Skip to main content

Inilah 8 Cara Mengatasi Laptop Hang dan Error

Saat ini, komputer laptop sudah menjadi perangkat yang banyak digunakan diberbagai bidang. Mulai dari pendidikan, dunia profesi, hingga hiburan. Bahkan, boleh dibilang laptop hampir menggantikan PC desktop.

Namun, banyak pengguna sering kali memakai laptopnya dengan cara yang cukup berlebihan. Alhasil, laptopnya mengalami error, hang, not responding atau bahkan crash. Hal ini tentu sangat mengganggu kenyamanan saat menggunakan laptop.

Daftar isi

Gejala yang terjadi saat laptop hang/error

Ada banyak hal yang akan terjadi ketika laptop mengalami hang atau error, diantaranya

Layar laptop blank hitam

Laptop hang juga dapat menyebabkan layar menjadi blank hitam atau kosong tidak menampilkan apa-apa. Layar blank bisa jadi menandakan adanya kesalahan serius pada laptop. Saat terjadi layar blank, praktis laptop tidak akan dapat digunakan sama sekali.

Layar frezze atau kursor mouse tidak bergerak

Pada beberapa kasus, laptop hang justru mengalami layar frezze atau kursor mouse tidak dapat digerakkan. Masalah seperti ini seringkali terjadi saat laptop tengah digunakan serta cukup menjengkelkan bagi banyak pengguna. Sebab, hal ini menyebabkan produktifitas dan kenyamanan bekerja jadi terganggu.

Credit : windowsreport.com

Munculnya pesan error atau aplikasi not responding

Saat terjadi kesalahan, laptop kadang juga menampilkan pesan error. Tentu pesan error ini bermacam-macam. Ada yang disebabkan oleh program aplikasi/sistem operasi, ada juga yang disebabkan oleh hardware laptop. Kalian yang mengalami hal ini tentu tinggal membaca saja pesan error yang ditampilkan.

Begitu pula jika terjadi aplikasi not responding. Umumnya, hal ini disebabkan karena skenario penggunaan aplikasi yang berlebihan atau pengaturan aplikasi yang tidak terjangkau oleh sistem.

Gejala lainnya

  • Layar blank saat laptop baru dinyalakan
  • Error saat membuka aplikasi tertentu
  • Laptop hang saat bermain game
  • Laptop tidak dapat dimatikan secara normal
  • Dan lain sabagainya

Penyebab laptop mengalami error & hang

Sebetulnya, penyebab laptop hang cukup beragam. Sering kali justru disebabkan oleh penggunanya sendiri. Berikut ini beberapa hal yang dapat menyebabkan laptop mengalami hang atau error

Skenario penggunaan yang melebihi kemampuan laptop

Ya, masih banyak pengguna mengoperasikan laptop untuk prosedur kerja yang cukup berat. Apalagi ketika laptop yang digunakan hanya memiliki spesifikasi standar. Jika spesifikasi laptop tidak memenuhi syarat untuk menjalankan suatu aplikasi, tentu yang terjadi adalah laptop akan mengalami hang atau error.

Terlalu banyak "beban" yang diproses

"Beban" (dalam hal ini aplikasi/fitur) yang terlalu banyak untuk dijalankan bisa jadi penyebab laptop mengalami error. Aplikasi atau fitur yang dijalankan dalam jumlah banyak membuat sistem harus bekerja lebih keras agar dapat berjalan secara optimal.

Jika laptop punya spesifikasi yang memadai, tentu hal ini tidak akan menjadi masalah. Namun, sebaliknya jika spesifikasinya tidak mumpuni justru berakibat sistem menjadi tidak stabil. Akhirnya yang terjadi laptop mengalami not responding.

Keterbatasan/kerusakan hardware

Produk laptop yang beredar di pasaran memiliki spesifikasi yang sangat beragam. Setiap laptop juga memiliki kemampuan, kecepatan, dan kapasitas yang berbeda-beda. Kita tahu jika setiap laptop pasti punya kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kadang, meski memiliki spesifikasi yang serupa tapi tidak dapat diberi beban kerja yang sama. Jika laptop digunakan hingga melewati batas kemampuannya, maka akan terjadi hang/error. Bahkan mungkin laptop akan lebih cepat mengalami kerusakan.

Infeksi virus/malware

Hingga saat ini, masih banyak pengguna laptop yang belum sadar akan pentingnya keamanan dan proteksi data. Makanya, infeksi virus/malware/ransomware dan lainnya masih sering atau makin sering terjadi. Program jahat semacam ini sudah pasti merusak sistem laptop, mulai dari komponen sistem hingga data pengguna.

Kurang kompatibilitas (kecocokan) pada hardware/software

OS Windows versi 64-bit memiliki fitur keamanan yang dinamakan Kernel Patch Protection (KPP). KPP akan mencegah virus atau malware yang berpotensi menginfeksi sistem dengan cara menumpangi kernel Windows.

Jika ada malware yang berusaha menempel pada kernel atau bahkan driver yang tidak didukung resmi, secara otomatis Windows akan mengalami error/BSOD (Blue Scree of Death) atau melakukan restart komputer.

Penyebab laptop hang/error lainnya

  • Kerusakan file-file sistem operasi atau program aplikasi
  • Hardware/software tidak berfungsi normal
  • Dan sebagainya

Cara memperbaiki laptop hang dan error

Jika laptop mengalami hang/error, berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi atau memperbaikinya

Restart ulang laptop

Untuk mengatasi hang/error pada laptop, cara paling mudah untuk dilakukan yaitu merestart ulang laptop. Hang dan error pada laptop menandakan ada alur kerja sistem yang bermasalah. Dengan merestart ulang, alur kerja sistem laptop akan diulangi sesuai pengaturan yang semestinya. Ketika merestart ulang laptop, sebisa mungkin dilakukan secara normal.

  1. Buka menu Start, pilih Power lalu klik Restart
  2. Atau tekan tombol Alt + F4 secara bersamaan, kemudian pilih Restart

Jika laptop hang saat BSOD atau layar blank atau tidak dapat dimatikan dengan normal, mau tak mau kalian harus melakukan force shut down (matikan paksa). Caranya, tekan tombol power laptop selama beberapa detik sampai laptop benar-benar mati. Kemudian tekan tombol power sekali lagi untuk menyalakan kembali.

Mengatasi layar Windows blank

Pada kasus laptop error/hang, kadang tampilan Windows tiba-tiba mengalami blank kosong. Hal ini biasanya disebabkan karena ada proses sistem Windows yang penting juga ikut bermasalah. Salah satunya yaitu proses Windows Explorer.

Saat terjadi masalah ini, kalian bisa melakukan beberapa langkah berikut

  1. Tekan tombol Ctrl + Alt + Delete secara bersamaan untuk membuka aplikasi Task Manager
  2. Buka menu File lalu pilih Run new task
  3. Ketik perintah explorer.exe
  4. Tekan tombol Enter atau klik tombol OK

Setelah ini, layar tampilan Windows pada laptop akan kembali normal seperti semula.

Ada juga kasus layar laptop blank saat dinyalakan. Untuk mengatasinya, sudah pernah dibahas dalam artikel dengan judul Cara Mengatasi Layar Blank Saat Dinyalakan.

Menunggu atau mematikan aplikasi yang not responding

Jika mengalami aplikasi not responding, hal pertama yang sebaiknya kalian lakukan yaitu sabar menunggu. Perlu kalian ketahui, aplikasi not responding tidak selalu berarti laptop mengalami hang/error. Bisa jadi, CPU sedang antri untuk memproses banyak aplikasi.

Saat sudah gilirannya, aplikasi not responding tersebut akan diproses dan aplikasi kembali berjalan normal. Namun jika tidak bisa sabar menunggu, kalian bisa mematikan aplikasi not responding. Berikut ini caranya

  • Buka aplikasi Task Manager (klik kanan taskbar, pilih Task Manager)
  • Buka tab Procesess. Di situ terdaftar semua aplikasi yang sedang berjalan
  • Cek kolom Status. Jika status tertulis Not responding, aplikasi tersebut dapat dimatikan
  • Untuk menutup aplikasinya cukup klik tombol End process/task.

Mematikan aplikasi not responding berarti mengakhiri semua proses aplikasi tersebut. Kalian mungkin akan kehilangan data/perubahan/pekerjaan yang sudah dilakukan.

Perhatikan pesan error

Selain tidak merespon, beberapa aplikasi kadang menampilkan pesan error. Untuk dapat mengatasi munculnya pesan error, kalian terlebih dahulu harus mengidentifikasi pesan error tersebut. Gunanya agar kalian dapat memahami detail error yang sedang terjadi. Setelah itu, kalian baru bisa menentukan langkah-langkah untuk memperbaiki.

Pada beberapa kasus, yang terjadi justru kursor mouse tiba-tiba tidak dapat digerakkan. Atau layar monitor tiba-tiba frezze (diam). Untuk mengatasi hal ini, mungkin sama seperti aplikasi yang tidak merespon. Kalian mungkin harus menunggu sejenak sampai sistem benar-benar kembali responsif.

Lakukan scan antivirus/antimalware

Sudah tahu kan apa yang mesti dilakukan ? Tapi, sebelum melakukan scanning, sebaiknya kalian mengupdate antivirus/antimalware terlebih dulu. Tujuannya agar dapat mengenali varian virus/malware jenis baru.

Instal ulang aplikasi atau driver

Jika aplikasi yang digunakan masih terus menampilkan pesan error atau tidak berjalan stabil, mungkin sebaiknya kalian menginstal ulang aplikasi tersebut. Dengan begitu, file/data aplikasi yang "rusak" dapat diganti dengan file yang utuh. Usahakan pakai aplikasi dengan versi terbaru dan sesuai dengan laptop tersebut.

Sama halnya dengan program aplikasi, hardware yang mengalami kendala juga sebaiknya dilakukan instal ulang driver. Ini bertujuan agar sistem operasi dapat mengenali dan menjalankan hardware secara optimal. Driver yang diinstal juga sebaiknya versi terbaru dan sesuai dengan sistem operasi yang ada.

Saat laptop benar-benar tidak berjalan dengan stabil, ada baiknya kalian juga lakukan format ulang dan instalasi ulang sistem operasi. Mungkin ini pekerjaan yang cukup memakan waktu karena harus mengatur ulang laptop dari awal. Tapi, demi kenyamanan dan kehandalan laptop mungkin hal ini dapat dipertimbangkan.

Reset laptop Windows 10

Windows 10 dibekali dengan fitur yang bernama Reset PC. Fitur ini berfungsi untuk mengembalikan pengaturan komputer ke mode default (pengaturan pabrik). Dengan fitur ini, kalian bisa menggunakannya untuk memperbaiki laptop Windows yang error atau hang.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum menggunakan fitur Reset PC. Diantaranya yaitu

  • Reset PC akan menghapus semua program aplikasi yang terinstal
  • Semua pengaturan akan kembali ke kondisi default
  • File atau data pribadi yang tersimpan tetap terjaga dan tidak akan dihapus

Berikut ini langkah-langkah melakukan reset pada laptop/PC desktop Windows 10

  1. Tekan tombol Win + X lalu pilih menu Settings
  2. Buka menu Update & Security
  3. Pada sisi kiri, pilih opsi Recovery
  4. Pada bagian Reset this PC, klik tombol Get started
  5. Pilih opsi Keep my files
  6. Klik tombol Next & Reset
  7. Tunggu hingga proses reset selesai
Credit : trustedreviews.com

Setelah proses reset berhasil dilakukan, laptop kalian akan menjadi bersih. Tidak ada program aplikasi pihak ketiga yang masih terpasang kecuali aplikasi bawaan Windows 10 sendiri (bloatware). Selanjutnya, silahkan instal kembali program aplikasi yang akan kalian gunakan.

Mencegah agar laptop tidak hang/error

Agar laptop tidak mudah mengalami hang dan error, kalian sebaiknya melakukan pencegahan seperti

Pastikan spesifikasi laptop sesuai dengan kebutuhan

Saat membeli laptop, kalian harus pastikan spesifikasinya sesuai dan mendukung kebutuhan yang akan dikerjakan. Laptop yang dibeli harus benar-benar mampu menjalankan aplikasi yang dibutuhkan. Jika kebutuhan aplikasi tidak terjangkau oleh spesifikasi laptop, tentu akan menimbulkan masalah seperti error, hang, atau crash. Bahkan, mungkin aplikasi tidak dapat dijalankan sama sekali.

Instal aplikasi dan driver sesuai sistem operasi yang digunakan

Jika menggunakan Windows versi 32-bit, aplikasi dan driver yang dipasang harus versi 32-bit pula. Begitu pula untuk Windows versi 64-bit yang juga harus dipasang dengan aplikasi atau driver versi 64-bit.

Windows versi 64-bit memiliki fitur unik yang dinamakan Windows on Windows 64 atau dikenal WOW64. Fitur ini mengijinkan sistem operasi memproses kode program yang masih menggunakan instruksi 32-bit. Saat menjalankan aplikasi 32-bit, WOW64 akan menerapkan beberapa aturan khusus agar sistem tetap berjalan normal.

Itu sebabnya beberapa aplikasi versi lama mungkin tidak dapat dijalankan pada Windows 64-bit. Adanya fitur WOW64 membuat virus atau malware yang biasanya menginfeksi Windows 32-bit tidak dapat berjalan pada Windows versi 64-bit.

Upgrade komponen laptop (jika memungkinkan)

Berbeda dengan komputer desktop, laptop kurang fleksibel untuk upgrade komponen. Sebab, laptop diciptakan dalam bentuk produk fixed. Kalaupun ingin melakukan pergantian/upgrade komponen, harus dilakukan di service center laptop tersebut.

Beberapa komponen laptop yang umumnya dapat diganti yaitu RAM dan storage (penyimpanan). Sebelum melakukan upgrade RAM/storage, sebaiknya baca dulu buku manual laptop. Cari spesifikasi dukungan maksimal RAM/storage yang akan dibeli. Jika masih bingung, kalian dapat melakukannya di service center atau teknisi laptop terdekat dan terpercaya.

Lakukan maintenance laptop secara berkala

Terakhir, kalian tetap harus merawat laptop secara rutin. Biar laptop tersebut tetap awet dan bisa digunakan dalam waktu lama. Perawatan juga bisa menjadi cara untuk meningkatkan kinerja laptop dan mencegah terjadinya hang/error.

Selamat mencoba dan semoga bermanfaat...

Baca juga artikel terkait :

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar