Skip to main content

Inilah Beda NVME dan M.2 Yang Harus Kalian Tahu

Kalian mungkin punya pertanyaan perihal komputer yang dipakai. Mungkin kalian juga ingin membeli unit komputer atau laptop baru namun tak tahu spesifikasi berbagai komponen di dalamnya. Salah satu pertanyaan yang lazim disebut yaitu seputar M.2 dan NVMe.

Tak jarang pertanyaan semacam ini datang dari orang-orang yang percaya bahwa M.2 dan NVMe mempunyai arti yang sama, atau bahwa keduanya merupakan istilah yang bisa dibolak-balik untuk diterapkan pada pelbagai tipe perangkat penyimpanan.

Kenyataannya, kedua kata tersebut tak bisa dipertukarkan sebab keduanya mengacu pada dua teknologi yang berbeda, baik itu pemakaian dan atau kemampuannya. Jadi, apa sebetulnya M.2 itu? Apa beda NVMe dan M.2 ? Dan bagaimana keduanya ketika diperbandingkan satu sama lain dalam hal kinerja? Simak ulasan dari Tekno Jempol berikut ini!

M.2 adalah spesifikasi konektor

Credit : premioinc.com

M.2, atau bisa disebut juga dengan m dot two ialah spesifikasi konektor untuk modul kartu ekspansi pada komputer yang dipasang secara internal. Sebelumnya, M.2 dikenal sebagai Next Generation Form Factor (NGFF) guna menggantikan standar mSATA yang memakai konektor PCI Express Mini Card.

M.2 dirancang dengan spesifikasi yang lebih fleksibel sehingga memungkinkan ukuran modul fisik yang berbeda dan dikombinasikan bersama fitur antarmuka yang lebih canggih. Oleh karena itu, M.2 secara umum lebih pantas diaplikasikan dalam modul berbasis chip flash khususnya pada perangkat berukuran kecil seperti ultrabook dan tablet jika dibandingi dengan mSATA.

Modul M.2 umumnya menggunakan format ukuran "WWLL" yang masing-masing merujuk pada lebar dan panjang modul. Misalnya, modul M.2 dengan ukuran 2280 berarti memiliki lebar 22mm dan panjang 80mm. Selain ukuran 2280, ada juga modul yang berukuran 2242 (22mmx42mm), 2260 (22mmx60mm), dan 22110 (22mmx110mm).

Credit : howtogeek.com

Hingga saat ini, ada tiga jenis slot konektor M.2 yakni key M, key B, dan key B & M. Slot key M hanya dapat dipasang modul M.2 dengan tipe key M saja. Begitu pula dengan slot key B yang juga hanya dapat dipasang modul M.2 tipe key B. Tetapi, modul M.2 dengan tipe slot key B & M  dapat dipasang pada slot key M maupun slot key B.

Bus interface yang tersedia untuk konektor M.2 yaitu PCI Express, Serial ATA 3.0, dan USB 3.0. Hal itu tentu bergantung pada kebutuhan pabrikan modul M.2 untuk memilih antarmuka mana yang akan disupport atau digunakan. M.2 juga mendukung antarmuka NVM Express (NVMe) untuk modul SSD berbasis M.2.

Karena mendukung bus Serial ATA, M.2 juga masih memiliki dukungan pada antarmuka Advanced Host Controller Interface (AHCI). Interface ini umum ditemui pada konektor SATA pada semua komputer yang ada saat ini. Hal tersebut bertujuan sebagai kompatibilitas software atau sistem operasi dengan perangkat berbasis SATA.

NVMe adalah spesifikasi protokol interface

Credit : hackaday.com

NVM Express (NVMe) atau Non Volatile Memory Express merupakan spesifikasi antarmuka perangkat yang memakai jalur PCI Express (PCIe 3.0 atau yang terbaru) untuk mengakses media penyimpanan berbasis flash. NVMe bisa dipakai pada chip NAND flash dalam berbagai format termasuk perangkat Solid-State Drive (SSD), kartu ekspansi PCI Express, dan modul M.2.

NVM Express memungkinkan host hardware dan software untuk memanfaatkan sepenuhnya tingkat paralelisme dalam perangkat SSD modern. Interface NVMe beroperasi pada tingkat yang lebih rendah dalam kernel sistem operasi sehingga tidak harus melalui overhead dari lapisan perangkat lunak sebelum mencapai komponen perangkat keras.

Alhasil, NVMe mampu mengurangi overhead I/O, menciptakan latensi yang lebih rendah serta penanganan instruksi yang lebih panjang sehingga dapat membawa peningkatan kinerja yang lebih tinggi.

Sebetulnya, NVMe dibuat untuk menggantikan standar SATA AHCI yang sudah lebih dulu ada. Antarmuka AHCI sendiri dikembangkan untuk perangkat berbasis rotasi magnetik seperti Hard Disk Drive (HDD) dengan kemampuan akses data yang sangat lambat.

NVMe dirancang khusus untuk antarmuka standar penyimpanan SSD. Dengan menstandarisasi antarmuka SSD, sistem operasi cuma perlu satu driver NVMe standar untuk dapat digunakan oleh produk SSD apapun yang memakai spesifikasi tersebut. Ini juga berarti bahwa tiap produsen SSD tak perlu merancang driver antarmuka khusus.

M.2 dan NVMe pada SSD

Credit : ubackup.com

Kini, slot konektor M.2 dan interface NVMe banyak digunakan dalam perangkat Solid-state Drive (SSD). M.2 dipakai sebagai jenis bentuk modul fisik sedangkan NVMe adalah protokol akses data yang memungkinkan transfer data jauh lebih cepat dengan latensi yang lebih rendah.

SSD M.2 NVMe mampu menawarkan performa yang lebih baik daripada SSD SATA. Sebab, SSD M.2 NVMe secara eksklusif menggunakan jalur transmisi PCI Express hingga 4 lajur. Sebagai informasi, bus PCI Express 3.0 dengan 4 lane secara teori mampu melakukan transfer data hingga 3,9GB/detik. Ini sama dengan 6x lipat transfer data yang dilakukan oleh SATA 3.0 (600MB/detik).

Slot konektor M.2 yang menyediakan interface PCI Express x4 hanya tipe key M. Oleh karena itu, umumnya produk SSD M.2 NVMe menggunakan jenis modul M.2 dengan tipe slot key M. Untuk tipe slot M.2 lainnya, (key B atau key B & M) biasanya digunakan pada produk SSD modul M.2 SATA.

M.2 SATA

Credit : servethehome.com

Seperti penjelasan sebelumnya, M.2 juga mendukung bus interface SATA. Buktinya, tersedia juga slot M.2 tipe key B dan tipe key B & M yang memang ditujukan untuk produk SSD dengan bentuk modul M.2 SATA. Hanya saja, produk SSD M.2 SATA tidak sepopuler SSD M.2 NVME atau SSD SATA 2.5".

Modul SSD M.2 SATA pun juga menggunakan interface AHCI seperti halnya konektor SATA pada umumnya. Performanya tentu menyesuaikan dengan standar SATA yang digunakan. Misal jika memakai standar SATA 3.0 maka kecepatan transfer data maksimal yang mampu dilakukan sebesar 600 MB/detik saja.

Sebenarnya, ada pula teknologi pada konektor M.2 yang dinamakan SATA Express yaitu bus interface SATA yang menggunakan jalur PCI Express x2 (2 lajur). Hasilnya, transfer data yang dilakukan secara teori mampu mencapai 1,9GB/detik atau 3x lipat kecepatan transfer SATA 3.0.

Namun, teknologi ini bisa dibilang gagal di pasaran. Hal ini disebabkan karena harus bersaing dengan interface NVMe yang menawarkan potensi kinerja lebih tinggi. Selain itu, interface SATA AHCI pada jalur PCI Express disinyalir justru menimbulkan ketidakefisiensian pada performa SSD akibat perbedaan mekanisme antara SATA AHCI dan jalur PCI Express.

Selain untuk penyimpanan SSD, slot M.2 juga bisa dipasang untuk perangkat lain seperti modul Wifi, Bluetooth, NFC (Near Field Communication), Wireless WAN, dan sebagainya.

Kesimpulan

Konektor M.2 bisa dipasang modul apapun yang sesuai atau cocok dengan slot yang tersedia. NVMe merupakan salah satu interface yang didukung oleh konektor M.2, selain SATA dan PCI Express. Konektor M.2 bisa jadi mendukung, bisa juga tidak mendukung NVMe. Namun, jika pada laptop atau komputer sudah mendukung interface NVMe, dapat dipastikan di dalamnya ada slot M.2.

Modul SSD M.2 bisa digunakan di berbagai perangkat tertutama PC desktop dan laptop karena ukurannya lebih kecil dari standar perangkat penyimpanan yaitu 2,5" sehingga lebih fleksibel dalam hal pemasangan.

Adanya M.2 memungkinkan produsen laptop untuk membuat desain produk yang lebih tipis atau ringkas dengan ruang tersisa lebih banyak untuk komponen lain yang lebih vital seperti baterai atau kipas pendingin.

Bila laptop atau motherboard komputer tersedia slot M.2 dan mendukung interface NVMe, sangat disarankan untuk menggunakan penyimpanan tipe SSD NVMe. Tujuannya agar mendapatkan kinerja yang jauh lebih optimal.

Semoga bermanfaat...

Baca juga artikel terkait :

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar