Skip to main content

Mudah! Cara Mengatasi Laptop Blue Screen Windows 10

Salah satu error yang umum terjadi pada komputer desktop/laptop dengan sistem operasi Windows yaitu BSOD (Blue Screen of Death). Umumnya dikenal dengan istilah blue screen. Blue screen adalah kasus error atau kesalahan fatal pada komputer yang ditandai dengan warna biru pada layar monitor.

Apa yang sebenarnya terjadi saat laptop tiba-tiba blue screen ? Kasus blue screen berarti laptop sedang mengalami crash atau kegagalan kerja yang serius. Ketika mengalami blue screen, praktis laptop tidak akan dapat digunakan sama sekali.

Cara mengatasi blue screen Windows 10 di laptop/PC desktop

Penyebab blue screen pada laptop/PC desktop Windows 10

Banyak hal yang dapat menyebabkan terjadinya blue screen pada sistem operasi Windows 10 khususnya laptop/PC desktop. Berikut ini diantaranya

  • Driver Windows 10, file sistem Windows 10, atau program aplikasi mengalami kerusakan
  • Kerusakan hardware
  • Skenario penggunaan diluar kemampuan sistem
  • Inkompatibilitas/ketidakcocokan hardware atau software
  • Infeksi virus atau malware
  • dan lain-lain

Kasus laptop blue screen terjadi tiba-tiba dan kapan saja. Misalnya ketika laptop baru dinyalakan sehingga tidak bisa masuk/booting ke OS Windows. Bahkan, blue screen bisa terjadi berulang kali dan terus-menerus atau saat laptop sedang digunakan.

Baca juga : Cara mengatasi laptop hang, crash, dan error

Kode error blue screen Windows 10

Saat laptop tiba-tiba mengalami blue screen, layarnya akan menampilkan pesan error. Selain itu, ada kode-kode khusus yang juga ditampilkan. Kode-kode tersebut penting untuk diketahui karena menunjukkan detail masalah dan kerusakan yang sedang terjadi.

Layar blue screen Windows 10 telah menyertakan QR code dan Stop Code. Pada blue screen Windows 8/8.1 menampilkan kata kunci kode error yang dapat kalian cari secara online. Sedangkan, blue screen Windows XP/Vista/7 menampilkan kode error berbentuk bilangan heksadesimal seperti 0x00000001

Berikut ini beberapa kode error atau stop code dalam blue screen yang umumnya terjadi

  • CRITICAL_PROCESS_DIED: Kode yang menunjukkan adanya proses vital yang tidak dapat berjalan dengan semestinya
  • SYSTEM_THREAD_EXCEPTION_NOT_HANDLED: Kode error yang menandakan terjadinya proses error yang tidak bisa ditangani oleh sistem
  • IRQL_NOT_LESS_OR_EQUAL: Kode yang menunjukkan error terkait proses sistem atau driver ketika mengakses alamat memori dengan tidak memiliki hak akses yang valid
  • VIDEO_TDR_TIMEOUT_DETECTED: Kode yang menunjukkan kegagalan driver video dalam merespon perintah secara tepat
  • PAGE_FAULT_IN_NONPAGED_AREA: Kode yang menunjukkan referensi pengalamatan memori yang tidak valid
  • SYSTEM_SERVICE_EXCEPTION: Kode ini menunjukkan terjadi kesalahan saat eksekusi kode program tertentu
  • DPC_WATCHDOG_VIOLATION: Kode yang menunjukkan jika sistem menunggu waktu yang cukup lama karena adanya penangguhan proses atau interupsi
Nah, kali ini Tekno Jempol akan bagikan cara beserta langkah-langkah mengatasi kasus laptop Windows 10 (juga pada PC desktop) yang mengalami blue screen secara tiba-tiba.

Cari tahu tentang blue screen yang terjadi

WhiteWindow, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons

Ketika terjadi blue screen, sebaiknya kalian memperhatikan kode error atau stop code yang tampil pada layar. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kode-kode tersebut akan menunjukkan rincian masalah atau kesalahan yang terjadi.

Untuk mengetahui maksud dari kode-kode error tersebut, kalian cukup lakukan pencarian secara online. Di sana, kalian akan mendapatkan banyak informasi tentang kendala yang terjadi termasuk cara mengatasi dan penanganannya. Tentu, kalian harus menggunakan komputer/laptop lain atau handphone dan membutuhkan koneksi internet.

Rollback driver perangkat ke versi yang lama

Update driver ke versi baru memang disarankan agar mendapatkan performa yang lebih optimal. Tapi, kadang update driver justru menimbulkan masalah ketidak stabilan berupa kesalahan yang berujung terjadinya blue screen. Biasanya hal ini terjadi pada driver pihak ketiga.

Jika driver baru menyebabkan masalah, kalian dapat melakukan rollback atau mengembalikan driver versi sebelumnya. Dengan begitu, diharapkan kasus blue screen pada laptop tidak akan terulang kembali. Berikut ini langkah-langkah rollback driver

  1. Pastikan dulu driver perangkat yang benar-benar jadi penyebab terjadinya BSOD
  2. Buka aplikasi Device Manager, tekan tombol Win + X lalu pilih Device Manager
  3. Cari perangkat yang akan dilakukan rollback driver
  4. Klik kanan perangkat tersebut lalu pilih menu Properties
  5. Buka tab Driver lalu klik tombol Rollback driver
  6. Klik tombol Yes/OK

Sebagai catatan, fungsi Rollback driver hanya akan tersedia jika Windows 10 masih menyimpan driver versi lama. Jika fungsi tersebut tidak aktif/tersedia, kalian tidak akan dapat melakukan langkah-langkah di atas.

Baca juga : Cara Mudah Mengatasi Laptop Freeze & Not Responding

Uninstall driver penyebab BSOD Windows 10

Saat driver perangkat tidak dapat dirollback, mungkin cara yang tepat yaitu menguninstal driver  tersebut. Berikut ini langkah-langkah menguninstal driver perangkat yang bermasalah

  1. Buka aplikasi Device Manager, tekan tombol Win + X lalu pilih Device Manager
  2. Cari perangkat yang akan diuninstall
  3. Klik kanan perangkat tersebut lalu pilih menu Properties
  4. Buka tab Driver lalu klik tombol Uninstall
  5. Klik tombol OK

Pada beberapa laptop atau PC desktop, proses uninstal driver mungkin mengharuskan kalian untuk merestart sistem. Uninstall driver juga merupakan langkah penanganan yang tepat terutama jika laptop blue screen terjadi ketika booting ke Windows.

Setelah driver diuninstall, perangkat tersebut mungkin tidak akan dapat digunakan. Agar perangkat kembali dapat dipakai seperti semula harus diinstal driver. Bukan driver dari pihak ketiga, tapi cukup driver generik atau driver bawaan OS Windows 10.

Berikut ini langkah-langkah menginstall driver bawaan Windows 10

  1. Buka aplikasi Device Manager, tekan tombol Win + X lalu pilih Device Manager
  2. Klik icon Scan for hardware changes
  3. Sistem otomatis akan mendeteksi dan menginstal driver perangkat baru

Uninstal aplikasi yang bermasalah

Blue screen pada laptop Windows 10 bisa terjadi berulang kali ketika menjalankan suatu program aplikasi tertentu. Mungkin program aplikasi tersebut tidak kompatibel atau memiliki bug sehingga menyebabkan masalah blue screen.

Agar blue screen tidak terjadi, sebaiknya aplikasi tersebut diuninstal. Begini langkah-langkah menguninstall program aplikasi yang bermasalah

  1. Tekan tombol Win + X lalu pilih Settings
  2. Pilih menu Apps
  3. Silahkan cari dan pilih program aplikasi yang diduga menyebabkan blue screen
  4. Klik tombol Uninstall dan ikuti prosesnya

Saran dari Tekno Jempol, gunakan aplikasi versi terbaru yang benar-benar kompatibel/cocok dengan OS Windows yang digunakan.

Baca juga : Cara mengatasi error "This app can't run/open" pada laptop Windows 10

Uninstall update Windows 10

Pembaruan/update yang dilakukan oleh OS Windows 10 harusnya bermanfaat untuk mengoptimalkan atau meningkatkan kinerja komputer laptop. Namun, kadang update justru menyebabkan masalah berupa error dan blue screen.

Jika hal tersebut terjadi, mungkin kalian dapat mempertimbangkan untuk menghapus pembaruan atau update yang diduga menimbulkan kendala blue screen. Berikut ini langkah-langkah menguninstall update pada Windows 10

  1. Buka menu Start dan cari menu Windows System
  2. Pilih menu Control Panel
  3. Pilih Programs
  4. Klik View installed updates
  5. Cari kolom Installed On dan urutkan berdasarkan tanggal terbaru
  6. Cari update yang benar-benar jadi penyebab masalah blue screen dan pastikan tanggal instalasi updatenya
  7. Pilih update tersebut dan klik tombol Uninstall
  8. Jika dimintai konfirmasi, pilih Yes

Beberapa update pembaruan mungkin tidak dapat diuninstall. Selain itu, kalian mungkin diharuskan untuk merestart sistem untuk menyelesaikan proses uninstalasi update. Baca juga : Cara mematikan Windows Update secara permanen/sementara.

Scan SFC

Memperbaiki file-file Windows 10 yang corrupt

Sistem operasi Windows terdiri dari berbagai macam file dalam jumlah yang cukup banyak. Setelah penggunaan dalam waktu tertentu, ada kemungkinan file-file tersebut mengalami corrupt atau kerusakan. Hal tersebut bisa mengakibatkan terjadinya error, hang, atau bahkan blue screen.

Guna mengatasi atau mengantisipasi terjadinya error/blue screen, kalian dapat melakukan perbaikan pada file-file OS Windows yang dirasa mengalami corrupt. Langkah-langkah perbaikan ini dapat kalian baca pada artikel dengan judul Begini Cara Mudah Memperbaiki Windows 10 Tanpa Install Ulang.

Menggunakan aplikasi System Restore

Aplikasi System Restore memungkinkan kalian dapat mengembalikan kondisi OS Windows 10 pada waktu sebelumnya. Jika terjadi error, crash, atau blue screen, aplikasi System Restore dapat digunakan untuk mengembalikan keadaan sistem sebelum terjadinya masalah tersebut.

Secara default, System Restore akan membuat Restore point yang merupakan penanda terjadinya perubahan pada sistem komputer/OS Windows. Saat dikembalikan berdasarkan salah satu Restore point, perubahan dan konfigurasi komputer laptop/OS Windows 10 akan berubah sesuai Restore point tersebut.

Berikut ini langkah-langkah menggunakan aplikasi System Restore pada Windows 10

  1. Buka menu Start dan cari menu Windows System
  2. Pilih menu Control Panel
  3. Pada bagian View by, ganti ke Large icon/Small Icon
  4. Pilih menu Recovery
  5. Klik Open System Restore kemudian klik tombol Next
  6. Pilih salah satu Restore point yang menurut kalian (berdasarkan tanggalnya) belum mengalami error atau blue screen
  7. Klik tombol Next dan Finish
  8. Tunggu hingga proses selesai

Cek memori RAM

Yang berikutnya yaitu diagnosa pada memori RAM. Proses diagnosa memori bisa dilakukan dengan aplikasi Windows Memory Diagnostic. Hal ini penting dilakukan sebab error pada memori RAM beresiko dapat menyebabkan blue screen, restart berulang-ulang, hingga hilangnya data.

Berikut ini langkah-langkah diagnosa pada memori RAM

  1. Buka menu Start lalu ketik “memory” tanpa tanda petik
  2. Pilih Windows Memory Diagnostic
  3. Ada 2 pilihan perintah, yaitu lakukan pengecekan memori sekarang dan pengecekan memori saat boot komputer.
  4. Windows akan segera melakukan pengecekan pada RAM. Jika ditemukan kesalahan atau error pada RAM, Windows Memory Diagnostic akan memberitahu informasinya

Apabila ditemukan error pada memori RAM, mungkin sebaiknya kalian mempertimbangkan untuk mengganti modul RAM laptop baru.

Baca juga : Cara menambah atau mengganti RAM laptop yang tepat

Reset/Instal ulang Windows 10

Cara atau solusi terakhir untuk mengatasi laptop yang mengalami blue screen yaitu reset atau instal ulang Windows. Ada dua pilihan di sini, yaitu

Reset Windows 10

Menyetel ulang Windows sebetulnya sama seperti melakukan penginstalan ulang dan pembaruan Windows. Namun di sini, data pribadi dan pengaturan yang telah dilakukan tetap utuh. Biasanya, reset Windows dapat meningkatkan kinerja, keamanan, dan perbaikan masalah laptop termasuk blue screen

Berikut ini langkah-langkah reset Windows

  1. Buka menu Start kemudia pilih menu Settings
  2. Atau tekan tombol Win + X lalu pilih Settings
  3. Pilih opsi Update & Security
  4. Pada sisi kiri, pilih Recovery
  5. Pada bagian Reset this PC, klik tombol Get Started
  6. Pilih Keep my files
  7. Pada Restore preinstalled app, atur ke opsi No
  8. Ikuti langkah-langkahnya hingga selesai

Instal ulang (clean install) Windows 10

Menginstal ulang Windows 10 merupakan cara terakhir jika langkah penanganan laptop blue screen sebelumnya tidak berhasil. Sejujurnya, cara ini sangat tidak Tekno Jempol sarankan. Kecuali jika benar-benar tidak ada solusi penanganan lain yang lebih efektif.

Langkah-langkah clean instal Windows tentu terasa sedikit lebih rumit. Proses instal ulang juga umumnya hanya dapat dilakukan oleh pengguna yang sudah paham seluk-beluk dunia komputer. Akan sangat beresiko jika dikerjakan oleh pengguna awam.

Cara menginstal Windows secara manual sama seperti menginstal sistem operasi lainnya. Mulai dari membuat media instalasi, format ulang, hingga melakukan konfigurasi. Pengaturannya juga dilakukan mulai dari awal seperti memasang driver hingga program aplikasi.

Itulah beberapa cara dan langkah-langkah memperbaiki laptop yang mengalami blue screen. Cara dan langkah-langkah di atas bisa juga diaplikasikan pada PC desktop atau OS Windows versi lainnya untuk kasus yang sama. Akhir kata, selamat mencoba dan semoga bermanfaat..

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar