Skip to main content

Yang Wajib Dilakukan Sebelum Menjual HP Android Lama

Saat ini pasti banyak dari kalian yang menggunakan handphone atau smartphone Android kan ? Jika iya, berarti sama seperti kami, admin blog Tekno Jempol. Memang, handphone Android sekarang menjadi seperti produk sejuta umat karena banyak dipakai oleh masyarakat.

Platform sistem operasi Android memang selalu diupdate dan terus berkembang. Versi terbarunya yaitu Android 12 (saat artikel ini ditulis) yang hadir dengan berbagai perbaikan dan fitur baru.

Kami juga yakin diantara kalian mungkin masih banyak yang menggunakan smartphone Android model lawas alias jadul. Misalnya ponsel Android versi 9 (Pie), Oreo, Nougat, atau bahkan Marshmallow. Kalian mungkin berkeinginan untuk menjualnya sekaligus pingin ganti handphone Android baru, hehe.

Jika ingin menjual handphone Android lama, ada beberapa hal yang perlu kalian perhatikan dan pertimbangkan. Berikut ini penjelasan mengenai hal-hal yang wajib dilakukan sebelum menjual HP Android lama.

Cek kondisi dan kelengkapan handphone secara teliti

Sebelum menjual ponsel Android lama, satu hal yang wajib dan harus kalian lakukan adalah mengecek kondisi dan kelengkapannya secara teliti. Kondisi dan kelengkapan suatu barang tentu sangat berpengaruh pada harga jual terutama harga jual kembali.

Jika kondisi smartphone Android masih bagus dan kelengkapannya masih banyak, pasti akan meningkatkan harga jual smartphone tersebut. Sebaliknya, jika kondisin handphone Android yang akan dijual sudah jelek atau buruk atau bahkan kelengkapan kurang, harga jualnya pasti anjlok.

Oleh karena itu, pastikan ponsel Android yang ingin dijual memiliki kondisi yang masih bagus (atau layak digunakan). Syukur-syukur paket penjualannya masih lengkap. Lakukan pengecekan kondisi dan kelengkapan pada segala hal terkait smartphone Android tersebut. Misalnya

  • Aspek yang paling terlihat yaitu kondisi fisik handphone seperti layar, tombol, dan casing. Pastikan masih terlihat bersih dan tidak ada cacat (bekas goresan, retakan, noda, layar bergaris, dll). Kalaupun masih ditemui cacat pada unitnya, usahakan seminimal mungkin yang bisa terlihat
  • Aspek penggunaan seperti sentuhan layar, volume, pengoperasian sistem operasi Android, dll yang harus benar-benar masih bisa berfungsi dengan normal. Selain itu, pastikan baterai dan charger masih dalam kondisi yang masih layak untuk digunakan sehari-hari.
  • Kelengkapan utama paket penjualan semisal buku manual, kartu garansi, kardus, nota pembelian. Pastikan juga keadaan kelengkapannya masih original (atau resmi) dari merk ponsel Android tersebut. 
  • Jika ada kelengkapan tambahan seperti microSD/kabel data/headset, bisa disertakan guna menambah harga jual atau daya tarik bagi calon pembeli.

Intinya sebelum dijual, pastikan handphone Android tersebut masih bisa dioperasikan dengan semestinya.

Back up data yang tersimpan

Smartphone Android tidak hanya untuk komunikasi. Banyak pekerjaan/aktifitas yang bisa dilakukan dengan HP Androidnya seperti mencari informasi, membuat dokumen, menyimpan data, atau bahkan sebagai sarana hiburan.

Dalam ponsel Android kalian pasti terdapat berbagai data dan informasi penting semisal nomor telepon/kontak rekan, alamat email, data pekerjaan, file pribadi (foto/video), dll. Ini penting agar data tersebut tidak hilang dan dapat digunakan kembali jika suatu saat kalian membeli handphone yang baru.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk menjual handphone Android lama, kalian wajib melakukan backup semua data/informasi penting dalam handphone. Backup data dari HP Android terbilang mudah, bisa secara manual maupun otomatis, atau lewat layanan online maupun offline.

Jangan lupa juga untuk melepas kartu SIM card dan simpan dengan benar sebelum dipakai pada ponsel baru!

Misalnya, backup nomor kontak handphone secara online. Di sini, kalian membutuhkan koneksi internet dan akun Google.

  1. Pertama, sambungkan handphone Android dengan internet. Bisa lewat jaringan wifi atau koneksi data internet seluler
  2. Buka menu Settings lalu pilih Accounts. Jika belum memiliki akun Google, buat akun Google baru dengan pilih Add Accounts. Pilih Google, kemudian ikuti langkah-langkahnya
  3. Jika sudah memiliki akun Google, pilih opsi Google
  4. Pilih akun Google yang tersedia atau yang diinginkan. Sebaiknya, pilih akun milik pribadi
  5. Ada pilihan data yang dapat disinkronisasi, seperti data aplikasi, data kalender, kontak, pesan email, album foto, dll
  6. Pilih data data yang diinginkan atau bisa pilih semua data untuk dibackup lalu tap Sync Now
Credit : oppo.com

Cara di atas merupakan proses sinkronisasi data dalam handphone Android dengan akun Google. Jadi, jika nanti membutuhkan data dari smartphone Android lama, kalian cukup melakukan sinkronisasi ulang dan data-data lama akan diunduh ke ponsel Android baru.

Untuk backup file-file khusus semisal dokumen kerja, foto, atau video, kalian bisa juga menggunakan layanan penyimpanan data secara online seperti online storage atau cloud backup. Diantaranya yaitu Google Drive, Dropbox, iCloud, dll.

Dengan layanan tersebut, data-data pribadi yang tersimpan dapat diakses dengan mudah dari berbagai tempat atau melalui berbagai perangkat. Kalian akan mendapatkan ruang penyimpanan tambahan dengan kapasitas yang lebih besar dan bahkan tanpa dikenai biaya (gratis).

Namun semakin banyak data, proses backup dan sinkronisasi juga akan semakin lama. Dan pasti akan menghabiskan cukup banyak kuota internet. Di sini kalian bisa melakukan backup data handphone Android secara offline dengan memakai media komputer/laptop serta perangkat penyimpanan tambahan seperti flash drive dan hard disk/SSD eksternal.

  1. Kalian membutuhkan kabel data untuk menyambungkan handphone Android dengan komputer/laptop. Bisa juga menggunakan komunikasi nirkabel seperti wifi dan bluetooth yang tentu membutuhkan aplikasi tertentu
  2. Sambungkan smartphone Android dengan komputer
  3. Nanti akan muncul notifikasi pada ponsel Android
  4. Pilih mode Tranfer Data
  5. Setelah itu, memori penyimpanan pada handphone Android akan terdeteksi oleh komputer
  6. Proses backup dapat dilakukan. Misalnya menyalin file/data dari memori penyimpanan handphone ke penyimpanan komputer

Beberapa merk ponsel Android seperti Samsung dan Sony menyediakan aplikasi untuk memudahkan back up dan sinkronisasi data dengan komputer. Kalian tinggal men-download aplikasi tersebut menginstalnya di komputer.

Baca juga : Begini Cara Membersihkan Memori HP Penuh

Hapus Semua Data/Format Ulang HP Android

Setelah semua data yang tersimpan benar-benar telah di back up, sangat disarankan untuk melakukan format ulang atau menghapus semua data dalam handphone Android. Salah satu tujuannya yaitu agar smartphone Android terlihat seperti baru dengan pengaturan original.

Selain itu, agar data-data pribadi yang sifatnya penting tidak tertinggal dalam ponsel saat dijual atau berpindah kepemilikan. Tentu akan sangat berbahaya jika data tersebut jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini akan menimbulkan resiko penyalagunaan data pribadi.

Berikut ini cara menghapus data Android sebelum dijual

  1. Pastikan semua data penting benar-benar telah dibackup
  2. Buka menu Settings
  3. Pilih Backup And Reset
  4. Pilih Factory Data Reset
  5. Jika dalam HP Android terdapat media penyimpanan ekternal seperti MicroSD dan ikut dijual, disarankan juga untuk dilakukan format atau hapus semua data yang tersimpan. 
  6. Silahkan ikuti langkah-langkahnya

Itulah beberapa hal yang wajib dilakukan sebelum menjual smartphone Android lama. Silahkan dicoba dan semoga bermanfaat dan semoga handphone Androidnya cepat laku...

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar