Skip to main content

Teknologi Komputer dan Gadget Terbaru Yang Hadir di Tahun 2022

Setelah hampir dua tahun, pandemi COVID-19 (Corona Virus Desease-2019) akhirnya berangsur-angsur bisa dikontrol. Kini, banyak aspek kehidupan manusia yang sebelumnya terguncang mulai bisa kembali normal seperti sedia kala.

Di bidang teknologi informasi, banyak perusahaan atau pihak-pihak yang berkecimpung di dunia IT bisa beroperasi dengan semestinya meski masih harus menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Distributor dan toko ritel produk-produk teknologi informasi pun melakukan hal yang sama.

Pandemi COVID-19 yang mulai terkontrol membuat laju perkembangan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komputasi semakin bagus. Ini dibuktikan dengan hadirnya beberapa teknologi baru yang akan rilis di tahun 2022.

Beberapa perusahaan pengembang hardware atau software di bidang IT pada tahun 2022 ini juga akan meluncurkan produk termutakhir mereka. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pengguna yang kian haus akan teknologi baru.

Harapannya, dengan adanya teknologi informasi terbaru akan lebih memudahkan untuk bekerja, berkarya, atau menikmati hiburan terutama saat pandemi masih terjadi. Apa saja perkembangan teknologi komputer & gadget yang akan hadir di tahun 2022 ? Berikut ini daftar selengkapnya

Teknologi komputer terbaru yang dirilis pada tahun 2022

Daftar isi

AMD 3D V-Cache

Pada perhelatan acara CES (Consumer Electronic Show) 2022, AMD memperkenalkan sebuah teknologi komputer yang dinamakan dengan 3D V-Cache. Apa itu ? 3D V-Cache adalah teknologi pengemasan dengan menumpuk sejumlah memori cache di atas core CPU.

Tujuannya, processor AMD akan memiliki tambahan kapasitas memori cache yang jauh lebih besar dengan ukuran chip yang relatif sama. Semakin besar kapasitas memori cache, maka semakin banyak instruksi/data yang bisa diproses dengan cepat. Alhasil, potensi performa yang bisa dicapai juga akan lebih tinggi.

Teknologi 3D V-Cache akan menambah kapasitas L3 cache hingga 64 MB. Rencananya, teknologi ini akan disertakan pada processor AMD Ryzen 7 5800X3D. Processor tersebut nantinya bakal punya L3 cache berkapasitas total hingga 96 MB (32 MB On-die + 64 MB V-Cache).

Credit : Anandtech.com

AMD Zen 4

Selain 3D V-Cache, AMD juga memperkenalkan arsitektur mikro untuk produk processor terbarunya. Arsitektur generasi terbaru ini dikenal sebagai Zen 4 (Zen generasi ke-5). Yang baru dari arsitektur ini yaitu AMD menyertakan dukungan untuk teknologi terbaru RAM DDR5 dan PCI Express 5.0.

Selain itu, AMD juga akan menggunakan soket processor desktop baru yaitu AM5. Soket ini menggunakan tipe LGA  dengan 1718 pin, yang mungkin tidak jauh berbeda seperti soket processor Intel pada umumnya.

Arsitektur ini akan digunakan pada produk processor AMD Ryzen seri 7000 dan juga menggunakan proses fabrikasi 5nm dari TSMC. Rencananya, processor tersebut akan diluncurkan secara resmi pada pertengahan tahun 2022.

AMD Zen 3+

Sebelum arsitektur Zen 4 resmi dirilis, AMD menyempatkan untuk meluncurkan produk processor dengan arsitektur Zen 3+ (nama kode Rembrant). Mikroarsitektur Zen 3+ sebetulnya merupakan arsitektur Zen 3 yang diberi beberapa improvisasi baru.

Arsitektur Zen 3+ digunakan pada processor APU AMD Ryzen seri 6000 untuk laptop. Kali ini, AMD menggunakan dukungan PCI Express 4.0. Untuk pertama kali, AMD akhirnya mendukung teknologi DDR5/LPDDR5 lewat arsitektur ini. Selain itu, AMD juga akhirnya menggunakan GPU terintegrasi dengan arsitektur RDNA 2.

Processor AMD dengan arsitektur ini diproduksi dengan fabrikasi TSMC 6FF.

PCI Express 6.0

PCI Express merupakan salah satu standar bus komputer yang paling banyak digunakan. Diantaranya untuk penggunaan kartu grafis (VGA card) dan penyimpanan berkecepatan tinggi. Dengan menggunakan PCI Express, kartu grafis modern mampu menghasilkan kinerja yang luar biasa.

Di tahun 2022 ini, PCI-SIG (badan yang mengembangkan PCI Express) kembali akan menghadirkan versi terbaru yaitu PCI Express 6.0 (generasi ke-6). PCI-SIG mengklaim PCI Express 6.0 mampu mendapatkan bandwidth hingga 64 GT/detik tiap jalurnya atau kurang lebih 126 GB per detik pada konfigurasi 16 lane.

Teknologi baru dari PCI Express 6.0 yaitu penggunaan standar baru sinyal modulasi amplitudo 4 level untuk peningkatan transfer data dan koreksi error guna meningkatkan integritas data.

Intel Arc

Perangkat GPU Intel seringkali sudah terintegrasi dengan produk processornya. Namun akhirnya, Intel juga akan membuat produk GPU diskrit dengan nama Intel Arc yang ditujukan untuk kelas konsumer. Produk dengan nama kode Alchemist ini akan dirilis pada tahun 2022.

GPU Intel Arc sudah pasti akan bersaing dengan GPU diskrit populer lainnya semisal Nvidia Geforce dan AMD Radeon. Produk GPU ini menggunakan arsitektur Intel Xe-HPG (High Performance Gaming). Sama halnya GPU generasi terbaru lainnya, Intel Arc juga memiliki dukungan ray-tracing, supersampling (dikenal dengan nama XeSS), dan DirectX 12 Ultimate.

Intel Arc akan hadir dalam bentuk varian kartu grafis dan versi mobile (laptop). Rencananya, GPU ini tidak diproduksi oleh Intel sendiri melainkan akan diproduksi oleh pabrikan TSMC.

Advanced Matrix Extension (AMX)

Intel terus mengembangkan arsitektur instruksi processor andalannya. Tidak lain yaitu x86. Pada tahun 2022 ini, Intel berencana akan menambah ekstensi baru untuk arsitektur instruksi x86. Ekstensi tersebut diberi nama Advanced Matrix Extension (AMX).

AMX dirancang untuk mengakselerasi operasi kalkulasi matriks yang biasa digunakan pada bidang kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence) dan Machine Learning. Salah satu unit dari ekstensi ini ialah Tile Matrix Multiply Unit (TMUL) yang mendukung format BF16 dan INT8.

Rencananya, ekstensi AMX akan disertakan pada processor dengan nama kode Sapphire Rapids yang diluncurkan pada pertengahan tahun 2022 ini.

Mac Studio & Apple M1 Ultra

Apple telah merilis lini produk komputer baru yaitu Mac Studio. Produk ini merupakan komputer desktop dengan tipe small form factor atau komputer dengan ukuran yang jauh lebih kecil ketimbang komputer pada umumnya. Sebelumnya, Apple sudah pernah merilis produk yang serupa dengan label Mac Mini.

Bedanya, jika Mac Mini ditujukan untuk kalangan konsumer sedangkan Mac Studio ditujukan untuk keperluan workstation. Oleh karen itu, Mac Studio memiliki spesifikasi hardware yang terbilang cukup tinggi jika dibanding dengan produk Apple sebelumnya. Salah satunya yaitu hadirnya SoC Apple M1 Ultra.

Credit : Apple.com

Secara teknis, Apple M1 Ultra adalah dua chip Apple M1 Max yang digabung menjadi satu. Berikut ini spesifikasi SoC Apple M1 Ultra

  • CPU 3.2 GHz 16 performance core + 4 core efficiency core (total 20 core)
  • GPU hingga 64 core yang terdiri dari 1024 EU (Execution Unit) dan 8192 ALU
  • 32 core Neural Engine
  • Memori hingga 128 GB LPDDR5-6400 dengan bandwidth mencapai 800 GB/detik

Untuk spesifikasi Mac Studio lainnya seperti berikut

  • Penyimpanan SSD berkapasitas hingga 8 TB
  • Mendukung hingga 5 monitor (4 Pro Display XDR 6K via USB tipe-C/Thunderbolt 4 dan 1 4K via HDMI)
  • Dibekali Wifi 6 (802.11ax), Bluetooth 5.0, dan 10Gb Ethernet
  • Built-in speaker, 3.5 mm audio jack, port USB tipe-A dan slot SDXC card

Apple M2

Setelah sukses dengan SoC M1, Apple kembali meluncurkan SoC baru dengan nama M2 lewat acara WWDC 2022. Produk SoC ini akan diproduksi oleh manufaktur TSMC N5P.

SoC Apple M2 sebetulnya merupakan pengembangan dari pendahulunya (M1). Secara spesifikasi teknis pun tidak banyak berubah. Misalnya CPU 8 core dengan kombinasi 4 performance core dan 4 efficiency core.

Yang mungkin terlihat berbeda yaitu adanya 10 core GPU dan potensi peningkatan bandwidth memori hingga 100 GB/detik. Rencananya, chip M2 juga akan dibekali RAM berkapasitas hingga 24 GB dan penyimpanan berkapasitas hingga 2 TB.

macOS Ventura

Berbarengan dengan peluncuran SoC M2, Apple juga memperkenalkan sistem operasi baru yaitu macOS Ventura (versi 13). Rencananya, sistem operasi ini akan diluncurkan secara resmi di akhir tahun 2022.

MacOS Ventura membawa sejumlah perubahan terutama untuk keperluan produktifitas. Selain itu, ada juga beberapa aplikasi baru yang berupa porting dari iOS.

Sistem operasi ini membutuhkan komputer (iMac/Macbook/Mac) minimal dengan SoC Apple M1 atau processor Intel arsitektur Kaby Lake (Core generasi ke-7) dan yang lebih baru.

Teknologi gadget terbaru yang dirilis tahun 2022

Steam Deck

Valve merilis produk handheld PC atau komputer yang bentuk fisiknya bisa muat dalam genggaman tangan. Namanya Steam Deck. Produk ini ditujukan untuk keperluan gaming khususnya game-game yang didistribusikan pada layanan Steam. Sebetulnya, produk semacam ini sudah ada sejak dulu, misalnya Playstation Vita dan Nintendo 3DS.

Kali ini, Steam Deck menggunakan platform AMD APU (kustom) dengan spesifikasi CPU AMD Zen 2 4 core (8 thread) berkecepatan hingga 3.5 GHz dan GPU AMD RDNA 2 8 CU (Compute Unit). Selain itu, Steam Deck juga dibekali dengan spesifikasi yang cukup menarik. Misalnya

  • memori LPDDR5 berkapasitas 16 GB dengan bandwidth mencapai 88 GB/detik
  • penyimpanan SSD NVME berkapasitas hingga 512 GB ditambah slot MicroSD
  • Layar LCD touchscreen 7" dengan resolusi 1280 x 800 60 Hz
  • 2 analog stick dan 2 trackpad
  • Bluetooth 5.0, Wifi 802.11ac, USB tipe-C dan Thunderbolt 4

Dari sisi software, Steam Deck menggunakan sistem operasi SteamOS yang berbasis Arch Linux. Selain itu juga terdapat fitur khusus dengan nama Proton yang berfungsi untuk menjalankan aplikasi (game-game) Windows pada SteamOS. Dengan begitu, semua game-game yang di distribusikan via Steam bisa dimainkan lewat perangkat ini.

Android 13

iOS 16 dan iPadOS 16

Masih dalam event WWDC 2022, Apple juga memperkenalkan sistem operasi baru untuk produk perangkat mobile iPhone dan iPad yaitu iOS 16 serta iPadOS 16. Kedua sistem operasi tersebut tentu sama-sama dibekali beberapa fitur baru dan perbaikan pada beberapa aspek.

Untuk iOS 16, hanya bisa dipasang pada perangkat yang telah dibekali fitur Neural Engine. Fitur ini pertama kali hadir pada SoC Apple A11 Bionic. Ini berarti sistem operasi ini hanya dapat digunakan pada iPhone 8 (dan yang lebih baru).

Sedangkan iPadOS 16 hanya dapat dipasang pada perangkat dengan SoC Apple A9 atau A9X dan yang lebih baru.

Teknologi terbaru di atas memang sangat menarik untuk diikuti. Namun, perkembangan teknologi tersebut bukan berarti tidak ada masalah. Salah satunya yaitu krisis semikonduktor yang sejak awal pandemi terjadi hingga saat ini sepertinya belum akan berakhir, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.

Semoga krisis semikonduktor ini segera menemukan solusinya dan teknologi terbaru bisa segera dirasakan...

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar