern umumnya membutuhkan tegangan listrik setidaknya 1-1.5 V. Mengingat processor merupakan perangkat paling vital dalam sistem komputer, VRM menjadi salah satu komponen penting pada motherboard.

Modul VRM. Credit : kingpincooling.com

VRM pada motherboard umumnya terdiri dari 3 bagian, yaitu chip MOSFET (Metal-Oxide Semiconductor Field-Effect Transistors), Choke, dan kapasitor. Chip MOSFET bertanggung jawab dalam mengatur tegangan yang berhubungan dengan processor. Pada motherboard modern, VRM dibuat dengan sangat canggih bahkan dilengkapi heatsink penghantar panas. Tujuannya agar VRM mampu mengendalikan tegangan secara optimal sehingga dapat meminimalisir kebocoran arus listrik.

Chipset (Controller Hub)

Chipset merupakan perangkat yang mengintegrasikan beberapa komponen penting dalam motherboard. Dalam prakteknya, chipset membantu processor untuk mengatur komponen periferal lain dalam motherboard agar dapat saling bekerja sama. Chipset juga mengatur fitur-fitur penting pada motherboard seperti jumlah slot ekspansi dan konektor yang didukung, kapasitas dan kecepatan maksimal memori, serta panel I/O.

Chipset Controller Hub. Credit : rog.asus.com

Dulu, chipset terbagi menjadi dua bagian, yaitu Northbridge dan Southbridge. Northbridge bekerja dengan prosesor untuk mengatur memori RAM dan perangkat display terintegrasi (IGP, Integrated Graphic Processing). Sedangkan Southbridge untuk mengatur perangkat periferal tambahan dan komponen I/O (input/output).

Berkat teknologi fabrikasi pada arsitektur prosesor yang semakin canggih, kini fungsi chipset Northbridge seperti memory controller, IGP, dan PCI Express telah diintegrasikan langsung ke dalam prosesor. Oleh karena itu, kebanyakan motherboard modern sudah mengadopsi chipset tunggal dalam bentuk Controller Hub.

Controller Hub mengintegrasikan beberapa komponen periferal seperti USB, SATA, RAID, dan Real Time Clock (RTC). Processor dan Controller Hub ini saling berhubungan melalui sebuah tautan yang dinamakan Media Interface.

Selain Controller Hub, motherboard juga dilengkapi dengan chipset khusus untuk menambah fungsionalitas komputer. Misal, chip audio dan chip network.

BIOS

BIOS, singkatan dari Basic Input Output System yang merupakan chip kecil yang mengendalikan sistem komputer. BIOS berfungsi untuk mengatur dan memeriksa seluruh komponen komputer, khususnya saat sistem dinyalakan sebelum masuk ke dalam sistem operasi.

Penjelasan lengkap tentang BIOS dapat dibaca pada artikel berikut Berkenalan Dengan UEFI BIOS Pada PC

Slot Memori

Untuk dapat bekerja, komputer membutuhkan memori. Motherboard berperan menyediakan slot untuk instalasi memori RAM (Random Access Memory). Umumnya, motherboard menggunakan jenis memori DDR (Dual Data Rate) RAM. Motherboard pada komputer desktop menggunakan DDR DIMM, sedangkan untuk komputer laptop atau notebook menggunakan DDR SODIMM yang berukuran lebih kecil.

Baca juga : Memahami Fungsi dan Cara Kerja Memori RAM Pada Komputer

Motherboard yang menggunakan slot memori DDR2 tidak akan dapat dipasang memori DDR3. Begitu pula sebaliknya. Semua jenis DDR, DDR2, DDR3, atau DDR4 tidak saling kompatibel. Hal ini disebabkan karena perbedaan notch, voltase, frekuensi, dan teknologi yang digunakan.

Slot Memori Dual Channel. D-Kuru, CC BY-SA 3.0 AT, via Wikimedia Commons

Dulu, clock speed atau kecepatan memori RAM dibatasi oleh kecepatan FSB (Front Side Bus) yang digunakan oleh processor. Jika dipaksa menggunakan memori RAM yang lebih kencang dari kecepatan FSB tersebut, maka kecepatan memori itu akan mengalami penurunan dan akan mengikuti kecepatan maksimal FSB yang digunakan. Misalnya pada processor Core 2 Duo yang menggunakan FSB 800, meski menggunakan memori RAM DDR3 1066 MHz, kecepatannya akan turun menjadi 800 MHz.

Berkat teknologi komputasi yang lebih canggih, kini kecepatan memori atau clock speed RAM sudah tidak lagi dibatasi oleh FSB pada prosesor, melainkan oleh controller atau chipset motherboard. Jadi, meski kecepatan memori RAM dibatasi oleh controller pada prosesor, anda masih dapat memasang memori RAM sesuai dengan spesifikasi maksimal yang didukung tanpa ada penurunan kecepatan. Bahkan, jika motherboard mendukung fitur XMP (Extreme Memory Profile) atau overclocking, kecepatan memori RAM dapat lebih dioptimalkan sesuai kemampuan maksimal memori tersebut.

Motherboard modern umumnya mendukung sistem memori dual channel atau kanal ganda. Secara teori, memori dual channel dapat menghasilkan kinerja komputer yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan transfer data pada memori dual channel lebih besar ketimbang menggunakan memori single channel atau kanal tunggal.

Untuk dapat menggunakan sistem memori RAM dual channel, dibutuhkan setidaknya dua buah modul memori yang identik (kesamaan tipe, kecepatan memori, kapasitas, teknologi, dan merk). Pemasangan memori dual channel menggunakan slot 1-3 atau 2-4.

Beberapa motherboard bahkan mendukung sistem triple channel (kanal tiga) dan quad channel (kanal empat). Sistem tersebut dapat ditemui pada motherboard untuk workstation, atau server. Sistem dual, triple, atau quad channel biasanya ditandai dengan warna slot memori yang sama.

Baca juga : Cara Gampang Pilih RAM Yang Cocok Dengan Motherboard PC

Slot Periferal

Komputer kini menjadi perangkat multimedia yang paling banyak digunakan. Sebab motherboard menyediakan slot periferal yang fungsinya untuk menambah perangkat baru guna meningkatkan kapabilitas komputer itu sendiri. Slot periferal dapat dipasang perangkat tambahan seperti Sound Card, NEC (Network Ethernet Card), Modem, VGA Card (kartu grafis), dan perangkat lain yang memiliki fungsi-fungsi khusus.

Slot PCI Express. Sayeen, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Perkembangan teknologi komputer yang semakin canggih membuat beberapa periferal seperti perangkat audio dan NEC akhirnya diintegrasikan dalam motherboard. Ini sangat memudahkan pengguna komputer karena tidak perlu membeli perangkat tersebut secara terpisah.

Dewasa ini, slot periferal telah menggunakan jenis slot PCI Express karena mampu menghasilkan kinerja yang jauh lebih baik. Kebanyakan slot periferal saat ini lebih banyak digunakan untuk pemasangan perangkat berkinerja tinggi semisal kartu grafis modern dan media penyimpanan SSD.

Yang perlu diperhatikan, ada konfigurasi khusus agar perangkat yang menggunakan slot PCI Express dapat bekerja optimal. Slot PCI Express dikendalikan melalui interkoneksi yang bernama lane.

Umumnya, lane pada motherboard modern dikenal dengan label x1 (1 lane) dan x16 (16 lane). Banyaknya lane tergantung dukungan CPU/chipset motherboard. Semakin banyak jumlah lane yang didukung, makin banyak pula interkoneksi yang tersedia.

VGA Card modern menggunakan slot PCI Express x16. Slot M.2 untuk SSD juga menggunakan antarmuka PCI Express dengan mode x4 atau 4 lane. Misalnya, jika CPU hanya mendukung 16 lane saja, maka hanya dapat menjalankan 1 perangkat dengan mode x16. Untuk menjalankan 2 perangkat maka akan menggunakan mode x8-x8.

Panel I/O

Jika anda memperhatikan dibelakang casing sistem komputer, tentu ada akan mendapati banyak kabel yang tersambung. Itulah yang dinamakan panel I/O (Input/Output). Panel I/O merupakan bagian motherboard yang berfungsi untuk menghubungkan sistem dengan perangkat masukan (keyboard atau mouse), perangkat keluaran (monitor), dan periferal lainnya seperti USB.

Panel untuk port I/O. Credit : xda-developers.com

Panel I/O umumnya menyediakan beberapa macam port konektor, misalnya

  • PS/2 untuk koneksi keyboard dan mouse
  • USB untuk koneksi perangkat fungsional lain seperti flash drive dan printer.
  • Display untuk koneksi ke monitor. Umumnya dalam bentuk D-Sub untuk monitor analog dan DVI atau HDMI untuk monitor digital.
  • Port NEC (RJ-45) untuk koneksi dengan perangkat jaringan.
  • Audio jack untuk koneksi dengan speaker atau microphone.
Untuk laptop, panel I/O lebih mudah dijangkau karena berada di sisi samping/depan.

Konektor internal

Di dalam motherboard, ada banyak konektor internal yang berfungsi untuk koneksi dengan perangkat-perangkat vital, diantaranya

  • Konektor daya utama sebagai koneksi sumber listrik dari PSU (Power Supply Unit). Umumnya berbentuk 20 atau 24 pin.
  • Konektor daya tambahan 12V dari PSU untuk prosesor. Biasanya berbentuk 4-8 pin dan termasuk dalam modul VRM.
  • Konektor daya kipas pendingin untuk prosesor (CPU Fan). Pendingin prosesor yang umumnya berbentuk kipas disambungkan pada konektor ini. Pada motherboard kelas premium, kadang disediakan konektor daya untuk pompa pendingin cair.
  • Konektor SATA untuk media penyimpanan seperti hard disk, SSD (Solid State Drive), atau perangkat optik (CD/DVD).
  • Konektor front panel untuk disambungkan dengan tombol power, reset, dan lampu kedip pada casing.
  • Pada motherboard modern, biasanya menyediakan panel USB dan audio untuk disambungkan dengan port USB dan audio jack di bagian depan casing.
  • Untuk motherboard kelas premium, tersedia konektor untuk LED RGB. Konektor ini harus dihubungkan dengan controller LED RGB. Tujuannya agar nyala lampu LED RGB dapat diatur sesuai keinginan.

Secara fisik, motherboard memiliki ukuran yang bermacam-macam tergantung kebutuhan dan ukuran case yang digunakan.

Beberapa jenis motherboard berdasarkan ukuran diantaranya

Ukuran motherboard. Credit : cgdirector.com

ATX

Jenis motherboard yang paling populer ini memiliki ukuran 30,5 cm x 24,4 cm. Motherboard tipe ini dapat dipasang pada case ukuran full tower. Ukurannya yang cukup besar membuat motherboard tipe ATX dapat memiliki slot periferal hingga 6 buah dan 8 slot RAM.

Micro ATX

Merupakan versi "hemat" dari tipe ATX. Dengan berukuran sekitar 24,4 cm x 24,4 cm, motherboard ini dapat dipasang pada case ukuran slim, mid-tower, hingga full tower. Karena ukurannya yang lebih kecil ketimbang tipe ATX, maka jumlah slot ekspansi atau RAM yang dimiliki juga sedikit untuk menekan biaya.

Extended ATX (E-ATX)

Dengan ukurannya sekitar 30,5 cm x 33 cm, motherboard tipe ini pengembangan dari jenis ATX. Ukurannya yang lebih besar dari ATX standar, membuat motherboard ini membutuhkan case khusus. Meski jarang ditemui dipasaran, motherboard ini memiliki kelebihan yaitu dapat menampung lebih banyak slot. Bahkan dapat dipasang lebih dari 1 soket prosesor. Motherboard semacam ini ditujukan khusus untuk komputer server dan workstation.

Mini ITX

Jika motherboard E-ATX berukuran "jumbo", maka Mini ITX berukuran lebih mungil. Motherboard dengan ukuran 17 cm x 17 cm ini memang ditujukan untuk sistem komputer berukuran kecil. Ukurannya yang cukup kecil sehingga tidak membutuhkan daya listrik yang besar. Meski ukurannya yang kecil, namun kinerja yang dihasilkan juga tidak kalah dengan motherboard ATX.

Selain tipe-tipe di atas, ada juga beberapa tipe motherboard seperti Pico ITX, Nano ITX, dan NLX (New Low Extended). Namun tipe tersebut jarang ditemui di pasaran.

Motherboard laptop. Credit : Raimond Spekking

Motherboard pada laptop

Pada PC desktop, motherboard memiliki ukuran yang seragam. Namun, berbeda halnya dengan motherboard pada laptop. Dalam laptop, motherboard memiliki ukuran yang jauh lebih beragam, tergantung ukuran laptop, seri produk, atau vendor pabrikan yang memproduksinya.

Itulah penjelasan singkat mengenai seluk beluk motherboard pada komputer. Beberapa produsen motherboard seperti Asus, Gigabyte, MSI, atau Asrock juga biasanya menambahkan fitur-fitur khusus demi mengoptimalkan sistem komputer yang dipasang. Mengingat teknologi komputer yang terus berkembang, bukan tidak mungkin fungsionalitas dan bagian-bagian  motherboard juga ikut berkembang.

Harga motherboard pun sangat bervariasi. Ada motherboard murah yang harganya hanya beberapa ratus ribuan. Ada pula motherboard high-end yang harganya jutaan rupiah. Harga motherboard sangat dipengaruhi oleh fitur-fitur dan kelengkapannya. Semakin banyak fitur dan kelengkapan yang dimiliki, maka semakin mahal harga motherboard tersebut.

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar