Skip to main content

9 Cara Efektif Menghemat Baterai iPhone/HP Android

Tekno Jempol yakin kalian pasti punya perangkat komunikasi mobile semisal handphone, smartphone, tablet, atau gadget lainnya. Karena bentuknya yang kecil dan ringan, perangkat gadget ini begitu mudah dibawa kemana saja.

Belakangan, seiring meningkatnya kebutuhan komunikasi membuat pemakaian smartphone semakin bertambah. Belum lagi pada handphone Android dan iPhone (iOS) yang memiliki beragam fitur dan fungsi sehingga cukup menghabiskan daya baterai.

Imbasnya, perangkat tersebut membutuhkan daya listrik yang lebih banyak. Tak jarang, banyak orang harus membawa baterai cadangan atau charger agar handphone bisa tetap aktif meski punya kapasitas baterai yang cukup besar.

Berikut ini ada beberapa tips/cara menghemat baterai pada handphone Android dan iPhone agar tetap awet, tidak cepat habis, dan lebih tahan lama.

Cara menghemat baterai iPhone atau HP Android agar tidak boros

Penyebab baterai iPhone/HP Android boros

Baterai smartphone Android atau iPhone memang terasa lebih cepat habis jika dibandingkan dengan ponsel jadul (jaman dulu). Kenapa ?

  • Memiliki layar yang lebih lebar, bahkan hingga 4-5 inci
  • Menggunakan resolusi tampilan yang cukup tinggi
  • Mampu menjalankan sistem operasi dan aplikasi modern yang sangat kompleks dengan berbagai fitur/fungsi
  • Mengharuskan untuk selalu terkoneksi jaringan, baik internet maupun jaringan seluler
  • Dibekali berbagai sensor khusus termasuk kamera beresolusi tinggi

Pertama, gunakan iPhone/HP Android seperlunya

Banyak pengguna yang seringkali menggunakan iPhone atau HP Android dengan iseng tanpa ada tujuan yang jelas. Atau menggunakan gadget tablet hanya untuk menghilangkan rasa suntuk dan bosan dikala senggang.

Adanya aplikasi-aplikasi hiburan semacam game mobile, media sosial, dan streaming video juga membuat handphone semakin melekat dalam genggaman. Yang lebih miris, saat ini banyak orang yang lebih sering menggunakan handphone ketimbang berinteraksi langsung dengan orang di sekitarnya.

Hal-hal semacam ini yang seringkali dapat mengurangi daya pemakaian baterai pada handphone itu sendiri. Dengan mengurangi penggunaan yang tidak bermanfaat, tentu akan lebih menghemat daya baterai handphone tersebut.

Kedua, matikan aplikasi/fungsi/fitur yang tidak terpakai

Jika smartphone tidak dipakai dalam jangka waktu tertentu, sebaiknya beberapa fungsi dan fiturnya dimatikan untuk sementara waktu. Tujuannya agar tidak terlalu banyak menghabiskan daya baterai. Fungsi yang dapat dimatikan diantaranya koneksi data (internet), penanda lokasi, dan wifi/bluetooth serta hotspot tethering.

Hal ini sudah terbukti mampu menghemat daya baterai, namun dengan konsekuensi kalian hanya dapat menerima panggilan telepon atau SMS saja. Jika perlu, aktifkan mode pesawat (Airplane mode) meski kalian sedang tidak dalam perjalanan dengan pesawat terbang. Mode pesawat akan mematikan semua sinyal komunikasi dalam handphone (offline).

Dalam kegiatan harian, fungsi handphone yang mungkin wajib dinyalakan yaitu koneksi internet (online). Fungsi yang lain sebaiknya tetap dalam posisi mati hingga ada aplikasi atau kebutuhan yang memang memerlukan fungsi tersebut.

Aktifkan fitur hemat daya baterai pada handphone (jika ada)

Pada beberapa merk produk handphone dan tablet, sudah dibekali fitur berupa penghemat daya. Fitur ini secara otomatis akan mengurangi penggunaan daya baterai pada kondisi tertentu. Misalnya saat daya baterai akan habis.

Berikut ini langkah-langkah mengaktifkan fitur hemat daya baterai pada handphone Android/iPhone

  1. Masuk ke dalam menu Settings
  2. Pilih Battery
  3. Aktifkan opsi Battery saver/Power Saver.

Dengan mengaktifkan fitur tersebut, baterai handphone dan tablet kalian dijamin tidak akan cepat habis. Jika fitur penghemat daya aktif, umumnya handphone akan mengalami penurunan kinerja. Selain itu, fungsi kecerahan layar, koneksi data, Wifi atau penanda lokasi mungkin juga akan dibatasi.

Ada juga aplikasi yang memang bertujuan untuk menghemat daya baterai. Aplikasi ini punya cara kerja yang serupa dengan fitur di atas. Namun, Tekno Jempol tidak menyarankan penggunaan aplikasi ini. Sebab, aplikasi ini juga tetap membutuhkan resource sistem termasuk daya baterai.

Sebaiknya, kalian menggunakan fitur penghemat daya baterai yang sudah tersedia dalam sistem operasi Android/iOS.

Baca juga : Cara Ampuh Mengatasi HP Android Lemot, Cocok Juga Buat iPhone

Berikutnya, kurangi pengaturan dan kustomisasi tampilan yang berlebihan

Kustomisasi berlebihan pada iPhone seperti efek animasi dan kecerahan layar (brightness) seringkali mempercepat pemakaian daya baterai. Efek animasi layar juga dapat membebani sistem sehingga kinerja handphone  Android menjadi kurang optimal.

Agar lebih menghemat daya baterai, gunakan kecerahan layar handphone yang tidak terlalu tinggi. Selain itu, cukup pakai tema tampilan standar tanpa efek animasi yang berlebihan. Jangan lupa untuk mengurangi screen timeout (waktu mati layar otomatis) menjadi beberapa detik.

Biasanya, pada layar utama smartphone Android dan iPhone terdapat berbagai macam widget untuk berbagai keperluan. Sayangnya, widget harus terus terkoneksi dengan internet agar dapat melakukan singkronisasi dan update secara real time. Sadar atau tidak, widget juga dapat menyebabkan daya baterai cepat habis.

Kurangi widget yang sekiranya tidak diperlukan atau hapus semua widget agar tampilan lebih bersih dan tidak mengganggu navigasi.

Selanjutnya, uninstal atau disable aplikasi yang tidak diperlukan

Saat membeli handphone Android baru, kalian mungkin akan mendapatkan bloatware. Bloatware adalah aplikasi dalam handphone Android yang dipasang langsung oleh vendor/produsen. Tujuannya agar pengguna handphone tidak perlu repot menginstall aplikasi lagi.

Masalahnya, banyak dari aplikasi bloatware yang justru tidak dibutuhkan oleh pengguna. Agar tidak membebani handphone, ada baiknya aplikasi bloatware tersebut dinonaktifkan atau dihapus. Berikut ini caranya

  1. Masuk ke menu Settings
  2. Pilih Apps
  3. Pilih salah satu aplikasi yang dirasa sudah tidak diperlukan
  4. Tap tombol Disable atau Uninstall

Untuk aplikasi lain yang diunduh dari Play Store atau App Store, kalian dapat menuninstallnya secara langsung. Perlu diketahui, aplikasi yang terlalu banyak akan membebani penyimpanan handphone. Jika handphone kalian tidak punya cukup ruang penyimpanan, tentu akan mempengaruhi kinerja handphone tersebut.

Update aplikasi secara rutin tapi manual

Dengan memperbarui aplikasi, kalian akan mendapatkan manfaat yang lebih baik. Aplikasi yang kalian punya akan berjalan lebih optimal seperti penggunaan daya baterai yang lebih efisien. Kalian mungkin juga akan mendapatkan fitur atau fungsi baru dalam aplikasi tersebut.

Tapi yang perlu diperhatikan, fungsi update aplikasi dalam layanan Play Store atau App Store sebaiknya diatur dalam posisi manual (tidak otomatis). Jika update otomatis, selain akan menghabiskan daya baterai juga akan memakan kuota internet. Oleh karena itu, fungsi update aplikasi seharusnya kalian lakukan sendiri.

Jikalau tidak ingin repot, kalian boleh mengupdate aplikasi secara otomatis dengan cara

  1. Buka Play Store atau App Store
  2. Pilih menu Settings
  3. Pilih opsi Auto Update
  4. Pilih Auto update over Wifi

Hal yang sama dapat kalian lakukan untuk sinkronisasi akun. Akun yang tersimpan dalam smartphone kadang melakukan sinkronisasi secara otomatis. Jika ingin lebih menghemat daya baterai ponsel, kalian dapat mematikan sinkronisasi tersebut.

Baca juga : Rekomendasi HP Android dengan spesifikasi terbaik update terbaru 

Gunakan baterai dan charger orisinil

Hampir semua smartphone yang beredar di pasaran menggunakan baterai Lithium-ion atau Lithium-polymer. Baterai semacam ini lebih mudah dalam pemakaian. Kalian dapat melakukan charge kapanpun tanpa harus menunggu daya baterai akan habis.

Saat mengisi ulang baterai HP Android/iPhone, sebaiknya kalian menggunakan charger resmi/orisinil. Hal ini disebabkan karena setiap smartphone punya spesifikasi daya yang berbeda. Sayangnya, banyak pengguna HP Android yang justru asal-asalan menggunakan charger yang tidak resmi bahkan berbeda dengan merk handphone tersebut.

Jika menggunakan charger yang tidak resmi/orisinil, dikhawatirkan akan merusak baterai iPhone sehingga akan mengurangi daya tahan dan umur baterai. Beberapa orang juga menggunakan power bank untuk charge baterai HP Android terutama jika jauh dari stop kontak.

Jika ingin menggunakan power bank, sebaiknya kalian memperhatikan spesifikasi dayanya. Pastikan power bank tersebut memiliki spesifikasi daya yang sesuai dan (atau) memiliki merk yang sama dengan smartphone kalian.

Baca juga : Daftar HP Android yang tidak boleh dibeli di tahun 2021

Jangan lupa untuk memantau penggunaan baterai handphone

Biasakan untuk memantau penggunaan daya baterai pada handphone kalian. Berikut ini caranya

  1. Buka menu Settings
  2. Pilih Battery
  3. Cek Battery Usage

Di situ akan terdaftar aplikasi yang sering kalian gunakan berikut presentase penggunaan baterai. Aplikasi yang tidak terlalu penting tapi banyak memakan daya baterai sebaiknya tidak terlalu sering digunakan. Jika perlu, aplikasi tersebut diuninstall atau dinonaktifkan.

Yang terakhir, lakukan maintenance/perawatan secara berkala

Maintenance gadget dapat dilakukan dengan membackup data yang tersimpan, membersihkan cache, dan clear memory RAM. Dengan melakuan maintenance secara berkala, gadget dapat terus bekerja secara optimal. Umumnya, smartphone terbaru saat ini sudah dilengkapi fitur untuk membersihkan file-file sampah.

Sebaiknya kalian menggunakan fitur tersebut secara rutin, setidaknya seminggu sekali. File-file sampah yang menumpuk dalam penyimpanan akan membebani sistem dan berpotensi mengurangi kinerja iPhone atau HP Android.

Baca juga : Tips Aman Menggunakan Wifi di Tempat Umum

Itulah beberapa cara dan langkah-langkah menghemat baterai handphone Android dan iPhone. Cara dan langkah-langkah di atas juga dapat diterapkan pada semua merk smartphone seperti Samsung, Apple, Asus, Xiaomi, Oppo, dll.

Intinya, gunakan handphone kalian dengan bijak dan baik. Karena keawetan baterai handphone sangat tergantung pada cara pemakaian kalian. Semoga bermanfaat...!

Apakah kalian punya pengalaman atau pendapat yang berbeda ? Tuliskan lewat kotak komentar di bawah. Usahakan sesuai topik artikel ini.
Tulis komentar